Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Lamaran dari Rey


__ADS_3

" Maaf Nazwa, hanya saja aku tak mengerti bahasa kalian, karna aku baru ke tiga kali nya datang ke Indonesia. "


Aku tahu sebenarnya ada rasa sedikit tersinggung dihati Nizam karna tak faham dengan apa yg kami bicarakan.


" Maaf Nizam, tapi aku...... " jawaban ku terpotong oleh Gio


" Maaf Zam, sebenar nya Nazwa lelah karna menjadi pemandu wisata yg cantik dan yg di lirik oleh lelaki bermata kucing. Hahahah " jawaban Gio yg ngalur ngidul membuat Nizam sedikit percaya.


" Itu tidak benar! Jangan percaya ucapak Gio oke? " Aku menyeka jawaban Gio katna merasa malu mendengar nya.


" Jika kamu lelah, kamu bisa katakan! Jika kamu merasa tak nyaman mengantarku maka terus teranglah! " jawaban dan reaksi yg diberikan Nizam seperti berhawa dingin layaknya cuaca kota Bangli saat itu.


" Bukan itu maksud ku Zam. Dia merasa risih karna ditatap oleh para lelaki ganjen. Makanya dia menjadi tak nyaman. " Gio menyahuti lebih cepat dan menyejukkan suasana.


" Maaf kan aku Nazwa, aku sudah salah faham pada mu. Kalu seperti itu mari kita pulang. " Ajakan Nizam yg seakan aku mendapatkan surga karna dia mengerti apa yg aku rasa.


" Maaf kan aku membuat kamu tidak nyaman. " memohon maaf pada Nizam.


" Tidak apa-apa. Tapi ini juga sudah gelap. Aku tau kamu sudah lelah, aku juga sudah sangat lelah. " jawaban Nizam.


Kita berempat masuk ke dalam mobil dan beranjak dari kota Bangli menuju Denpasar karna besok Nizam akan kembali ke Dubai, jafi sementara waktu kunjungan ke Ubud di undurkan.


Satu setengah jam kita sampai kota Denpasar, cukup lama memang karna jarak kota Bangli menuju Denpasar tak sejauh menuju ke Bedugul. Di perjalanan kami lewati engan pelan-pelan dan berhenti sekali untuk makan malam bersama.


¤¤¤¤

__ADS_1


Aku, papa dan mama mengantar Nizam dan asisten nya menuju ke Bandara International Ngurah Rai untuk pulang menuju Dubai sebelum beberapa hari kemudian kembali untuk melanjutkan bisnis kami.


" Paman, bibi, Nazwa, kami pamit dulu. Nanti akan Nizam kabari setelah pekerjaan mendadak disana selesai. " ungkap Nizam dan menyalami dan memeluk mama dan papa.


" Nazwa, nanti jika aku mengirim mu pesan tolong di balas ya. " sambung Nizam lagi.


" Iya Zam. Kalian jangan lupa berdoa di perjalanan ya. " Aku menyahuti dengan pesan untuk mereka.


" Iya, kami pamit dulu. " pamit Nizam dan asistennya.


Setelah punggung mereka sudah tak terlihat, kami pun pulang dan melanjutkan pekerjaan kami yg tertunda.


¤¤¤¤


Sore ini tepat jam seluruh karyawan kantoran pulang dari gedung tempat mereka bekerja. Aku pun ingin beranjak pulang, saat aku meraih tas kerja ku, denting hape ku berbunyi.


" Kita ketemu ya nanti malem di cafe mama kamu ya. Aku kangen 💛💛 " isi pesan singkat dari Rey yg mampu membuat ku baper karna emoticon hati di akhir pesan itu.


" Iya kak, ada apa? " balasan ku yg kaku karna rasa baper


" Nggak ada sayang, kangen aja. Kan kemarin nggak ketemu seharian. " Balasan dari Rey


" Iya jam berapa? " balasan ku


" Jam 8 ya sayang, oke? " balasan Rey

__ADS_1


" Oke. " balasan ku


Rasa baper masih berkeliling di hati ku. Bagi Rey tak bertemu sehari bagai tak bertemu seminggu. Lebay memang, seperti cinta seorang remaja. Tapi itulah yg kami rasakan. Sehari kemarin aku disibukkan dengan ketangan Nizam yg memang penting dalam proyek ini. Sehingga aku dan Rey mengundurkan waktu bertemu karna orang tua Rey ingin bertemu dengan ku. Dan malam nanti aku, Rey dan orang tua nya akan bertemu di cafe mama.


Jam sudah hampir menunjukkan di angka 8. Aku sudah rapih dan sopan dengan pakaian yg aku kenakan dan riasan wajah yg natural.


Aku berangkat ke cafe mama sendiri dengan mengendarai mobil kesayangan ku.


Sesampainya di cafe, tangan mama sudah melambai ke arah ku. Di meja itu sudah duduk orang tua ku, orang tua Rey, Esson dan tentunya Rey. Aku menghampiri mereka, memberi salam pada orang tua Rey dan Esson, lalu aku duduk tepat berhadapan dengan Rey.


" Karna Mimi ku sudah sampai, jadi kita mulai saja, gimana? " ucap mama Rey


" Ayo kita mulai aja. " sahut papa dengan semangat.


" Heemmmm...... Sayang ku, Mimi. Jadi maksud Rey mengajak mu ketemu dan juga keinginan kami ketemu kamu disini adalah....... Hemmmm kami juga udah bahas sama mama dan papa kamu nak. Aduh bingung ni bunda mau ngomong nya kaya gimana. " Bunda Rey mungkin masih bingung dan memilah kata-kata yg akan di ucapkan beliau.


" Bilang aja bunda, Rumi nggak apa-apa kok. " aku menyahuti bunda Rey agar beliau santai


" Jadi gini sayang, kami sekeluarga ingin melamarkan kamu untuk Rey sebagai calon menantu kami. Apakah mimi sayang bersedia menerima? " lanjut bunda Rey


" Kenapa mendadak sekali? Jadi kan dari keluarga Rumi nggak ada persiapan? " aku bertanya dengan masih tidak menyangka bahwa mereka menginginkan ku sebagai menantu mereka.


" Ini hanya simbolis sayang, kita sebagai orang tua ingin cepet melihat kalian nikah. " sahut mama


" Iya Mi, dan nanti bakal diadakan pertunangan resmi nya kok. Ayah dan bunda kamu pasti bakal dateng. " sambung papa dan orang tua Rey menyambungkan dengan anggukan.

__ADS_1


" Mi, mungkin bagi mu aneh karna yg ngelamar kamu itu orang tua ku. Tapi aku sungguh-sungguh ingin kamu jadi istri aku. Jadi, Arumi maukah kamu menerima lamaran ku untuk menjadi istri ku? " lanjut Rey dengan menggenggam sebuah kotak perhiasan yg terbuka.


__ADS_2