
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Hidup mu mau bahagia?
Maka dari itu carilah pasangan yang berwibawa.
Wiiiih... bawa mobil..
Wiiiih... bawa berlian..
Wiiiih... bawa uang banyak.
😂😂😂
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Setengah jam kemudian.
Ceklek. Dewa keluar dari dalam kamarnya.
Dan terlihatlah Xena sudah tertidur di sofa ruang tengah.
"Dia malah tidur lagi." Cibir Dewa.
"Bagus deh, kan kalau gini gue bisa tidur di kamar." Gumam Dewa.
__ADS_1
Dewa pun memutar tubuhnya hendak ke kamarnya lagi dengan maksud ingin mengambikan Xena selimut.
Dengan selimut di tangannya, Dewa pun kembali ke ruang tengah.
Sesampainya di ruang tengah, Dewa pun membentangkan selimut dan memakaikannya pada Xena.
"Loe jangan salah paham yah gara-gara gue selimutin loe!! Gue selimutin loe karena gue gak mau loe sakit, karena kalau loe sakit, gue juga yang repot!" Ucap Dewa sambil menyelimuti Xena.
Setelah menyelimuti Xena, Dewa pun memutar tubuhnya hendak meninggalkan Xena.
Namun baru baru saja selangkah ia melangkah, hati kecilnya tak tega membiarkan Xena tidur di sofa.
Dewa pun memutar tubuhnya lagi dan memandangi Xena yang tertidur nyenyak.
Cukup lama Dewa melihat Xena ssmbil menimbang-nimbang keputusan yang harus ia pilih.
Antara membawa Xena ke dalam kamar dengan cara menggendong atau membangunkan Xena. Atau tetap membiarkan Xena tidur di sofa tapi dirinya ikut menemani Xena tidur di sofa ruang tengah itu.
Dewa menghela nafasnya kasar saat ia sudah mantap dengan keputusannya.
Dewa pun mendekati Xena yang sedang tidur. Lalu menggendong tubuh Xena ala bridal style dan berjalan menuju kamar.
Ceklek. Setelah susah payah membuka pintu, akhirnya Dewa berhasil membuka pintu kamarnya.
Dewa pun berjalan memasuki ruang tidur lalu membaringkan Xena diatas ranjang dengan perlahan.
"Huhh.. kelihatan doang kurus, tapi berat banget!! Kebanyakan dosa sih loe!!" Gerutu Dewa.
__ADS_1
"Tapi kalau di lihat-lihat, loe tuh manis juga yah, tapi kalau lagi tidur doang. Kalau udah bangun dan dateng tengilnya, rasa-rasanya pengen gue jitak kepala loe sampe amnesia!!" Kata Dewa lagi.
Dewa pun menyelimuti Xena, mengatur suhu pendingin kamar pada suhu sedang, lalu mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur yang ada di nakas sebelah Xena.
Setelah itu baru lah Dewa keluar dari dalam kamar dan kembali ke ruang tengah.
Sesampainya di ruang tengah, Dewa membaringkan tubuhnya di sofa tempat Xena tidur tadi.
Sambil berbaring, Dewa sambil memainkan ponselnya berniat untuk mengecek email masuk lalu membuka media sosialnya ataupun membuka aplikasi Ketok-Tok untuk melihat orang-orang yang joget ngabrut.
Setelah membuka email dan menjawab email yang masuk, Dewa pun beralih membuka media sosialnya.
Mata Dewa langsung membulat sempurna saat melihat foto-foto dirinya dan Xena yang tadi Xena bilang akan dikirim ke Mama-nya malah Xena masukkan kedalam media sosial dan yang lebih parahnya lagi Xena mentag semua keluarganya.
"XENAAAAAAAA!!!!" Teriak Dewa sekencang-kencangnya. Emosinya sudah di ubun-ubun.
Bahkan sangking kencangnya teriakan Dewa, Xena sampai terbangun dari tidur pulasnya.
"Kayaknya aku tadi denger suara Kak Dewa teriak deh." Lirih Xena yang masih belum seratus persen sadar.
Tak lama...
BRAAK. Dewa membuka kasar pintu kamarnya dan berjalan menuju ranjang.
Mendengar Dewa membuka pintu kamar dengan kasar, Xena yakin kalau saat ini Dewa pasti sedang emosi, meski Xena belum sadar apa yang membuat Dewa emosi.
Xena pun kembali menutup matanya dan pura-pura tidur.
__ADS_1
• • • • •
Bersambung...