
Aku tak menyadari, sebenar nya Rey sudah bangun dari tidur nya. Saat aku beranjak ingin pergi, Rey menarik tangan ku keras hingga aku tersungkur di atas tubuh nya. Kita saling bertatap mata dan senyum lepas hingga Rey mencium kening ku hangat.
" Aku sangat mencintai mu Mi, sangat. Udah sejak dulu dan aku nggak mau kehilangan kamu lagi." ucap rey di telingaku setelah menciumi kening ku.
Rey melepas kecupan nya dan mengertakan pelukan untuk ku.
" Rey, udah dulu. Aku mau masak buat sarapan kita. " kata ku sambil melepas pelukan Rey
" Baiklah. Aku mandi dulu ya, habis sarapan kita ke rumah sakit. Setelah itu aku ajak kamu jalan-jalan. Oke Honey " goda Rey dan berlalu meninggalkan ku ke kamar mandi.
Aku merapihkan tempat tidur dan begegas pergi ke dapur membuat sarapan untuk aku dan Rey karna Esson sedang tidak di rumah dan berdinas di luar negeri.
Aku mulai mecuci bahan, memotong, memasak nya dan mencicipi nya, saat itulah Rey datang memelukku dari belakang yg membuat ku terkejut.
" Masak apa Honey?" tanya Rey
" Aku kan baru aja baikan, jadi aku cuma masak sayur dan omlette untuk mu Rey." sahut ku
" Udah siapkah? Aku udah laper berat nungguin pasien semalaman nih." rengek Rey menyindir ku
" Hahahaha baik pak perawat ini udah beres, aku sajikan dulu ya pak." usir ku pada Rey agar melepas pelukan nya
__ADS_1
Kami sarapan bersama pagi itu, setelah selesai aku bersiap-siap karna akan di antar Rey periksakan kepala ku ke rumah sakit.
¤¤¤¤
Dirumah sakit
" Anda harus menjaga komdisi anda, jangan terlalu banyak berfikir yg akan membuat anda sakit kepala. Untuk perkembangan penyembuhan amnesia nya sudah lumayan, tapi tolong jangan di paksa." tutur dokter pada ku dan Rey dengan menatap kami bergantian.
" Baik dok, terima kasih banyak. kami pamit." ucap Rey lalu kami berlalu meninggalkan ruangan itu.
Saat akan menutup pintu, aku mendongakkan wajah ku ke depan dan melihat pemandangan romantis di hadapan ku.
" Kok bukan Denis yg nganter dia? Itukan anak Denis." tanya ku dalam hati dengan tatapan keheranan. Tanpa sadar pun Rey memandang ku bingung.
" Ada apa sayang?" tanya Rey
" Rey, aku mau urus perceraian aku secepat nya, tapi aku mau itu berjalan santai sesuai prosedur. Kamu bisa bantu aku kan Rey?" renggek ku pada Rey dengan mata memelas
" Apa pun asal kamu seneng. " sahut Rey, kami bergegas meninggalkan rumah sakit karna Rey akan mengajak ku makam siang dan jalan-jalan santai di sekitaran kota.
¤¤¤¤
__ADS_1
Hari-hari sudah berlalu entah tak terhitung. Hari ini juga adalah hari pertama sidang mediasi antara aku dan Zayn.
Zayn tak tahu injlah keinginan ku walau dia sangat ingin cepat berstatus single. Zayn juga tahu bahwa saat ini aku sudah tiada, dan percaya akan segala hasutan Emily
Aku memasuki ruang mediasi dan di temani oleh pengacara utusan papa dan aku juga didampingi oleh mama dan Rey.
Awal nya yg memasuki ruangan adalah mama dan Rey, maka semua orang mengira ini hanya perwakilan. Zayn pun tersenyum kemenangan seakan-akan hal ini akan cepat berakhir. Namum siapa sangka? Ketika aku melangkahkan kaki ku masuk keruangan itu dan di dampingi oleh lawyer ku semua mata menatap tanya ke arah ku seakan mereka tak percaya bahwa aku masih hidup.
Rey pun melirik ke arah Emily dengan senyum licik.
Sentak saja Zayn, ayah dan bunda bangkit dari duduk nya. Yg pertama aku lakukan adalah menghampiri kedua mertua ku itu dan meminta maaf pada mereka.
Sidang mediasi tak bisa di katakan lancar. karna Zayn maupun aku sama-sama ingin bercerai dengan cepat. Sidang pun di tutup.
Sudah hampir satu minggu sejak awal mediasi, inilah hari penentuan perceraian kami. (maaf author tidak terlalu fahan masalah bercerai berai). Tapi sebelum itu, aku sudah menyiapkan beberapa bukti tentang kehamilan Emily yg akan mengejutkan banyak mata di ruang sidang itu.
" Hari ini Ibu dan bapak sudah sah bercerai. Tok tok tok" suara lantang hakim ketua di iringi ketukan palu tanda bahwa aku sudah menyandang status janda untuk kedua kali nya.
" Mohon perhatian semua yg ada di ruangan ini. Saya ingin meminta maaf kepada mertua saya yg sangat menyayangi saya. Maafkan Arumi yah, bun. Maaf ini dan seterusnya akan terjadi. Saya juga minta maaf kepada mantan suami saya sejak detik ini, saya tidak pernah menjadi istri yg baik untuk km Zayn. Terima kasih untuk keempat orang tua saya disana dan terima kasih untuk bersaudara Reyhan dan Esson Scott yg sudah mendukung saya selama ini. Mungkin menurut kalian saya tak tahu malu setelah bercerai masih bisa bicara panjang lebar di ruangan ini dengan sangat bahagia. Iya memang benar. Tapi sebelum saya meninggalkan ruangan inj dan menjadi orang asing bagi Zayn, aku ingin memberikan sebuah hadia untuk nya. (tap tap tap suara langkah kaki ku) Ini adalah hadiah yg aku kasih buat kamu. Semoga kamu akan bahagia setelah kita pisah. Silahkan di buka. " pinta ku setelah memberika amplop coklat besar untuk Zay.
Zayn membuka, melihat dan membaca setiap jengkal kata dan kalimat di kertas itu. Dan suara tamparan keras mendarat di pipi Emily.
__ADS_1