Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 73


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Ingat ya!! Pada dasarnya orang lain tidak akan peduli padamu kecuali kamu menguntungkan baginya.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


"Aku ini istri sah!! Jadi gak boleh kalah sama pelakor!! Aku akan kasih tunjuk sama kamu Sujigong seberapa jauhnya level kita!! Jangan kamu pikir aku masih bocil, terus kamu bisa ngejatuhin mental aku dengan cara murahan kayak gitu!! Sorry yah!! Xena nih bos, senggol dong!!" Xena terus mengoceh.


Setelah dirasa wajahnya sudah terlihat lebih fresh, Xena pun keluar dari dalam kamar-nya.


"Kak Acy, Kak Arthur, aku pulang dulu yah." Pamit Xena.


Arthur dan Nancy pun menganggukkan kepala mereka bersamaan.


"Mau dianter gak? Sekalian kita mau berangkat kerja." Tawar Arthur.


"Gak usah, ojek online pesanan aku udah dateng di pos satpam depan sana." Tolak Xena.


"Ya udah hati-hati yah." Balas Arthur.


Xena pun keluar dari dalam rumah Arthur-Nancy dan berjalan dengan langkah panjang. Ia sudah tidak sabaran ingin menemui Dewa dan pastinya meminta penjelasan Dewa secara langsung lebih dulu.

__ADS_1


• • • • •


Kini Xena sudah berada di unit apartemen Dewa.


Apartemen Dewa terlihat kosong. Xena pikir Dewa sudah berangkat ke showroom.


Xena pun masuk ke kamarnya.


Namun betapa kaget-nya Xena saat melihat Dewa yang sedang tidur di ranjangnya.


Sudah pukul sembilan lewat, tapi Dewa masih tidur.


Wajar saja kalau Dewa masih tidur karena ia masih di pengaruhi sisa-sisa obat tidur yang kemaren Dewa konsumsi. Apalagi obat tidur itu berdosis tinggi.


Semalam selesai berteleponan dengan Arthur dan setelah Dewa mengirimkan video dirinya dengan Sagita sebenarnya Dewa ingin menyusul ke rumah Arthur.


Setelah berjam-jam memikirkan keputusan apa yang harus ia ambil dalam pernikahannya, Dewa pun memutuskan ingin meminta maaf pada Xena, ia ingin mengakui pada Xena tujuan awalnya bersama Sagita dan meminta Xena dengan benar untuk menjalani kehidupan suami istri dengan benar.


Tapi sayangnya niatnya yang sudah menggebu-gebu itu tidak sejalan dengan daya mata-nya yang sudah melemah. Dewa pun memutuskan untuk menidurkan matanya tiga puluh menit, bahkan Dewa sampai memasang alarm tiga puluh menit. Namun karena efek obat tidur masih begitu kuat, sampai tiba alarm berbunyi berkali-kali, Dewa tak kunjung bangun.


"Xen.. Xen..." Dewa mengigau pelan dan suara Dewa yang sedang mengigau memanggil namanya terdengar oleh Xena yang kini sudah berada di samping ranjang.


"Kak... Kak Dewa." Xena menoel-noel punggung Dewa karena posisi Dewa saat ini sedang membelakanginya.

__ADS_1


Melihat tubuh Dewa gemetaran, Xena tahu kalau saat ini Dewa sedang tidak baik-baik saja.


Xena pun membalikkan tubuh Dewa untuk melihat dengan jelas keadaan Dewa.


Betapa kagetnya Xena saat melihat wajah Dewa yang sudah merah dengan keringat sebesar biji jagung padahal suhu ruangan sangat rendah.


Xena pun menempelkan punggung tangannya ke kening Dewa.


"Astaga, panas banget!!" Pekik Xena.


"Kak, Kak Dewa." Xena menepuk-nepuk pipi Dewa pelan untuk membangunkan Dewa.


Di percobaan pertama, Xena belum berhasil membangunkan Dewa tapi Dewa masih tetap mengigau menyebutkan namanya.


"Kak, Kak Dewa, bangun Kak, ini aku Xena." Xena membangunkan Dewa lagi. Sama seperti percobaan pertama, di percobaan pertama Dewa masih juga belum bangun dan itu membuat Xena panik.


"Kak.. Kak Dewa bangun dong ini aku Xena." Suara Xena sudah mulai bergetar karena panik.


Karena di percobaan ketiga Dewa juga belum mau bangun, Xena pun memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke wajah Dewa.


Lalu....


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2