
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Ngerasa capek itu manusiawi, mau ngeluh boleh, mau nangis silahkan saja. Istirahat sejenak, luapkan sepuasnya, lalu bangkit lagi.
• • • • •
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, showroom sudah di tutup dan para karyawan juga sudah berpulangan.
Hanya Dewa dan Xena yang masih berada di showroom.
Sedang apa? Bercinta? Oh.. tidak!! Mereka sedang tidur di sofa di dalam ruang kerja Dewa di sofa yang terpisah.
KRIIING...
Tiba-tiba saja ponsel Dewa berdering dengan sengat keras sampai membuat Dewa dan Xena bangun karena kaget, bahkan Dewa sampai refleks mendudukkan tubuhnya sangking kagetnya.
"Astaga!!" Pekik Dewa sambil mengusap wajahnya kasar.
Sama seperti Dewa, Xena yang terbangun karena suara nada dering ponsel Dewa pun ikut mendudukkan tubuhnya.
"Siapa yang nelpon Kak?" Tanya Xena dengan suara serak-serak basah khas orang bangun tidur.
"Ya mana gue tau!!!" Jawab Dewa.
"Ambilin ponsel gue dong diatas sana." Perintah Dewa sambil menunjuk meja kerjanya.
"Kepala gue pusing gara-gara kaget." Katanya lagi.
Xena pun beranjak dari sofa lalu berjalan menuju meja kerja Dewa dan mengambil ponsel Dewa dari atas meja kerja.
"Kak, Mama nelpon." Kata Xena saat melihat tulisan 'Mama' di layar ponsel Dewa.
"Bawa sini, cepetan!!" Desak Dewa.
Xena pun berjalan mendekati Dewa.
__ADS_1
"Ini" Xena menyerahkan ponsel itu pada empu-nya.
Dewa pun mengambil ponsel itu dari tangan Xena.
"Loe diem yah, jangan nyerocos!!" Dewa memberi peringatan pada Xena sebelum menggeser tombol hijau.
"Mmm.." balas Xena santai lalu duduk disebelah Dewa.
"Halo Ma." Jawab Dewa.
"Kalian udah pulang dari Bali kok gak langsung kerumah?" Mama Dewa langsung mengomel.
"Besok aja lah Ma, masih capek!"
"Memangnya di rumah Mama kalian gak bisa istirahat? Memangnya kalian pikir Mama langsung mau nyuruh kalian bersih-bersih rumah apa!! Mama gak mau tau, pokoknya kamu harus nginep di rumah Mama seminggu!!"
"Besok lah Ma, besok, yah?!" Tawar Dewa.
"SE KA RANG!!!!" Balas Mama Dewa penuh penekanan.
"Pokoknya satu jam lagi kalian gak nyampe di rumah Mama, Mama keluarin kamu dari kartu keluarga!!" Ancam Mama Dewa.
Padahal jika Dewa datang tepat waktu pun, nama Dewa akan di keluarkan dari kartu keluarga karena sekarang Dewa sudah menikah dan wajib membuat kartu keluarga baru.
"Iya.. iya.. iya!!" Balas Dewa.
Mama Dewa pun mengakhiri panggilannya.
"Mama bilang apa Kak?" Tanya Xena.
"Kita disuruh kerumahnya." Jawab Dewa malas sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
"Oh.. ya udah kita pulang ke apartemen dulu kalau gitu."
"Gak usah!! Kita langsung kerumah Mama aja. Mama cuma ngasih waktu satu jam supaya nyampe dirumahnya."
__ADS_1
"Terus baju ganti aku gimana?"
"Nanti loe pake daster Mama aja." Balas Dewa enteng.
"Haish!!!" Kesal Xena.
"Udah ayo kita pergi." Ajak Dewa sambil mengangkat bokongnya dari sofa dan disusul Xena.
Mereka pun keluar dari dalam ruang kerja Dewa lalu menuruni anak tangga.
Namun sampai lantai bawah, Dewa melihat showroom sudah sepi, tidak ada satupun karyawannya. Pencahayaan di ruangan itu juga gelap karena pintu kaca showroom sudah di lapisi rolling door.
"Loh, orang-orang pada kemana?" Monolog Dewa bertanya-tanya.
"Udah pada pulang kali Kak." Sahut Xena.
"Emang ini jam berapa?" Balas Dewa sambil matanya mencari jam dinding yang menempel di showroom.
"Astaga udah jam enam ternyata." Pekik Dewa.
"Kok loe gak bangunin gue sih!" Dewa malah menyalahkan Xena.
"Ikh.. mana aku tahu, aku kan juga tidur." Balas Dewa.
"Terus cara kita keluar dari sini gimana Kak?" Tanya Xena mulai takut.
"Diem loe!! Ini gue juga lagi mikir!!" Balas Dewa. Ia juga bingung bagaimana cara keluar dari showroomnya itu.
Dewa pun memikirkan cara untuk keluar dari showroomnya itu. Tak sampai lima menit, dia pun menghubungi nomor salah satu karyawannya yang ia pastikan memegang kunci cadangan rolling door dan meminta untuk kembali ke showroom.
Dan untungnya orang yang Dewa hubungi itu belum begitu jauh dari showroom. Jadi tak sampai lima belas menit, orang itu pun datang dan mengeluarkan Dewa dan Xena dari dalam showroom.
Sekarang tinggal mencari alasan pada Mama Dewa jika mereka telat sampai ke rumah. Karena tidak mungkin Dewa mengatakan kalau mereka telat karena terkunci di dalam showroom. Bisa kena ceramah sampai lebaran monyet nanti Dewa.
Bersambung...
__ADS_1