
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Kamu tidak akan pernah bisa memulai kisah yang baru jika kamu tidak segera mengakhiri kisah yang lama.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Mendengar ada suara Sagita, cepat-cepat Xena menonaktifkan pengeras suara ponselnya.
"Kak Dewa itu-" lirih Xena.
Siapa sih Wa? Si bocah? Udah lah Wa matiin aja, aku udah gak tahan.
Tuuut.. tuuut.. tuuut.
Panggilan pun berakhir begitu saja.
Rahang Xena mengeras.
"Dasar ulet burik!!! Masih getol aja dia deketin Kak Dewa!!" Geram Xena dalam hati.
"Kamu gak pa-pa?" Tanya Bima sambil memegang pundak Xena.
Xena pun menatap Bima dengan tatapan yang tak biasa.
Melihat tatapan Xena yang aneh, perasaan Bima langsung tidak enak.
"Kok bulu kuduk aku merinding gini yah?!" Gumam Bima dalam hati.
• • • • •
Showroom Dewa.
Tadi saat Dewa sedang menghubungi Xena, tiba-tiba saja Sagita masuk ke ruang kerjanya.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Dewa ketus sambil meletakkan ponselnya ke atas meja kerja.
"Ini. Maksudnya ini apa? Kamu bilang mau cerai sama istri kamu, tapi ini kok malah gini!!" Jawab Sagita marah-marah sambil menunjukkan foto Dewa-Xena yang ada di media sosial.
__ADS_1
Gaya Sagita marah seperti seorang kekasih yang dijanjikan akan segera di nikahi.
"Itu foto hanya untuk bikin Mama aku percaya kalau hubungan aku sama Xena baik-baik aja. Cuma itu." Jawab Dewa santai.
"Bohong!!" Bentak Sagita.
"Apaan sih kamu, bentak-bentak aku kayak gitu!! Untuk apa juga aku bohong sama kamu? Kita kan gak punya hubungan apa-apa!! Hubungan kita sekarang hanya sebatas teman, ingat itu!" Balas Dewa tak kalah membentak.
Sagita pun diam seribu bahasa.
Kecemburuannya membuat ia lupa kalau dirinya hanyalah selingkuhan pura-pura'nya Dewa.
"Maaf Wa, aku terbawa emosi." Balas Sagita.
Tok.. tok.. tok..
Tiba-tiba salah satu karyawan Dewa mengetuk pintu kaca.
"Masuk." Jawab Dewa.
Karyawan itu pun membuka pintu ruang kerja Dewa.
"Letakkan saja meja itu." Balas Dewa sambil menunjukkan meja yang ada di depan meja kerjanya.
Karyawan itu pun meletakkan pesanan Dewa di meja yang Dewa tunjuk.
"Saya permisi Pak."
"Mmm."
Karyawan itu pun keluar dari dalam ruang kerja Dewa.
Setelah karyawannya pergi, Dewa pun berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju sofa.
Saat Dewa sedang berjalan menuju sofa, dengan tidak tahu malunya Sagita mengambil pop ice pesanan Dewa.
PLAK... Cepat-cepat Dewa memukul lengan Sagita.
"Ini punya aku!! Kalau kamu mau pesan sendiri!!" Ucap Dewa.
__ADS_1
"Kok kamu jadi pelit gitu sama aku Wa?"
"Salah? Kamu kan bukan siapa-siapa aku lagi sekarang?"
"Tapi kita kan udah temenan Wa."
"Kita berteman bukan berarti kamu bisa menguasai apa yang aku miliki kan? Minuman ini cuma satu dan aku udah nunggu ini dari tadi. Terus kamu datang dan mau mengambil gitu aja? Enak aja kamu!! Beli sendiri sana!!" Balas Dewa.
"Cih.." cebik Sagita.
Dewa pun duduk di sofa sambil menikmati pop ice dan cemilan yang ia pesan tadi.
Sedangkan Sagita hanya melihat Dewa menikmati pop ice dan cemilannya. Dewa sama sekali tidak menawarkan cemilannya pada Sagita.
"Kamu datang kesini cuma mau bahas soal foto?" Tanya Dewa.
"Iya." Jawab Sagita.
"Ya udah, sekarang udah jelas kan? Sekarang kamu pulang sana!! Aku mau kerja!"
"Astaga Dewa!! Aku tuh baru nyampe, belum juga kamu suguhin minum udah kamu usir!"
"Kan gak ada yang nyuruh kamu kesini!! Kalau memang ada yang mau kamu bicarain, kan bisa saja kamu telepon aku!"
"Mana enak sih Wa, bicara lewat telepon."
"Terserah kamu deh!! Tapi sekarang aku minta kamu pulang. Aku mau lanjut kerja!"
"Biarin aku disini sebentar lagi yah, please!! Aku janji gak bakalan ganggu kamu deh. Siapa tau aja sebentar lagi istri kamu datang, kan jadi sekalian bisa manas-manasin istri kamu."
Dewa diam sejenak.
"Iya juga yah. Mana tau aja selesai belanja si tengil mampir kesini. Jalan pikiran si tengil kan gak bisa di duga." Gumam Dewa dalam hati.
"Ya udah, tapi pas jam makan siang nanti, kamu harus pergi dari sini! Dan ingat, jangan ganggu aku kerja!!" Balas Dewa.
Akhirnya Dewa pun mengizinkan Sagita untuk tetap berada di ruang kerjanya.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...