Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 58


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Mempertahankan kewarasan itu penting, tapi mempertahankan saldo di rekening untuk tetap berkembang biak jauh lebih penting. Karena bisa membuat kita tetap waras.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Si apoteker tidak bodoh, ia mengerti apa maksud kata komisi yang Sagita ucapkan.


Dan si apoteker juga bukan laki-laki polos yang tidak tahu tujuan Sagita membeli obat itu. Karena rasanya tidak masuk akal saja alasan Sagita. Makanya sejak tadi si apoteker selalu mencari-cari alasan.


Tapi karena mendengar kata-kata komisi, keteguhan hati si apoteker pun menjadi goyah.


"Berapa komisi-nya?" Tanya si apoteker berbisik.


Sagita menunjukkan lima jarinya pada si apoteker. Sebagai arti kalau ia akan memberikan lima ratus ribu sebagai komisi untuk si apoteker.


Melihat Sagita menunjukkan angka lima, si apoteker pun membalas dengan menunjukkan satu jarinya. Tanda kalau dirinya meminta satu juta rupiah pada Sagita.


Sagita diam dan nampak berpikir.


"Mau gak? Kalau gak mau saya masuk nih."


"Eits tunggu!! Tapi bener kan obat yang Mas kasih obat tidur dosis tinggi?"


"Iya. Nanti saya kasih sama bungkus-bungkusnya, jadi Mbak bisa cek di Mbah GolGol." Balas si apoteker.


"Ya udah saya setuju. Sana cepat ambil obatnya."

__ADS_1


"Mbak tunggu di balik mobil itu, nanti saya kesana."


Si apoteker pun kembali masuk kedalam apotik untuk mengambilkan obat tidur pesanan Sagita sedangkan Sagita berjalan menuju mobil yang si apoteker tunjuk.


Tak sampai lima belas menit si apoteker pun keluar dari dalam apotik dan menghampiri Sagita.


"Ini obat-nya." Ucap si apoteker sambil menunjukkan obat tidur dosis tinggi.


Sagita pun hendak mengambil obat itu dari tangan si apoteker. Dan si apoteker pun cepat-cepat menarik lagi obat itu menjauh dari tangan Sagita yang hendak mengambil obat itu.


"Eits, komisi untuk saya dulu mana?"


"Haish!!" Geram Sagita.


Mau tak mau Sagita pun memberikan komisi yang sudah di sepakati bersama pada si apoteker.


"Ini. Sekarang bawa sini obatnya!" Ucap Sagita sambil memberikan uang sebesar satu juta rupiah pada si apoteker.


"Tapi bener kan obat tidur ini dosis tinggi?" Tanya Sagita.


"Iya Mbak. Cek aja sama Mbah GolGol sekarang." Jawab si apoteker.


Sagita pun mengeluarkan ponselnya lalu membuka aplikasi Mbah GolGol kemudian mengarahkan kamera pada bungkus obat yang diberikan si apoteker untuk meminta informasi pada Mbah GolGol.


Tak sampai tiga detik, informasi tentang obat yang si apoteker berikan pun keluar dan ternyata benar obat yang si apoteker berikan adalah obat tidur dosis tinggi yang harus menggunakan resep dokter.


"Saya gak nipu kan Mbak?"


"Mmm.." balas Sagita.

__ADS_1


"Ya udah, makasih yah." Ucap Sagita sebelum pergi dari hadapan si apoteker.


"Sama-sama Mbak. Semoga sukses yah Mbak honeymoonnya." Sindir si apoteker.


Sagita tak menjawab, ia terus berlalu dari hadapan si apoteker dan mencari ojek untuk mengantarnya kembali ke kedai ubi bakar.


• • • • •


Kedai Ubi Bakar.


"Ini Kang, ubi madu bakar-nya dan kopi hitam-nya." Ucap pelayan kedai sambil meletakkan dua piring ubi madu bakar dan satu gelas kopi hitam dan satu gelas teh manis panas ke meja.


"Makasih Kang." Balas Dewa.


"Oh iya, temen saya tadi mana?"


"Kayaknya ke apotik deh Kang, soalnya tadi temennya Akang nanyain apotik dimana, katanya perutnya mules." Jawab si pelayan.


"Oh.." Dewa hanya membulatkan mulutnya. Ia tak merasa curiga sama sekali karena memang Sagita sering mules jika berada di tempat yang dingin.


"Ada yang mau dipesan lagi Kang?" Tanya si pelayan.


"Gak ada Kang, makasih." Balas Dewa.


"Saya permisi dulu kalau gitu Kang." Dan si pelayan itu pun pergi meninggalkan Dewa.


Setelah si pelayan pergi, Dewa mengambil ponselnya.


Apa yah yang mau Dewa lakukan dengan ponselnya?

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2