Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 55


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Kalau lagi seneng-seneng, lagi liburan, jangan lupa pamer di sosial media yah, biar yang sirik sama kita makin panas ngeliat kita bahagia.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Keesokan paginya.


Pukul 08.00


Seperti hari kemarin, pagi ini Dewa kembali mengantar Xena ke kampus.


"Jam berapa nanti loe pulang kuliah?" Tanya Dewa sambil mengendarai mobilnya.


"Jam satu."


"Nanti pulang kuliah langsung pulang, soalnya perabotan buat di kamar loe mau dianter hari ini. Nanti gue bilang nganternya jam tiga-an aja."


"Udah Kakak bayar kan?"


"Ya udah lah. Loe tinggal terima barang aja pokoknya."


"Oke."


"Dia gak mau nanya gitu hari ini gue mau ngapain aja." Gumam Dewa dalam hati sambil melirik Xena.


"Tanya dong, kan kemaren loe udah nguping pembicaraan gue sama Gita." Kata Dewa lagi masih dalam hatinya.


Tapi yang di harapkan bertanya malah cuek bebek dan malah memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Ponsel terus yang di liatin!" Celetuk Dewa.


"Emangnya mau liatin siapa lagi?" Tanya Xena balik


"Apa Kak Dewa mau-nya aku ngeliatin Kakak terus yah?" Goda Xena.


"Iya deh nih aku liatin!" Kata Xena lagi sambil menatap Dewa dengan memangku dagunya di kedua telapak tangannya.


"Gak gitu juga!!" Ucap Dewa sambil mengusap wajah Xena.


"Tuh kan udah di liatin malah protes." Balas Xena.


"Udah diem loe, ganggu konsentrasi gue aja!" Balas Dewa ketus padahal ia sudah salting karena tatapan Xena.


Lima belas menit kemudian.


Mobil yang Dewa kendarai pun sudah sampai di parkiran kampus.


"Aku kuliah dulu yah Kak." Pamit Xena sambil menyodorkan tangannya untuk mencium punggung tangan Dewa.


"Kuliah yang bener!" Balas Dewa.


"Mmm.." balas Xena lalu keluar dari dalam mobil Dewa.


"Hish sialan, gak ditanyain lagi gue mau ngapain seharian ini!!" Kesal Dewa sambil memukul setir mobilnya.


Dewa pun melepas rem tangan dan hendak melajukan mobilnya keluar dari area kampus Xena.


Namun saat Dewa baru mau menginjak gas, tiba-tiba ia melihat Bima yang sedang berlari menghampiri Xena.


Dewa pun mengurungkan niatnya untuk menginjak gas. Ia menajamkan matanya melihat ke arah Xena dan Bima yang sekarang terlihat sedang bercanda-canda sambil berjalan memasuki gedung kampus.

__ADS_1


Melihat itu Dewa menggertakkan giginya dan mencengkram erat-erat setir mobilnya.


"Argh!!" Kesal Dewa sambil memukul setir mobilnya.


Dengan nafas yang memburu dan rahang yang mengeras, Dewa langsung menginjak gas mobilnya setelah Xena dan Bima sudah tidak terlihat lagi.


Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh keluar dari area kampus Xena menuju showroom-nya.


• • • • •


Showroom Dewa.


"Selamat pagi Pak." Sapa para karyawan Dewa saat Dewa melintas di hadapan mereka.


Tapi Dewa tak membalas sapaan para karyawannya dan terus berjalan dengan langkah panjang dan ekspresi wajah yang emosi menuju ruangannya di lantai atas.


"Pak Dewa kenapa?" Bisik salah satu karyawan pada karyawan yang lainnya.


Karyawan yang ditanya hanya menggedikkan bahunya.


"Mungkin gak dapet jatah kali dari istrinya tadi malam." Celetuk karyawan yang lain.


"Bisa jadi." Balas karyawan yang lainnya.


"Eh.. tapi ngomong-ngomong istrinya Pak Dewa yang mana sih? Kan katanya Pak Dewa gak jadi nikah sama Bu Sagita. Terus istrinya Pak Dewa yang mana?" Tanya karyawan yang lain.


"Iya, aku juga penasaran sama istrinya Pak Dewa. Katanya sih masih muda banget." Balas karyawan yang lainnya.


"Apa jangan-jangan perempuan yang pernah datang kesini waktu ada Bu Sagita yah?" Lirih seorang karyawan yang pernah melihat Xena.


Sontak para karyawan yang lainnya langsung menarik bangku masing-masing lalu mendekati karyawan itu dan mereka pun membuat lingkaran sebelum memulai diskusi mereka. Dengan metode diskusi panel dimana satu orang yang menjadi nara sumber dan para karyawan lainnya menjadi pendengar, mereka pun memulai diskusi mereka untuk mendapatkan informasi tentang Bu Boss mereka.

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2