
Hari ini Nini tidak bekerja. Dia masih saja tidur dengan nyenyak padahal sudah hampir jam 7 pagi.
Johan sudah bangun menuju kamar mandi.
Sehabis mandi dia melihat Nini masih saja terbaring di ranjang.
" Dasar pemalas." Johan masih memakai handuk berjalan menuju jendela dan membuka gorden.
Cahaya matahari menerpa wajah Nini. Membuatnya menggelengkan kepalanya perlahan. Mengusap matanya dengan malas.
"Bangun. Buatkan aku sarapan sekarang juga." Johan berjalan menuju ruangan pakaian.
Nini menguap, menggaruk malas rambutnya yang tidak gatal. Dengan langkah pelan dia berjalan menuju kamar mandi mencuci mukanya.
Johan masih belum keluar. Nini berjalan keluar menuju dapur.
" Selamat pagi ayah ibu." Nini menyapa sopan ketika bertemu ayah dan ibu yang sedang duduk santai di ruangan tengah.
" Ehh Nini. Mau kemana kamu sayang." tanya ibu dengan senyum di wajahnya.
" Mau ke dapur bu, buatin..." Nini terdiam sebentar
*H*arus aku panggil apa ya di depan ayah dan ibu biar terdengar romantis
"Buatin mas Johan sarapan." Nini merasa jijik dengan panggilannya pada Johan barusan
" Ohh.. Kenapa gak minta sama pelayan aja?" ibu bertanya lagi
"Dia gak mau bu. Katanya pengen makan masakan istrinya aja. Heheh"
*A*hh, pasti ayah dan ibu akan mengira kalau kita saling mencintai.
"Hahah.. Ya sudah nak. Sana nanti keburu marah kalau lama tunggunya." ibu menunjuk arah dapur pada Nini.
" Permisi ayah ibu." kata Nini sopan
Ayah dan ibu mengganggukkan kepala
__ADS_1
Sampai di dapur Nini bingung mau masak apa. Sudah banyak pelayan di sana yang sibuk menyiapkan sarapan dengan porsi yang banyak.
Ibu Idah menghampirinya
" Mau buatkan sarapan non?" tanya ibu Idah
"iya bu. Tapi aku bingung ni mau buatin apa, kalau nasi goreng takut dia bosan."
" Bubur ayam non. Tuan Johan paling suka dengan itu." kata ibu Idah
" Yahh.. Tapi aku gak suka bu." bibir Nini manyun
" Ya sudah nasi goreng aja non. Tuan Johan gak boleh nunggu lama, nanti bakalan marah."
" Ya deh bu. Itu aja." Nini langsung bergegas menyiapkan semua bahan dan mulai menggorengnya cepat.
Johan tersenyum geli melihat Nini yang sangat sibuk dari cctv yang terpasang pada laptobnya.
Nasi goreng ala Nini pun sudah matang. Ibu Idah sudah menyiapkan nampan dengan 2 piring di atasnya. Nini menuangkannya pelan agar tidak belepotan.
" Sudah beres." Nini mengangkat nampannya siap berjalan
" Gak usah bu. Aku bisa kok, heheh" Nini berjalan menuju pintu
" Jangan non, nanti nyonya marah sama kami karena membiarkan non membawanya."
" Gak kok bu. Nanti aku aja yang bilang sama ibu kalo aku yang ingin membawanya sendiri."
" Baiklah non." ibu Idah menundukkan kepalanya.
Nini hanya menggeleng, dia tidak suka orang yang lebih tua harus tunduk padanya.
Dengan hati-hati Nini berjalan membawa makanan dan minuman yang sudah disusun di atas nampan itu. Langkah demi langkah dia menaiki tangga.
Tiba di depan pintu dia sedikit kesusahan membuka pintu. Johan sudah melihatnya daru cctv, tapi dia berpura-pura tidak tahu.
" Hallo tuan Johan." Nini setengah berteriak
__ADS_1
Johan tertawa lebar membukakan pintu.
" Ayo masuk bibi." Johan menggoda Nini
" Ehh kamu kira aku pembantumu?" Nini mencibir kesal berjalan menuju meja
" Lohh bukannya Michele memanggilmu begitu?" Johan mengikuti istrinya dari belakang
Nini menaruh nampan itu dengan hati-hati. Berbalik ke arah Johan dan melipat tangan di dadanya.
"Cuma Michele yang panggil gitu. Kamu jangan aku tahu kok maksud panggilan kamu kayak gitu."
"Hahaha. Terserah apa maumu,aku mau makan dulu." Johan duduk dan mengambil sendok lalu memasukkan suapan pertamanya.
" Apa kau tidak makan?" tanya Johan ketika melihat Nini hanya berdiri saja
" Hemmm.. Makan kok." Nini membanting tubuhnya pelan pada sofa lalu bersama mereka menikmati nasi goreng itu.
Selesai makan Johan berpamitan pada Nini.
"Aku berangkat."
" Ya, hati-hati di jalan." Nini masih duduk di sofanya
"Apa kau tidak ingin menciumku?"
" Ihhh gak usah lebay deh. Gak ada orang di sini." Nini melirik pada suaminya
" Tidak. Mulai sekarang kamu harus menciumku setiap aku akan berangkat." kata Johan sambil menunjuk pipi kanannya.
" Tidak mau." bibir Nini manyun
" Cepattt!!!" suara Johan sudah sedikit kasar
Nini berdiri dan mencium pipi suaminya dengan malas.
"Nah gitu dong" Johan tertawa mengacak rambut Nini lalu berjalan keluar.
__ADS_1
Setelah Johan pergi,ada senyuman bahagia di wajah Nini. Dengan penuh kebahagiaan dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Bersambung.....