
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Dewasa tidak selalu menuntut kita untuk berubah,
Tapi perubahan yang baik selalu menuntut kita untuk lebih dewasa.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Beres. Belanjaan Xena sudah di bayar lunas oleh Bima dengan kartu hitam pemikat wanitanya.
Mereka pun keluar dari dalam supermarket, karena belanjaan yang sangat banyak, mereka pun membawa troli untuk mengangkut barang belanjaan Xena.
"Berapa nomor rekening mu? Nanti aku ganti uang mu." Ucap Xena pada Bima sambil mereka berjalan menuju lift.
"Gak usah. Aku ikhlas kok."
"Ya gak bisa gitu, aku gak mau punya utang budi. Jadi cepet kasih tau aku nomor rekening kamu, biar aku balikin uang kamu!! Biar aku telepon dulu suami aku, untuk transfer kekurangan uang belanja yang tadi dia kasih."
Bima menghela nafasnya kasar, meski dirinya memang ikhlas membayarkan belanjaan Xena, tapi ia juga tidak mau memaksa Xena untuk menerima bantuannya.
"Kita ke tempat makan ice cream dulu yah, nanti aku kasih tau nomor rekening aku." Balas Bima.
"Disini aja."
"Mulut aku asem, pengen makan yang manis-manis dan dingin-dingin, tapi aku gak mau masuk kedai ice cream sendirian, takut disangka cowok gemulai. Kan kalau masuk kedai ice cream sama kamu kan disangkanya aku cuma nemenin kamu makan icr cream."
__ADS_1
Xena memutar bola matanya malas.
"Ya udah ayo." Jawab Xena ketus. Padahal dalam hatinya ia juga ingin makan ice cream, hitung-hitung untuk menetralisir rasa eneq karena makan bakso tadi.
Mereka pun memutar haluan troli mereka kembali ke tempat penitipan barang yang ada di dekat supermarket. Setelah menitipkan troli, mereka pun berjalan menuju kedai ice cream.
• • • • •
Kini Xena dan Bima sudah berada di dalam kedai ice cream.
Pelayan pun mendatangi meja Xena dan Bima lalu memberikan buku menu jenis-jenis ice cream yang tersaji di kedai itu.
"Gelato espresso latte-nya satu." Kata Bima pada pelayan.
"Kamu apa?" Bima bertanya pada Xena.
"Rolled ice cream." Jawab Xena.
"Gelato-nya ukuran small saja." Jawab Bima.
"Rolled ice creamnya ukuran medium." Jawab Xena.
"Baik. Mohon bersabar menunggu." Ucap pelayan lalu pergi dari meja Bima dan Xena.
"Sekarang kasih tau berapa nomor rekening kamu." Ucap Xena setelah pelayan pergi.
"Belum juga datang ice cream-nya. Kamu telepon aja dulu suami kamu, kalau suami kamu udah ngasih tambahan uang belanja baru aku kasih tau nomor rekening aku." Balas Bima.
__ADS_1
Xena pun mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Dewa.
Panggilan pertama dan kedua, Dewa tidak menjawab panggilan Xena.
"Kenapa? Suami kamu gak angkat telepon?" Tanya Bima.
"Udah lah Xen, ngapain harus bohong sih, kalau memang kamu gak punya suami." Kata Bima lagi dengan raut wajah mengejek.
Xena tak menjawab, ia hanya memutar bola matanya malas menanggapi ejekan Bima.
Untuk ketiga kalinya Xena kembali menghubungi Dewa dan menyalakan pengeras suara di ponselnya agar Bima bisa mendengar suara Dewa.
Dan di panggilan yang ketiga ini, Dewa menjawab panggilan Xena.
"Halo, kenapa?" Jawab Dewa dengan nada tidak suka.
Mendengar suara Dewa yang seperti tidak ikhlas menjawab telepon Xena, Bima sampai mengernyitkan keningnya dari suara Dewa saja, Bima sudah tahu kalau Dewa tidak suka menjawab telepon Xena.
"Kak, uang belanja yang Kakak transfer kurang, kirimin lagi dong." Ucap Xena dengan suara yang di buat manja.
"Kok bisa? Loe belanja apaan aja uang lima juta gak cukup?!" Balas Dewa.
"Ya belanja...." belum selesai Xena menjelaskan perihal belanjaannya, tiba-tiba ia mendengar suara wanita yang tak kalah manja darinya.
Cepetan dong Wa masukin, gak tahan nih.
Suara siapa lagi kalau bukan suara Sagita.
__ADS_1
• • • • •
Bersambung...