Jangan Rendahkan Status ku

Jangan Rendahkan Status ku
Kencan Pertama


__ADS_3

Zayn sudah kembali dari membersihkan badan nya, dia duduk di seberang kursi ku. Esson meminta ku menuangkan kopi untuknya. Tapi aku menolak dan pergi ke dapur untuk membuatkan kopi hitam sedikit gula kesukaan Zayn. Aku meletakkan nya di meja makan Zayn dan kembali duduk ke kursi makan ku.


" Masih inget aja kesukaan sang mantan " ledek Esson padaku yg membuat Zayn terkekeh.


" Mungkin kesukaan ku dia nggak lupa, tapi yg dia lupa adalah orang nya. " sahut Zayn yg bercanda dengan Esson yg membuat ku terkejut dengan kalimat terakhirnya.


Aku gelagapan gugup mendengar perkataan Zayn. Memang benar aku tak melupakan kesukaan seseorang, dan benar juga aku sudah mulai melupakan orang itu sedikit demi sedikit.


Sarapan pagi itu terasa normal layak nya sarapan bersama sanak saudara karna saat itu Reyhan tak berada di villa.


" Kalian berdua, sekarang adalah jadwal pertama kalian. Tolong berkerja samalah dengan baik antara mantan kekasih. " Goda Esson pagi itu saat setelah kami menghabiskan sarapan walau kami masih berduduk pangku di meja makan.


" Setelah sekian lama, akhirnya kita adalah lemeran utama. Tapi tenang kita aman... " Ucap Zayn yg terpotong saat aku mengangkat tubuhku bangun dan mengatakan akan mengganti pakaian.


" Ini sudah hampir siang, aku mau beres-beres piring dan gelas nya. Kamu bersiaplah kak Zayn. Aku juga akan langsung ganti baju. " kata ku


" Mi, aku tau kamu masih belum bisa maafin aku kan? " serobot Zayn dengan pertanyaan nya yg membuat ku bungkam. Bahkan Esson pun gelagapan mendengar pertanyaan Zayn yg di lontarkan nya untuk. Esson pun melemparkan pandangan nya ke arah ku dan Zayn secara bergantian untuk melihat ekspresi kita masing-masing.


" Sudahlah, itu udah masa lalu. Sekarang tolong kita kerja sama yg baik. " Sahut ku lalu mengumpulkan piring satu persatu.


Zayn bangun dari duduk nya dan berlalu meninggalkan aku dan Esson ke kamarnya. Mungkin dia akan mengganti pakaian nya.

__ADS_1


" Mi, aku berusaha ngerti apa yg kamu rasain waktu itu. Aku pun nyesel melihat sikap Zayn yg nggak percaya sama kamu. Tapi jangan dendam, karna aku sangat tau gimana Zayn. " Ucap Esson yg bermaksud menghiburku.


" Aku nggak benci apalagi dendam. Aku cuma masih kecewa aja Son. Saat aku berusaha membuat kita bersatu, tapi dia malah mendorong ku jatuh ke jurang untuk lebih jauh dari nya. " Curhat ku pada Esson


" Aku tau Mi, tapi itu semua karna otak dia dicuci sama Ily. Bahkan kamu gak tau kalo Ily membuat gambar-gambar nggak senonoh tentang kamu., tapi Zayn pintar, apalagi kalian udah pernah melakukan hubungan badan. Jadi sedikit tidak nya dia tau beberapa bagian badan kamu yg gak sama kaya di foto itu. " sambung Esson


" Aku udag nggak heran dengan perilaku Ily yg mau memonopoli Zayn. Tapi kali ini dia salah, itu anak Denis, dan Denis masih bersedia tanggung jawab. Aku pasti bakal bantu mereka bersatu. " sambung ku lagi dengan ekspresi serius..


" Kamu mau bantu mereka apa masih nggak rela Zayn dengan Ily? " pertanyaan yg di lontarkan Esson seketika membuat piring yg sedang ku pegang jatuh dan pecah.


" Astaghfirullah. Arumi! " ucap Esson kaget dan aku langsung memunguti pecahan demi pecahan bling piring yg berserakan di lantai.


Saat aku mengambil sebuah nya, jari ku terluka karna goresan bling itu.


Zayn menciumi jari ku dan menarik menghisap darah nya agar jari ku tak infeksi. Esson terkesiap melihat aksi dari Zayn. Begitu juga aku terkesiap tanpa berkedip seakan di sambar petir. Aku melihat perlakuan khusus nya yg membuat ku merasa istimewa.


" Zayn, kenapa nggak dari dulu kamu perlakukan aku kaya gini? Hubungan kita pasti sekarang bahagia. " gumam ku dalam hati dengan masih di selimuti ekspresi terkesiap.


Esson berlalu mengambil kotak P3K yg di minta Zayn hingga membuyarkan lamunan kesiap ku.


Zayn dengan sigap membersihkan dan mengobati luka ku.

__ADS_1


" Udah Mi. Lain kali hati-hati. Kalo gitu sekarang kamu ganti baju dulu. Biar aku sama Esson yg beresin ini. " Ucap nya dambil menunjukkan telunjuk nya kearah piring-piring itu.


Aku mengangguki nya dan berlalu menuju kamar ku untuk mengganti pakaian ku. Sepanjang tangga, aku menyentuh luka yg sudah di plasteri oleh Zayn. Masih dengan fikiran yg sama, kenapa dia tak sedari daulu memperlakukan ku layak nya tadi? Ah mungkin ini sudah jalan nya.


Aku membuka lemari dan mengganti pakaian ku di tambah juga harus bersiap-siap.


Aku merias sedikit wajah ku agar terlihat fresh. Kala itu dering telepon genggam ku berbunyi dan aku meraih nya.


" Halo sayang? Kok cantik aja nih pagi-pagi. " Ucap Rey dari seberang saat melakukan panggilan video pada ku


" Kamu lupa kalo ini kencan pertama ku sama mantan suami ku. " sahut ku ebteng dengan maksud memanas-manasi Rey


" Kamu ini mau bikin aku murka ya? Nggak adakan bahasa yg lebih jelek lagi dari kencan? " sahut Rey dengan eksperesi kesal dan mata melotot nya.


" Kamu mah jauh, jadi aku bebas kencan. Hehehehe " goda ku lagi dengan cengar cengir


" Awas aja kamu kalo aku udah pulang! " bentak Rey tapi tak mengeraskan suara nya


" Mau apa? Uweekkk " ejek ku lagi debgan menjulurkan lidah ku.


" Mau aku lamar dan aku bawa ke KUA! Aku nggak main-main! " sambung Rey

__ADS_1


" Aku nggak mau. Ya udah aku mau kencan dulu ya sayang. Bye bye. " Sahut ku main-main seraya menekan layar untuk memutuskan panggilan tanpa menghiraukan Rey yg masih memanggil nama ku agar tak mematikan telepon nya.


" Untung aja Rey telpon, kalo nggak aku bakal sakit jiwa tadi mikirin Zayn. " ucap pada cermin saat memandangi diri sendiri.


__ADS_2