Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 11


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Pesan Istri Solehot hari ini : Jangan pernah cerita masalah mu pada teman mu, karena teman mu pasti punya teman yang lain dan teman-nya yang lain itu juga punya teman yang lain lagi.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Dewa kembali berjalan mendekati Xena sampai Xena tersudut di dinding.


"K-kak, Kak De-wa, ja-jangan Kak!!" Mohon Xena.


Dewa tak memperdulikan permohonan Xena. Ia malah menarik tangan Xena dan memeluknya.


"Aakh... Kak Dewa lepas!!! Mama mertua, tolong Xena!!!" Teriak Xena.


Sontak Dewa menutup mulut Xena dengan telapak tangannya.


"Diem loe, gak usah teriak-teriak!! Ganti aja teriakan loe dengan des•ahan!!" Bisik Dewa.


Xena makin meronta sambil memukul-mukul dada Dewa.


Karena Xena yang tak mau diam, Dewa menarik Xena ke ranjang dan membaringkannya kasar diatas ranjang lalu menindihnya.


"Kak Dewa jangan Kak, please." Mohon Xena.


Dewa tak memperdulikan permohonan Xena. Otak warasnya masih ingin menakut-nakuti dan memberi pelajaran pada Xena.

__ADS_1


Karena Xena terus meronta, Dewa pun meletakkan tangan Xena ke atas kepala Xena dan menahannya.


"Cu•pangan buatan loe gak estetik!! Jadi biar gue ganti dengan cu•pangan yang lebih natural dan estetik." Ucap Dewa lalu mendaratkan bibirnya ke leher Xena.


Awalnya Dewa hanya berniat memberi gigitan kecil di leher Xena. Tapi karena Xena terus bergerak dan menyenggol ulekan rujak, niat awal yang hanya ingin memberi peringatan lama kelamaan Dewa jadi terbawa suasana.


Ulekan rujak pun berubah menjadi kentongan pos ronda.


Agar mendapat sensasi yang lebih menggelitik, secara alamiah dengkul Dewa membuka lebar kaki Xena dan mulai menggesek-gesekkan kentongan pos ronda-nya di depan bibir jengger yang masih ditutupi dua lapis kain berenda.


Xena yang sejak tadi meronta diam seketika. Keenakan? Oh bukan!! Xena ternganga karena merasakan sesuatu yang keras seperti batang kayu.


Merasakan Xena sudah tidak lagi meronta, Dewa yang sudah kerasukan gairah perjaka tua langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Xena. Mengunyah bibir itu dengan lembut.


Sedangkan Xena hanya bisa ternganga. Tubuhnya seperti terserang stroke mendadak, tak bisa di gerakkan. Jangankan di gerakkan, untuk mengeluarkan suara pun Xena tidak bisa. Dan itu membuat Dewa semakin buas.


Bahkan sampai Dewa melepaskan tangannya dari tangan Xena pun, Xena tetap tidak bergerak untuk mendorong Dewa atau melakukan perlawanan. Dan itu membuat Dewa berpikir kalau Xena juga menikmati kunyahan bibir Dewa dan gesekkan kentongan pos ronda di bawah sana.


Saat tangan Dewa meraih apel Hawai-nya, barulah Xena tersadar. Xena pun kembali meronta dan mendorong tubuh Dewa.


"Lepas!! Kak Dewa stop, jangan!!! Lepas Kak Dewa, lepas!!!" Teriak Xena.


Dewa tak menghiraukan teriakan Xena. Ia malah semakin liar menggesek-gesekkan kentongan pos ronda-nya di bibir jengger.


"Kak Dewa, berhenti Kak!!!" Teriak Xena lagi.


"Diem Xen!!! Sebentar lagi!!" Balas Dewa dengan suara serak dan beratnya.

__ADS_1


Hah... sebentar lagi?!! Untuk apa?


Begitulah pikiran Xena.


Tiga menit kemudian.


"Aaarrrgh...." erangan panjang keluar dari mulut Dewa.


Mendengar Dewa mengerang panjang, Xena kembali mematung. Tak meronta dan tak bersuara.


Basah sudah bagian bawah Dewa bahkan sampai menembus kain berenda yang melapisi bibir jengger.


Untuk beberada menit, Dewa terkulai lemas diatas tubuh Xena.


"Kak, Kak Dewa ngompol yah?" Tanya Xena polos.


Dewa yang memejamkan matanya sontak langsung membuka matanya lalu beranjak dari atas tubuh Xena dan berjalan menuju kamar mandi.


BRAAK...


Dewa menutup pintu kamar mandi kasar.


Mendengar pintu kamar mandi tertutup, Xena pun mengubah posisinya menjadi duduk, lalu memegang celananya yang basah karena getah bening yang keluar dari dalam kentongan pos ronda.


Xena pun mencium cairan yang membasahi celananya itu. Xena masih berpikir kalau Dewa mengompol.


"Uweeek!!! Bau apaan nih!!!"

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2