Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 29


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Jika pasangan mu lebih banyak membuat mu bersedih ketimbang membuat mu bahagia, itu tandanya pasangan mu bukanlah orang yang pantas menerima cinta dari mu.


Eyaaaakkk


Eyaaaakkk


Eyaaaakkk


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


"Gue hitung sampe tiga untuk loe narik kata-kata loe tadi!!" Perintah Dewa.


Tapi Xena bersikeras GTM alias Gerakan Tutup Mulut.


"Satu.." Dewa pun mulai menghitung sambil berjalan perlahan mendekati Xena.


"Satu setengah."


Xena masih tetap bungkam.


"Dua."


Xena masih bungkam.


"Gak ada takutnya loe yah!! Gue serius ini Xena!!!" Teriak Dewa.


Xena tetap tidak bergeming.

__ADS_1


"Dua setengah!!" Teriak Dewa lagi.


Kini Dewa sudah berdiri tepat di hadapan Xena dan hanya berjarak setengah jengkal saja dari Xena.


"Xen, gue serius!! Kalau loe gak narik kata-kata loe yang tadi, gue akan bener-bener minta hak gue sekarang!!"


"Aku gak akan pernah narik kata-kata aku!!"


"Loe yakin, hah? Gue gak akan pernah berhenti sekalipun loe menjerit kesakitan!!"


"Mmm..!!! Aku gak takut!! Lakukanlah sebanyak yang Kakak mau, kalau perlu sampai aku hamil." Tantang Xena.


DEEENG..


Telinga Dewa langsung berdengung mendengar Xena menyebut kata hamil.


"Shiiit!!! Kok gue sampe gak kepikiran kesitu yah!!!" Gumam Dewa dalam hati.


"Tahan Dewa, tahan!! Loe gak boleh nyentuh Xena!! Loe harus sabar dan harus bisa tahan hasrat loe, ingat tujuan loe!! Loe harus buat Xena cemburu dan muak sama loe sampai Xena menceraikan loe!!" Gumam Dewa lagi dalam hatinya.


"Untuk kali ini gue maafin loe!! Lain kali jangan pernah loe tag-tag nama gue atau keluarga gue di media sosial!! Paham loe!!" Ucap Dewa. Ia terpaksa menyudahi permasalahan ini.


Setelah mengatakan itu, Dewa pun keluar dari dalam kamar mandi.


BRAAAK. Tak lama suara pintu kamar yang tertutup dengan kasar pun berbunyi.


Saat itu juga lah, Xena yang masih di dalam kamar mandi baru bernafas lega lalu menarik nafasnya dalam-dalam untuk menambah asupan oksigen dalam paru-parunya.


Namun saat sedang menarik nafas, sekilas Xena mencium aroma-aroma yang tidak mengenakkan.


"Bau apaan nih?" Monolog Xena sambil mengendus.

__ADS_1


"Kayak bau sungai ciliwung." Monolognya lagi.


"Tapi asal bau-nya dari tubuh aku." Monolog Xena saat hidungnya berhasil mendeteksi keberadaan pusat bau.


"Kok ini basah?!" Lirih Xena sambil meraba tirai segitiga bagian belakang, lebih tepatnya pada bagian pipa tinja-nya.


Xena pun mencium tangannya yang baru ia pakai meraba tirai segitiganya.


"Uweeeeek.."


"Astaga, kok aku bisa cepirit?!" Pekik Xena saat dirinya baru sadar kalau pipa tinjanya mengeluarkan sedikit sari-sari kotoran.


Tadi saat dirinya dan Dewa saling menantang, Xena yang sebenarnya dalam keadaan malu karena hanya memakai kacamata kain untuk menutupi gunung Xenabung dan tirai segitiga untuk menutupi Xenangkangan-nya dan juga dalam keadaan takut, karena takut Dewa benar-benar meminta hak-nya sebagai suami, Xena sampai tidak sadar kalau pipa tinjanya merembes mengeluarkan sari-sari kotoran dari dalam usus.


"Kak Dewa tadi nyium gak yah bau sungai ciliwungnya?"


"Aaargh malu banget aku kalau Kak Dewa sampai nyium!!"


• • • • •


Meninggalkan Xena yang sedang menerka-nerka apa aroma sungai ciliwung dari pipa tinja Xena terdeteksi oleh penciuman Dewa.


Ada Dewa yang sedang meredam emosinya di kamar mandi yang ada di dekat dapur.


Main sama Tante Dovie, karena lagi-lagi melihat penampakan tubuh Xena? Oh bukan!! Kali ini Dewa benar-benar hanya meredam emosinya dengan merendam wajahnya di wastafel yang sudah ia isi dengan air untuk mendinginkan kepalanya.


Tak sampai satu menit, Dewa pun mengeluarkan kepalanya dari dalam air.


"Aaarrgh!!! Hampir aja gue khilaf!!!" Pekik Dewa.


"Kayaknya besok gue harus ke psikolog, minta di resepin obat depresi!! Gue udah setengah gila ngadepin si tengil itu!!"

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2