
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Terkadang suka bingung dengan beberapa orang yang suka musingin hidup orang lain.
Apa-apa di komentarin, kalau gak ada yang bisa mereka komentarin dari hidup kita, di cari-cari lah kesalahan kita dan buat kesimpulan mereka sendiri.
Mereka waktu cari-cari kesalahan orang lain, sadar gak yah kalau ada beberapa orang juga yang sedang mencari-cari kesalahan mereka?
Dari pada nyari kesalahan orang lain, mending cari kesalahan diri sendiri lalu memperbaikinya.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
"Gimana, mau gak?" Tanya Bima.
Xena diam sejenak.
"Ya udah ayo." Jawab Xena.
Mereka pun berjalan menuju eskalator untuk naik ke lantai empat dimana toko elektronik berada.
Saat sedang manaiki eskalator, otak licik Xena kembali bekerja. Ia meminta seorang wanita memvideokan mereka dari belakang.
"Mbak, mbak, tolong videoin dari belakang yah." Ucap Xena sambil memberikan ponselnya pada wanita yang ada di belakang mereka.
Wanita itu pun mengambil ponsel Xena.
"Mau ngapain lagi kamu?" Tanya Bima curiga.
"Biasalah." Jawab Xena sambil mengerlingkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Izin yah gandeng tangan kamu." Kata Xena lagi lalu melingkarkan lengannya ke lengan Bima.
Wanita yang di belakang mereka pun mulai merekam Xena dan Bima yang ada di depannya sampai tiba dilantai tiga.
Sesampainya di lantai tiga, wanita itu pun mengembalikan ponsel Xena.
"Makasih yah Mbak." Ucap Xena.
"Sama-sama Mbak." Balas wanita itu lalu pergi meninggalkan Xena dan Bima.
"Coba lihat!" Pinta Bima sambil menengok hasil rekaman video dirinya dan Xena dari belakang.
"Kamu yakin, video ini bisa bikin suami kamu cemburu?"
"Kalau kamu jadi suami aku, cemburu gak lihat aku kayak gini sama laki-laki lain?" Xena malah balik bertanya.
"Gak." Jawab Bima.
"Ya karena menurut aku sih kurang totalitas."
"Kurang totalitas gimana?"
"Menurut aku, biar suami kamu cemburu, sekalian aja kamu kasih lihat muka kita berdua. Kalau cuma gambar tangan atau punggung kayak gini, suami kamu bisa aja mikir kalau kamu ngmbil foto orang lain bukan foto kamu."
"Bener juga sih. Apalagi Kak Dewa kan gak suka sama aku, jadi balesnya harus dengan cara yang terang-terangan." Gumam Xena dalam hati.
Xena pun diam dan nampak berpikir kira-kira gaya apalagi yang harus ia buat.
"Aha.. aku punya ide!!"
"Ide apa?"
__ADS_1
"Ikut aku." Ucap Xena sambil menarik tangan Bima ke lorong toilet.
"Kamu mau ngapain bawa aku ke toilet?"
"Ssst... diam, aku mau kamu dempetin aku ke tembok terus natap aku dengan jarak yang deket."
"Serius kamu mau buat foto kayak gitu?"
Xena menganggukkan kepalanya.
Idenya itu muncul karena teringat dengan kejadian saat dirinya dan Dewa berada di lorong toilet mall meski mall yang berbeda.
Setelah mengangguk, Xena pun kembali meminta bantuan pada wanita yang hendak masuk ke toilet.
"Mbak.. mbak, bisa minta tolong fotoin gak Mbak."
"Bisa Mbak. Mana ponselnya."
Xena pun memberikan ponselnya pada wanita itu.
"Ayo cepetan bergaya seperti yang aku bilang tadi." Perintah Xena pada Bima.
Mau tak mau Bima pun menuruti permintaan Xena. Hitung-hitung sebagai alasannya nanti untuk mengantar Xena pulang kalau Xena tetap kekeh tidak mau diantar pulang.
"Mulai yah." Kata wanita yang siap memfoto Xena dan Bima.
Xena dan Bima pun memasang gaya dengan posisi satu tangan Bima memegang tembok dan wajah mereka hanya berjarak setengah jengkal. Posisi mereka ini seperti pasangan yang sedang ancang-ancang ingin berciuman.
"Satu, dua, cekrek."
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...