Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 59


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Ada tiga hal yang menjadi kunci kehidupan :


1. Jalani.


2. Nikmati.


3. Syukuri.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Setelah si pelayan pergi, Dewa mengambil ponselnya untuk memeriksa apakah ada pesan masuk dari Xena atau panggilan tak terjawab dari Xena.


"Kok dia gak sms gue sih? Kan biasanya dia paling suka sms-in gue, lagi ngapain, udah makan belum." Dumel Dewa karena tidak ada notifikasi pesan masuk maupun panggilan tak terjawab dari Xena.


"Pasti dia lagi pacaran tuh sama si obat kuat!!" Dumel Dewa lagi.


Dewa pun meletakkan ponselnya diatas meja, lalu mengambil ubi bakar dan melahapnya dengan tidak estetik. Rasa cemburu dan kesal membuatnya lupa kalau dirinya orang ganteng yang harus makan dengan elegan.


Dua puluh menit kemudian.


"Hai Wa..." sapa Sagita sambil mendaratkan bokongnya di kursi.


"Darimana aja kamu?" Tanya Dewa.


"Nyari apotik. Perut aku mules. Kamu kan tahu kalau perut aku sering mules kalau di tenpat dingin." Jawab Sagita.

__ADS_1


"Oh.." Dewa membulatkan mulutnya menanggapi jawaban Sagita.


Jangan harap Dewa mengkhawatirkan keadaan Sagita seperti saat mereka masih pacaran dulu.


"Loh.. kok ubi bakarnya cuma satu piring? Tadi kan aku pesen dua." Tanya Sagita saat melihat satu piring ubi bakar di meja.


"Udah habis satu piring aku makan." Jawab Dewa.


"Laper kamu, ngabisin satu piring ubi bakar dalam waktu sekejap?!"


"Dalam waktu sekejap dari Hongkong!! Kamu-nya aja yang lama!!" Balas Dewa.


"Eh.. iya juga sih." Gumam Sagita dalam hati.


Sagita pun mengambil segelas teh panas yang tadi ia pesan.


"Ini juga teh-nya udah dingin!! Gimana sih Mas-nya!!" Protes Sagita saat baru menyeruput teh-nya dan merasakan teh itu sudah tidak panas lagi.


"Cih!!" Decih Sagita.


"Udah gak usah banyak protes, yang salah kan kamu. Kalau kamu gak mau minum teh yang udah dingin, tinggal pesen lagi yang baru dan jangan kamu tinggal lagi. Jangan malah memanaskan teh itu lagi, karena rasanya akan beda!" Kata Dewa lagi.


Sagita memutar bola matanya malas lalu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri si penjual untuk membuatkan teh panas yang baru untuk dirinya.


"Git.." panggil Dewa.


"Apa?"


"Pesenin satu lagi ubi bakarnya." Ucap Dewa.

__ADS_1


"Iya!!" Jawab Sagita.


Sagita pun meneruskan langkahnya menuju si penjual ubi bakar.


Setelah memesan satu gelas teh panas baru untuknya dan satu piring ubi bakar untuk Dewa, Sagita pun kembali ke tempat duduknya.


Sagita berpikir sambil melirik Dewa cara agar Dewa meminum obat tidur yang ia beli tadi.


"Duuh, gimana nih caranya biar obat tidur ini Dewa minum?" Gumam Sagita dalam hati.


Pyuuuut... tiba-tiba saja Dewa mengeluarkan gas berbau dari knalpotnya.


"Ish... jorok kamu Wa!!" Protes Sagita.


"Maaf, maaf. Perut aku tiba-tiba mules gini yah." Balas Dewa.


"Aku ke toilet dulu." Ucap Dewa sambil mengangkat bokongnya dari kursi.


"Kebanyakan makan ubi tuh kamu!!" Cibir Sagita.


Dewa tidak memperdulikan cibiran Sagita dan meninggalkan Sagita.


Setelah kepergian Dewa, ide licik nan cemerlang pun melintas di otak Sagita.


"Ini sih namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan." Gumam Sagita.


Mmmm... apa yah ide licik Sagita itu??


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2