
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Tidak semua orang baik akan bernasib baik dan tidak semua orang jahat akan bernasib buruk.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Begitulah jawaban operator saat Dewa menghubungi Xena.
"Aaargh!!!" Teriak Dewa kesal.
Sekarang Dewa beralih menghubungi Sagita.
"Gue akan buat perhitungan sama loe Git!! Berani-beraninya loe ngejebak gue kayak gini!!!" Geram Dewa.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Sama dengan nomor Xena, nomor Sagita juga tidak aktif.
"Oh.. mau ngilang loe Git, setelah loe lempar bom molotov ke rumah tangga gue!!!" Geram Dewa.
"Gue harus cari Xena, gue harus kasih penjelasan ke dia." Monolog Dewa.
Dewa pun keluar dari dalam apartemennya meninggalkan satu buket ayam goreng cepat saji di ruang makan.
(Kirim ke sini aja napa Wa, ayam gorengnya. 😁😁)
"Kira-kira Xena kemana yah?" Gumam Dewa sambil memikirkan kemana kira-kira Xena akan pergi.
"Apa jangan-jangan kerumah Arthur-Nancy?" Gumam Dewa.
"Gue cari kesana dulu deh. Kalau gak ada baru kerumah Mama-Papa." Gumam Dewa lagi.
Kini Dewa sudah sampai di parkiran.
Saat dirinya hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk.
"Papa." Lirih Dewa saat melihat nama Papa yang tertera di layar ponsel.
Dewa menelan salivanya susah payah.
"Mampus gue. Pasti Xena sekarang udah dirumah Papa nih dan Xena udah ngasih tahu tentang video itu." Gumam Dewa dalam hati.
__ADS_1
Dewa menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya kasar sebelum menggeser tombol hijau di ponselnya.
"Ha-" belum juga Dewa selesai menyapa Papa-nya, Papa Dewa sudah langsung memotong kata-kata Dewa.
"Cepat kerumah Papa sekarang!!" Perintah Papa Dewa dengan nada tegas dan mengintimidasi.
"Ba-baik Pa." Jawab Dewa.
Papa Dewa pun mengakhiri panggilan teleponnya sepihak.
"Aaargh!!" Teriak Dewa sambil mengusap wajahnya kasar lalu masuk kedalam mobil.
• • • • •
FLASHBACK ON.
Rumah Orangtua Dewa.
Pukul 15.30
"Pak, Buk, ada surat buat Bapak dan Ibu." Ucap asisten rumah tangga dirumah itu saat Papa dan Mama Dewa baru pulang dari kondangan.
Papa Dewa sudah tidak lagi menjalankan bisnisnya, semua bisnisnya sudah Papa Dewa serahkan pada anak-anaknya termasuk Dewa. Papa dan Mama Dewa hanya menikmati hidup mereka dari hasil investasi kontrakan tiga puluh petak di berbagai tempat di kota itu.
"Gak tau Bu, gak ada namanya." Jawab asisten rumah tangga.
"Kok aneh, ngirim surat gak ada nama pengirimnya, itu sih sama aja surat kaleng." Ucap Mama Dewa.
"Coba aja buka dulu." Sahut Papa Dewa.
Mama Dewa pun berjalan menuju ruang televisi dan diikuti Papa Dewa.
Sesampainya di ruang televisi, Mama dan Papa Dewa pun mendaratkan bokongnya di sofa panjang. Mereka duduk bersebelahan seperti sedang naik angkot.
"Cepetan buka Mah." Ucap Papa Dewa sudah tidak sabaran.
"Iih si Papa, jangan disini akh, malu!!" Balas Mama Dewa.
"Buka suratnya maksudnya Ma, Mama ikh otaknya ngeres aja!!"
"Oh.. Mama kirain. Habisnya Papa kan keseringan suruh Mama buka yang lain!"
__ADS_1
"Udah cepetan buka!" Kata Papa Dewa lagi yang makin tidak sabaran.
"Apanya di buka Pa? Ini?" Goda Mama Dewa sambil membuka lebar kakinya.
"Hish!! Kalau yang itu mah, nanti malam aja!! Sekarang buka amplopnya dulu!!"
Mama Dewa terkekeh kecil mendengar jawaban suaminya lalu mulai membuka amplop coklat yang ada ditangannya.
Mata Mama dan Papa Dewa membulat seketika saat melihat tiga foto yang baru saja Mama Dewa keluarkan dari dalam amplop coklat itu.
"De-wa..." lirih Mama Dewa. Tangannya bergetar saat melihat foto pertama, baru melihat foto pertama saja tubuh Mama Dewa langsung melemas. Sangking lemasnya foto yang Mama Dewa pegang terjatuh kelantai.
Mama Dewa langsung menyandarkan punggungnya kasar ke sandaran sofa.
"Pa, itu beneran Dewa? Coba Pa, liat bagus-bagus. Itu gak mungkin Dewa anak kita kan Pa!!" Tanya Mama Dewa yang sudah syok berat.
"Tenangin diri kamu dulu Ma, biar Papa liat sekali lagi. Papa yakin ini bukan Dewa, hanya laki-laki yang mirip Dewa." Balas Papa Dewa mencoba menenangkan istrinya.
"Mbak... Mbak.. tolong bawain air minum buat Ibu, Mbak!!" Teriak Papa Dewa.
Setelah itu Papa Dewa pun mengambil tiga lembar foto yang sudah jatuh ke karpet bulu.
Papa Dewa memperhatikan dengan seksama foto itu, mencoba menebak-nebak apakah laki-laki yang ada di dalam foto itu benar anak bungsunya atau bukan.
Dan setelah Papa Dewa lihat-lihat, Papa Dewa yakin kalau laki-laki yang ada dalam foto-foto itu memanglah Dewa dan mantan Dewa yang Papa Dewa ketahui bernama Sagita.
"Panggil Dewa kesini Pa, cepetan!! Kita harus minta penjelasannya dia." Paksa Mama Dewa sambil menggoyang-goyangkan lengan suaminya.
"Iya Ma, iya." Balas Papa Dewa.
"Gimana ini Pa, kalau sampe Xena tahu. Pasti hati Xena hancur banget kalau tahu suaminya berzinah dengan wanita lain."
"Semoga aja Xena belum tahu, jadi kita bisa rahasiain ini dari dia. Tapi Papa akan ngasih pelajaran buat Dewa!!" Geram Papa Dewa.
Mama dan Papa Dewa sudah terlanjur sayang dengan Xena, rasanya mereka tidak ikhlas jika Xena sampai tahu tentang perzinahan Dewa dan Sagita lalu Xena meminta cerai dari Dewa.
Papa Dewa pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dewa.
FLASHBACK OFF.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...