
ππ Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! ππ
Hidup tak seindah apa yang kita pikirkan,
Maka dari itu tidak usah memikirkan apapun ketika kita masih hidup.
ππ Sarangbeo ππ
β’ β’ β’ β’ β’
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Setelah menyantap makan malamnya, Dewa memilih untuk tidak langsung naik ke kamarnya. Ia memilih untuk nimbrung bersama kedua orangtuanya di halaman belakang.
Tapi hanya sebentar, karena setengah jam kemudian Papa dan Mama Dewa pergi meninggalkan Dewa sendiri di halaman belakang karena mereka ingin beristirahat.
Setelah kepergian orangtuanya dari halaman belakang, dengan di temani bintang bulan yang begitu terang bersinar di langit malam dan angin malam yang berhembus melewati kulitnya, Dewa barbaring di kursi panjang sambil memandang indahnya langit yang berhias bintang dan bulan.
Lagi dan lagi, otak Dewa kembali mengingat momen-momen indah bersama sang mantan.
Namun diakhiri dengan momen yang baru terjadi bersama Xena.
"Aaargh!!! Kenapa gue bisa sampe lepas kontrol sih tadi!!!" Gerutu Dewa sambil mengguyar rambutnya.
"Untung aja gue gak sampe khilaf buat ngelakuin lebih. Kalau gak, bisa terpenjara seumur hidup gue dengan pernikahan ngaco ini!!" katanya lagi.
Tiba-tiba nada dering panggilan masuk di ponsel Dewa membuyarkan kegalauan Dewa.
__ADS_1
Dewa mengambil ponsel yang ia letakkan di meja.
Sagita. Itu lah nama yang tertera di layar ponsel.
"Mau apalagi sih dia!!" Gerutu Dewa.
Dewa tak menjawab panggilan masuk dari Sagita tapi tak juga menolaknya, Dewa hanya mematikan nada deringnya lalu kembali meletakkan ponselnya diatas meja.
Tapi tak lama nada dering itu kembali mengusik kesunyian halaman belakang. Dewa kembali mengambil ponselnya dan melihat ternyata masih Sagita yang menelponnya.
"Huuuh!!!" Desβ’ah Dewa. Kali ini Dewa langsung mereject panggilan Sagita.
Namun setelah di reject, Sagita kembali menelponnya dan Dewa pun kembali merejectnya. Dan begitu terus sampai sepuluh kali. Sepuluh kali Sagita menelpon, sepuluh kali juga Dewa mereject panggilan Sagita.
TRING. Tak lama nada dering panggilan masuk berganti nada notifikasi pesan masuk.
Dewa yang awalnya ragu membuka pesan masuk Sagita, akhirnya tergoda membuka pesan masuk dari sang mantan. Tapi sebelumnya, ia menonaktifkan terlebih dahulu informasi baca, tujuannya agar Sagita tidak tahu kalau Dewa sudah membaca pesan darinya, setelah itu barulah Dewa membuka pesan Sagita.
Sagita : Wa, jawab telepon aku Wa. Aku mohon.
Begitulah isi pesan dari Sagita.
Dewa hanya membaca dan tidak membalas.
"Gak penting!!" Lirih Dewa lalu meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.
__ADS_1
Dewa pun kembali memandang langit malam dan menikmati indahnya bintang yang bertabur di langit malam.
Tiga menit kemudian, nada dering panggilan masuk kembali mengusik dirinya.
Dewa kembali mengambil ponselnya dengan malas karena yakin kalau itu pasti dari Sagita.
Dan benar saja, itu dari Sagita.
Lagi dan lagi Dewa mereject panggilan masuk dari Sagita.
Tak sampai satu menit ia mereject panggilan masuk dari Sagita, bunyi notifikasi pesan masuk dari Sagita.
Dewa pun membuka pesan masuk dari Sagita.
Sagita : Aku tau kamu udah baca pesan aku Wa. Tolong jawab telepon aku Wa. Aku akan terus ganggu kamu sampe kamu jawab telepon aku.
Baru selesai membaca pesan dari Sagita, Sagita pun menelpon.
Dewa menghela nafasnya kasar, terpaksa ia harus menjawab telepon Sagita agar Sagita tak lagi mengganggunya.
Dewa pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo Wa.. hiks.. hiks.. hiks."
β’ β’ β’ β’ β’
__ADS_1
Bersambung...