
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Ketika sakit hati, dari pada membuang waktu untuk bergalau, lebih baik kerja keras memperbaiki diri.
Karena kesuksesan adalah bentuk balas dendam terbaik.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Apartemen Dewa.
Pukul 21.00
Tring.. bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Xena.
Cepat-cepat Xena melihat dari siapa pesan masuk itu.
Melihat itu hanya notifikasi promo aplikasi belanja online, Xena menghela nafasnya kasar.
Sudah tak terhitung lagi berapa kali Xena seperti itu, cepat-cepat melihat ponselnya untuk melihat dari siapa pesan masuk itu, berharap kalau itu pesan dari Dewa.
"Kak Dewa mana sih? Kok gak pulang-pulang." Xena galau.
Ingin menghubungi Dewa, tapi gengsi karena Xena tau kalau Dewa saat ini sedang bersama Sagita untuk membuatnya cemburu.
Pikir Xena kalau ia menghubungi Dewa lebih dulu, pasti Dewa menganggap kalau Xena sedang mengkhawatirkannya. Padahal memang iya.
"Duuuh.. telepon gak yah? Atau aku chat aja?" Monolog Xena menimbang-nimbang.
"Kalau aku duluan yang nge-chat, alasan aku apa?" Monolognya lagi.
"Mmmm... aku pake Mama mertua aja deh sebagai alasan."
__ADS_1
Xena yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran dan khawatirnya pada Dewa, memilih mengalah dan mengirim pesan terlebih dulu ke Dewa.
Xena : Kakak dimana? Kok belum pulang?
Begitulah isi pesan Xena untuk Dewa.
Setelah mengirim pesan itu, mata Xena tak hentinya menatap layar ponsel menunggu balasan Dewa.
Setelah kurang lebih lima menit menunggu, akhirnya Dewa pun membalas pesan Xena.
Dewa : Gue lagi acara dan gak pulang malam ini. Mungkin besok pagi gue baru pulang.
Balasan dari Dewa.
Nyes..
Hati Xena terasa perih seperti luka yang tersiram cuka.
Tapi Xena tak mau putus asa, ia harus membuat Dewa pulang malam ini.
Xena : Gak bisa Kak, Kakak harus pulang malam ini, soalnya aku lagi dirumah orangtua Kakak. Mama mertua udah ngomel-ngomel ini.
Kali ini tak sampai satu menit Xena mendapat balasan dari Dewa.
Dewa : Udah di bilang lagi ada acara, ngerti gak sih!! Loe cari lah alasan sama nyokap gue!! Pokoknya gue gak bisa pulang malam ini. TITIK.
Balas Dewa.
"Hish!!!" Kesal.
"Ya udah terserah Kakak deh!! Nyebelin!!" Teriak Xena di depan ponselnya.
"Kakak bisa sama Sugigi, aku juga bisa sama Bima!!" Teriak Xena lagi.
__ADS_1
Xena pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya yang sudah terisi barang-barang.
Meski sebenarnya Xena takut berada di apartemen sendirian, tapi Xena harus memberanikan dirinya karena tidak tahu mau kemana kalau dirinya keluar dari apartemen.
Kerumah Nancy dan Arthur tidak mungkin karena mereka juga pasangan pengantin baru, kalau Xena kesana yang ada Xena hanya akan menjadi kambing congek melihat kemesraan pasangan itu.
Sedangkan kalau ia pergi kerumah orangtua Dewa, Xena takut nanti orangtua Dewa tahu kalau hubungan dirinya dan Dewa tidak baik-baik saja. Dan kalau mau pulang kerumah orangtua Xena, lebih tidak mungkin karena rumah orangtua Xena berada di Bandung.
• • • • •
Penginapan Pintu Merah.
Ternyata yang membalas pesan dari Xena bukanlah Dewa, melainkan Sagita karena sampai jam segini, Dewa belum juga bangun.
Sagita juga sudah memasangkan lagi pakaian Dewa.
"Rasain kamu tengil!! Pasti sekarang kamu lagi nangis di pojokan kamar!!" Ucap Sagita kesenangan.
"Eugh..." tiba-tiba saja Dewa melenguh.
Mendengar suara lenguhan Dewa, Sagita cepat-cepat meletakkan ponsel Dewa diatas nakas lalu pura-pura tidur.
Dewa mengerjapkan matanya.
"Dimana ini?" Lirih Dewa sambil melohat sekeliling kamarnya.
Sampai akhirnya ia melihat Sagita sedang tidur disampingnya.
Mata Dewa membulat, ia pun mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1