Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 37


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Aku ini pemarah seperti Squidward,


Kadang juga aku egois seperti Tuan Krab,


Dan kadang aku juga tolol seperti Patrick,


Tapi, aku akan selalu ada untuk mu seperti Spongebob.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Kini Xena sudah berada di lantai dua.


Bima pun mulai menjalankan triknya.


Ia mengeluarkan ponselnya dan pura-pura memainkannya lalu berjalan menghampiri Xena dari arah yang berlawanan.


Sampai akhirnya...


BRUUK..


Dengan sengaja Bima menabrak Xena sampai ponselnya jatuh ke lantai.


"Eh... maaf-maaf." Ucap Xena sambil menundukkan wajahnya.


Bima yang menabrak, tapi Xena yang minta maaf.


"Eh.. gak pa-pa. Harusnya saya yang minta maaf." Balas Bima sambil membungkuk mengambil ponselnya.


Merasa tak asing dengan suara laki-laki yang menabraknya Xena pun ikut membungkuk dan memperhatikan wajah si laki-laki dengan seksama.

__ADS_1


Bima pun sama, merasa Xena membungkuk dan sedang memperhatikannya, Bima pun mendongakkan wajahnya untuk melihat Xena.


"Strike." Sorak sorai di hati Bima karena Xena masuk ke dalam pancingannya.


"Loh, kamu bukannya..." pekik Xena dan Bima bersamaan sambil saling tunjuk.


Tak lama Bima pun mengalihkan pandangannya dari Xena lalu mrngambil ponselnya yang jatuh lalu kembali berdiri tegak.


Sama dengan Bima, melihat Bima berdiri tegak, Xena pun ikut berdiri tegak.


"Kamu bukannya pelayan di outlet bakso tadi? Ngapain kamu disini? Gak kerja?" Tanya Xena.


Bima menggelengkan kepalanya.


"Jangan-jangan kamu kabur yah karena gak mampu bayar makanan aku tadi?" Tanya Xena curiga.


"Enak aja!!" Balas Bima ketus sambil mengutak-atik ponselnya.


"Kenapa ponsel kamu?"


"Retak layar-nya. Ngeheng lagi." Jawab Bima.


"Sial demi kenalan sama ini cewek, ponsel aku yang jadi korbannya. Malah masih baru lagi nih ponsel." Gumam Bima dalam hati.


"Bawa aja ke tempat servis."


"Gak usah. Nanti aku beli baru aja."


Mata Xena membulat mendengar jawaban Bima.


"Dia ngomongnya enak banget, beli ponsel baru udah kayak beli kacang rebus di abang-abang gerobak." Gumam Xena dalam hati.


"Udah gak usah di pikirin. Kan aku yang nabrak kamu jadi aku gak bakalan nuntut ganti rugi." Ucap Bima saat melihat wajah Xena.

__ADS_1


"Kamu nuntut ganti rugi pun aku mana punya uang." Balas Xena dalam hati.


"Oh iya, karena kita ketemu lagi, pamali kalau gak kenalan. Kenalin, nama aku Bima." Ucap Bima sambil menyodorkan tangannya pada Xena.


"Xena." Balas Xena sambil membalas uluran tangan Bima.


"Woah.. nama kita juga memiliki arti yang sama yah. Sama-sama superhero, cuma bedanya nama aku superhero lokal kalau kamu superhero interlokal."


"Interlokal!! Telepon kali akh.." balas Xena.


Bima hanya cekikikan mendengar jawaban Xena.


"Aku lanjut belanja yah. Senang berkenalan dengan mu." Ucap Xena dan hendak berlalu dari hadapan Bima.


"Eits tunggu." Cepat-cepat Bima menahan tangan Xena.


"Apa?"


"Boleh gak aku nemenin kamu?" Tanya Bima.


"Gak usah aku sendiri aja." Jawab Xena sambil menghentakkan tangan Bima dari tangannya.


"Udah gak pa-pa. Waktu aku juga kosong, daripada aku muter-muter keliling mall nanti disangka lagi ngincer cabe-cabean lagi, ya mending aku nemenin kamu belanja."


"Gak usah. Nanti kalau suami aku atau keluarga suami aku lihat pasti mereka salah sangka kalau ngeliat aku jalan sama cowok lain."


DUAAAAR...


Bagai tersambar petir di siang hari, Bima terkaget-kaget dengan pengakuan Xena.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2