Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Adegan Panas


__ADS_3

Reyhan mengecup lagi kening ku dan mengajak ku pergi meninggalkan pesta yg berantakan sebelum di mulai. Aku menoleh ke arah Zayn, dia terlihat marah dan masih setia dengan kepala tangan nya.


Reyhan memalingkan wajah ku ke arah nya dengan tangan kiri nya.


Kami pergi berdua ke sebuah caffe klasik. Sebelum nya Reyhan meminta kita pergi dengan mobil ku saja, karna takut bila aku meninggalkan mobil ku di hotel Esson akan terjadi sesuatu yg tak terduga, dia sangat hafal dengan sikap ketiga sahabat adik nya karna mereka selalu menghabiskan waktu dirumah Esson dan Reyhan.


" Mi aku puas deh liat kamu kaya tadi. Sungguh nggak nyangka seorang lemah lembut seperti kamu juga bisa kejam ya walau cuma akting. Hehehe" cengir Rey


" Kalo bukan kamu yg jadi jin penggoda iman, mungkin aku nggak bakal bisa jadi artis antagonis tadi. Hahahaha" canda ku balik ke Rey


kami ketawa-ketiwi bersama sembari menikmati makan malam bahagia kami setelah pentas drama tadi.


" Mi, aku mau nawarin kamu disisi ku." ucap Rey, yg membuat ku memuncratkan minum ku.


" Eh jangan salah paham dulu, kita bukan selingkuh, aku mau nawarin km di sisi ku untuk kita balas dendam aja." sambung nya setelah melihat ekspresi ku.


" Nggak ah, kaya tadi aja aku udah puas." jawab ku


" Kalo kamu berhenti sekarang kamu bakal di bales lagi Mi."


" Dari mana kamu tau hah?!" tanya ku nyeroscos


" Kan aku udah bilang, mereka sering mau ke rumah, kamu terima aja deh dulu, ya hitung-hitung bikin pentas drama lagi." tutur nya


" Kamu mau bikin aku jadi jahat ya?!" tanya ku tegas

__ADS_1


" Ya bukan, kan aku cuma gak mau kamu di kira lemah" jawab nya


" Sok perhatian kamu!"


" Ya habis nya kamu manis, gimana nggak aku nggak perhatiin kamu." jawab nya


Aku hanya menyengirkan senyuman protes ke Rey.


Aku dan Rey kembali ke mobil dan mengantar Rey pulang ke apartement nya dah aku juga kembali pulang ke rumah Zayn.


¤¤¤¤


Di rumah


Aku baru saja membuka pintu dan masuk, ruangan sudah gelap saja, tidak seperti biasa. Berjalan melewati ruang keluarga dan menaiki tangga menuju ke kamar ku.


" Zayn, tolong jangan main-main! Aku capek!" perintah ku tegas


Dia tak menjawab tapi seketika lampu menyala. Aku merasa silau, lalu melihat-lihat ke sekeliling kamar ku.


" Wah pemandangan yg indah." kata ku sombong walau hati ini lumayan sakit


" Sudah berapa ronde kalian lakukan?" tanya ku lagi yg melihat Emily menutupi badan nya dengan selimut. Aku juga melihat pakaian nya berserakan di karpet.


" Tenang, kalian bisa lanjutkan. Aku nggak akan ganggu." sambung ku yg ingin pergi meninggalkan kamar, tapi di hadang oleh Zayn

__ADS_1


" Kamu nggak boleh keluar, kamu harus diem disini, menonton adegan panas kami." goda zayn menarik dagu ku. Dia juga mengunci pintu agar aku tak keluar.


Zayn naik keranjang, membuka celana pendek nya dan masuk ke dalam selimut bersama Emily.


Jujur, sakit yg aku rasa. Melihat suami yg masih sah berstatus dengan ku bercinta dengan wanita lain. Aku menahan air mata ku jatuh agar tak direndahkan oleh mereka.


Aku mendengar semua desahan, erangan kenikmatan mereka berdua.


Aku membuka tas ku, mengambil HP ku, melakukan video call dengan Esson tanpa mereka ketahui.


Pasti readers semua bertanya, kenapa harus Esson? Ya karna Esson amat sangat mencintai Emily. Mereka pun masih tak sadar bahwa aku melakukan panggilan video dengan Esson beberapa detik sebelum dia memutuskan panggilan.


Beberapa menit aku menunggu, melihat sepasang insan bercinta di depan mata ku. Bukan sepasang insan, tapi suami ku yg bercinta dengan wanita lain.


BRAAAKKKK


Pintu kamar di dobrak keras oleh Esson. Sepasang insan itu pun terkesiap melihat esson di depan mata mereka yg sedang bercinta.


Esson mengarahkan pukulan ke bibir Zayn dan tamparan ke pipi Emily. Mereka diam tak melawan.


Tapi Esson memelukku, dan menarik ku keluar kamar itu, bahkan ke luar rumah itu. Dia membawa ku kerumah nya.


Reyhan yg duduk di ruang TV menyambangi kami yg baru masuk.


" Kenapa kamu bawa Arumi kesini Esson? Apa yg terjadi?" tanya Rey dengan tegas

__ADS_1


Esson tak menjawab pertanyaan Rey, melainkan meninggalkan aku dan Rey.


__ADS_2