Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 36


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Hai Para Orangtua!!


Kalian jangan sampai menjadi orangtua yang mengharapkan anak-anak kita mengurus, menyayangi dan merindukan kita saat renta, jika saat ini kalian tidak pernah menanamkan cinta dan kasih sayang pada mereka, menemani mereka bermain, tertawa bersama mereka dan mendengar keluh kesah mereka.


Jangan jadikan pekerjaan kalian sebagai alasan. Karena saat kita renta, alasan itu juga yang akan di berikan pada kita.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


"Eeeeugh..." Xena bersendawa.


Setelah hampir dua puluh menit, Xena berhasil menghabiskan satu mangkok bakso iga ukuran besar tambahannya tadi dan satu es teler serta satu tambahan teh manis dingin.


Melihat semua makanan yang ada di hadapan Xena bersih tak bersisa.


"Gimana, masih mau meragukan saya?" Tanya Xena dengan gaya tengilnya.


Si pelayan itu menggelengkan kepala sambil ternganga.


"Jadi kan Mas-nya yang bayar?"

__ADS_1


Sekali lagi, si pelayan hanya bisa menjawab dengan gerakan kepala tanpa bersuara. Si pelayan menganggukkan kepalanya masih dengan mulut yang menganga.


"Terimakasih yah atas traktirannya. Saya pergi dulu." Ucap Xena sambil mengangkat bokongnya dari kursi lalu pergi meninggalkan si pelayan pria yang masih menganga.


Setelah Xena keluar dari oulet, baru lah si pelayan itu sadar.


"Cewek langka!! Harus gue lestarikan!!" Pekik si pelayan pria itu.


Pelayan pria itu pun berlari menuju ruang ganti khusus karyawan, melepaskan topi, apron dan kaos hitam seragamnya lalu mengganti dengan kemeja kotak-kotak lengan panjangnya.


Setelah mengganti pakaiannya, pelayan pria itupun keluar dari ruang ganti khusus karyawan.


"Rin, saya tinggal yah." Pamit si pelayan pria itu pada kasir.


Pak?


Yups, si pelayan pria itu sebenarnya adalah anak dari pemilik usaha bakso yang gerai-nya sudah buka di mana-mana. Karena tidak punya kesibukan lain selain kuliah-nya yang sudah semester akhir makanya si pelayan pria itu berinisiatif mengisi waktu kosongnya menjadi pelayan di salah satu gerai milik orangtuanya.


Bima, itu lah nama si pelayan pria itu.


Bima pun keluar dari outlet untuk mencari Xena, matanya berkeliling mencari Xena tapi ia tidak menemukan Xena.


"Apa dia udah naik ke lantai atas yah." Gumam Bima.

__ADS_1


Bima pun naik ke lantai atas dengan menggunakan eskalator.


• • • • •


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di toilet, ada Xena yang sedang memuntahkan isi perutnya.


Perutnya begah dan mual karena kekenyangan. Makanya Xena cepat-cepat keluar dari outlet bakso dan langsung berlari menuju toilet untuk memuntahkan isi perutnya.


"Aduuuh Xena...!!! Kenapa harus kepancing sih!! Jadi nyiksa diri sendiri kan!!" Keluh Xena.


Setelah puas mengeluarkan isi perutnya dengan cara memasukkan satu jari ke dalam mulutnya, akhirnya rasa begah dan mual karena kekenyangan sedikit berkurang, Xena pun bisa bernafas normal kembali.


Xena pun membersihkan mulutnya dan memakai kembali liptint di bibirnya sebelum keluar dari dalam toilet dengan elegan.


Satu lantai diatas lantai outlet bakso milik orangtuanya, Bima bersandar di pembatas sambil melihat ke lantai bawah untuk mencari Xena.


"Itu dia. Masih di lantai bawah ternyata." Lirih Bima saat melihat Xena.


Melihat Xena menaiki eskalator, Bima tak perlu lagi menyusul Xena di lantai bawah. Yang Bima lakukan saat ini hanya menunggu Xena sampai di lantai dua sambil bersembunyi.


Bima pun memasang strategi untuk lebih dekat dengan Xena.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2