
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
LDR itu keras sayang,
Yang deket aja bisa bohong,
Apalagi yang jauh,
Bisa booking.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Setelah kurang lebih berbincang dengan Pak Gideon, akhirnya Pak Gideon pun pamit pulang dan Dewa pun kembali ke ruang kerjanya.
Sesampainya di ruang kerjanya, Dewa kembali fokus dengan laporan-laporan yang ada di laptopnya.
Saat sedang serius membaca laporan, tiba-tiba saja Dewa merasa ingin minum-minuman dingin.
"Beli pop ice akh." Lirih Dewa.
Dewa pun mengangkat bokongnya dari kursi kebesarannya dan keluar dari ruang kerjanya lalu turun ke lantai bawah.
Sesampainya di lantai bawah, Dewa berjalan menuju meja administrasi.
"Kalian ada yang mau pop ice gak?" Tanya Dewa menawarkan.
"Mau lah Pak, apalagi kalau di bayarin."
"Sana beli, hitung kalian ada berapa. Sekalian beli cemilannya." Ucap Dewa sambil mengeluarkan dompet dari dalam saku celananya.
__ADS_1
"Saya pop ice rasa jeruk manis yah, gak usah pake boba-boba'an, polos aja. Terus cemilannya pisang nugget rasa greentea." Kata Dewa lagi, kali ini ia sambil membuka dompetnya.
Mata Dewa membulat seketika begitu membuka dompetnya, terpampang jelas lah gambar si Otan yang seolah memberi salam seperti SPG showroom Dewa "Selamat membuka dompet." Kira-kira begitulah salam yang di ucapkan si Otan pada Dewa.
"Pasti kerjaannya si tengil nih!!!" Geram Dewa.
"Pak, Pak Dewa, jadi gak nraktir kita?" Tanya salah satu karyawan Dewa.
Dewa pun mengeluarkan kartu debitnya dari dalam dompet.
"Pake ini." Ucap Dewa sambil memberikan kartu debitnya pada salah satu karyawannya.
Kartu debit yang memang ia biasa pakai untuk mentraktir para karyawannya.
Karyawan itu pun menegambil kartu debit itu dari tangan Dewa.
"Jangan lupa pesanan saya." Ucap Dewa lalu pergi dari meja administrasi dan kembali ke lantai atas, keruang kerjanya.
Sesampainya di ruang kerjanya, Dewa langsung menghubungi Xena. Tapi sayang, lima kali Dewa menghubungi Xena, Xena tidaj menjawab panggilannya.
"Dasar tengil!!! Udah dapet duit, gak jawab telepon loe sekarang!!" Dumel Dewa.
• • • • •
Di Mall.
Kini Xena sudah berada di salah satu mall terbesar di kota itu.
Tadi, sewaktu Xena menagih uang belanja pada Dewa, sebenarnya Xena sudah berada di mall itu.
Xena yang takut sendirian di apartemen Dewa pun segera mandi dan lalu keluar dari apartemen Dewa.
__ADS_1
Karena tidak tahu mau kemana, Xena pun memilih untuk langsung ke mall padahal mall masih tutup.
Tidak apalah menunggu satu atau dua jam sampai mall buka, dari pada ia harus berada sendirian di apartemen. Begitulah pikir Xena.
Sambil menunggu mall buka, Xena pun duduk di taman mall sambil bermain cacing-cacing di ponselnya.
Saat sedang seru-serunya bermain cacing-cacing, tiba-tiba Dewa menelpon.
"Iikh.. Kak Dewa ganggu aja!!! Jadi nabrak kan cacingnya!!" Dumel Xena.
Meski ngedumel dan sedang asyik bermain cacing, tapi Xena tetap ingin menjawab telepon dari Dewa.
Jari jempol Xena pun sudah menempel di tombol hijau. Namun saat dirinya hendak menggeser tombol hijau ke atas, Xena berpikir.
"Tunggu. Tumben Kak Dewa nelpon aku duluan?!" Gumam Xena sambil berpikir, karena tak biasanya Dewa menelpon Xena lebih dulu.
Xena pun menarik lagi jempolnya dari tombol hijau dan membiarkan nada dering terus berbunyi. Tapi otaknya terus mencari tahu kira-kira apa alasan Dewa menelpon dirinya.
Tak lama mata Xena membelalak.
"Jangan-jangan Kak Dewa udah ketemu sama si Otan lagi." Tebak Xena.
Apa Xena menjadi ketir? Oh, tidak!! Membayangkan ekspresi Dewa saat bertemu Otan saat membuka dompet, Xena malah cekikikan.
"Blweee... pasti Kak Dewa nelpon aku mau ngomel kan? Emang aku pikirin!!" Kata Xena dengan tengilnya di depan ponsel.
Xena pun terus membiarkan ponselnya berdering untuk membuat Dewa semakin naik tensi.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1