
" Rey, makasih." Kata ku dengan memeluk tubuh Rey yg atletis itu.
Rey membalas dengan mencium kening ku dengan hangat. Sangat nyaman ku rasa. Jantung ku juga berdetak sangat cepat saat itu. Aku melepas pelukan ku pada Rey dan menatap mata nya. Rey membalas tatapan ku dengan lembut dan perlahan mendekatkan bibir nya dan mengecup lembut bibir ku, aku pun membalas kecupan Rey yg menjadi ciuman kami.
Rey menyudahi ciuman kami.
" Jangan pergi lagi, jangan buat aku khawatir lagi. Aku udah tau semua rencana ayah dan bunda yg mau nyatuin kamu sama Zayn lagi.
Cukup udah mi, aku nggak bakal biarin ini terjadi lagi. Aku nggak akan biarin kamu di sakitin lagi sama Zayn........." tutur Rey lembut saat aku terpaksa menyudahi perkataan Rey dengan telunjuk ku di bibir nya
" Rey, makasih banyak kamu udah selametin aku. Maaf juga karna aku kamu harus ngerasain ini. Maaf Rey." kata ku menundukkan kepala ku
" Aku sayang kamu, aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu. Aku bakal jaga kamu Mi." jawab Rey
" Boleh nggak aku pinjem hape kamu?"
Rey hanya mengangguk dan memberikan HP nya pada ku.
Aku menulis pesan singkat pada Anantha
' Tha tolong urus segala perkerjaan selama beberapa bulan dulu. Dan tolong jangan beri tahu siapa pun bahwa saya kirimin kamu sms ini. Salamkan pada mama dan papa saya. Saya baik-baik saja bersama seseorang disini.
Arumi'
¤¤¤¤
Di kota D
__ADS_1
Semua kalang kabut sejak berita penculikan ku terkuak. Banyak pihak yg ingin mengambil keuntungan dari masalah ini. Terutama Emily, karna Zayn dan yg lain tak tahu bahwa dia yg membuat semua rencana ini kecuali ayah dan bunda.
Emily terus mendekati zayn dan memberikan informasi yg berbalik dan menjelek-jelekkan ku agar dia tambah membenci ku.
Zayn pun termakan hasutan Emily dan tak lagi mau mencari keberadaan ku.
Emily puas karna sekarang hubungan nya dan Zayn kembali membaik.
Sedang ayah dan bunda selalu berusaha mencari informasi untuk mengetahui dimana dan bagaimana kondisi ku sekarang karna sudah hampi 1 bulan tak ada lagi kabar tentang ku setelah berita itu tersebar.
Di tempat lain mama dan papa hanya santai-santai karna sudah tenang dan sudah mengetahui aku di mana dan dengan siapa, hanya saja mereka selalu bersandiwara dengan kesibukan mencari keberadaan ku.
Esson pun sama, masih sibuk mencari keberadaan ku dan tak curiga sedikit pun dengan pergi mendadak nya Rey dari rumah karna memang dia selalu berlalu lalang ke luar negeri. Tapi beberapa detik selanjutnya Rey menelpon Esson untuk menanyakan perkembangan kasus ku.
" Belum ada kabar yg lebih baik lagi. Kami disini sudah hampir putus asa." jawab Esson
" Dari mana kamu bisa berfikir gitu Rey?" tanya Esson
" Esson, jangan pernah kamu lupain kejadian Zayn mencampakkan Arumi dan dia bukan orang yg lemah. Aku yakin itu." jawab Rey tegas yg membuat Esson sedikit curiga ddengan jawaban Rey
" Apa kamu udah tau lebih dari aku tentang kasus ini?" tanya Esson
" Percaya sama aku, Rumi pasti baik-baik aja. Aku tutup dulu telpon nya. Jaga makan mu, urus dirimu dengan baik. Mungkin aku nggak akan pulang untuk beberapa bulan lagi." Ucap Rey
" Rey, kalo kamu tahu dimana Rumi sekarang, tolong sampaiin salam ku ke dia. Aku kangen dia." pinta Esson
" Iya, Aku juga yakin kalo dia pasti kangen juga sama kalian semua disana. Nanti aku sampaiin kalo aku udah ketemu dia. Oke aku tutup dulu." pamit Rey menutup panggilan nya dengan Esson yg sudah ku dengar dari awal panggilan itu.
__ADS_1
Rey mendekati ku, memelukku dan mencium ku mesra. Aku melepaskan ciuman itu dan menarik Rey untuk membantuku memasak makan malam kita nanti sebelum Rey rapat video dengan beberapa klien nya.
¤¤¤¤
Ini sudah bulan hampir bulan ketiga, aku sama sekali tak pernah meminta untuk pulang karna aku sudah merasa tenang dan nyaman disini walaupun Rey selalu mengingatkan ku akan keluarga dan tanggung jawab ku sebagai seorang pemimpin. Tapi aku tak pernah menggubris nya.
" Mi, aku tau kamu masih trauma sama kejadian kemarin, tapi kamu juga nggak boleh kaya gini terus." ingat Rey
" Rey, kalo ada kesibukan yg mendesak kamu boleh tinggalin aku kalo itu penting. Besok-besok kamu tengok aku lagi disini."
" Tapi Mi lebih bagus lagi kalo kamu ikut pulang. Aku nggak mau kamu diem sendiri disini. Aku nggak mau kejadian kemarin terulang lagi." imbuh Rey
" Nggak apa, aku yakin sekarang udah aman kok. Lebih baik kamu pulang dulu." pinta ku pada Rey karna sudah 3 bulan dia tak menjalankan tanggung jawabnya sebagai pimpinan sejak berita penculikkan diriku tercium media.
" Oke. Tapi aku mau kamu selalu kabarin aku. Dan sebelum aku pulang besok, kita ubah dulu penampilan mu yg membuat mata predator selalu lapar. Hahahha" ejek Rey
" Baik pak presiden." jawab ku dengan senyum kecut yg di balas kecipan hangat di pucuk kepala ku.
Kami pergi mencari-cari salon untuk mempermark rambut ku agar wajah ku terlihat berbeda untuk menghindari serangan predator penculik.
" Lebih anggun seperti ini. Aku suka liat nya." puji Rey setelah pemilik salon memotong dan membersihkan sisa-sisa rambutku.
" Tapi aku merasa aneh Rey." tungkas ku
" Kamu inget ya, ini demi memanipulasi aja. Oke." sambung Rey
" Iya "
__ADS_1
Kami membayar ke kasir salon dan pamit pergi lalu kami melanjutkan perjalan ke pasar untuk mengisi persediaan makanan sebelum Rey pulang ke Kota D.