Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 63


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Pasangan yang paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama.


Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan mereka.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Beberapa menit mencoba mengingat apa yang terjadi, Dewa masih tak bisa mengingat kenapa dirinya dan Sagita bisa ada di kamar itu, yang ia ingat hanya sampai ia merasakan kantuk yang luar biasa.


Dewa pun membangunkan Sagita.


"Git.. Gita, bangun Git." Dewa membangunkan Sagita dengan menoel-noel punggung Sagita.


"Eugh..." Sagita pura-pura melenguh dan mengerjapkan matanya lalu membalikkan tubuhnya menghadap Dewa.


"Kamu udah bangun?" Tanya Sagita sambil mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.


"Kok kita bisa disini?" Dewa malah balik bertanya.


"Aku yang bawa kamu kesini. Habisnya dua jam aku nungguin kamu tidur di mobil, kamu gak bangun-bangun udah kayak mayat hidup." Jawab Sagita.


"Terus kenapa kita kesini?"


"Terus maksudnya aku harus nungguin kamu sampe bangun gitu di mobil? Aku juga ngantuk Wa, makanya aku bawa kamu kesini."


"Kita harus pulang sekarang." Dewa menyibakkan selimutnya lalu turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Ia ingin mencuci muka-nya agar sedikit lebih segar karena ia masih merasa mengantuk berat.

__ADS_1


Melihat Dewa yang sudah masuk ke kamar mandi, cepat-cepat Sagita mengambil ponsel Dewa dan menghapus chat-nya dengan Xena.


Tak lama Dewa pun keluar dari dalam kamar mandi.


"Cepet siap-siap!!" Perintah Dewa pada Sagita yang masih betah berbaring diatas ranjang.


"Kamu udah gak ngantuk lagi? Bahaya loh Wa kalau kamu nyetir dalam keadaan masih ngantuk."


"Nanti kita singgah ngopi sekalian makan malam." Jawab Dewa sambil berjalan mengambil ponselnya yang ada diatas nakas sebelah Sagita.


Sagita pun dengan malas turun dari atas ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka-nya.


• • • • •


Pukul 01.00


Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Dewa baru sampai di apartemennya.


"Apa Xena nungguin gue pulang yah?" Gumam Dewa bertanya-tanya.


Dewa pun berjalan menuju kamarnya hendak melihat Xena, Dewa tidak ingat kalau kemaren sore barang-barang yang ia pesan untuk mengisi kamar Xena sudah datang dan sudah dipastikan kalau Xena kini sudah mengisi kamar tidurnya.


Namun saat sudah sampai di depan pintu kamarnya, Dewa melihat lampu kamar tamu menyala.


"Oh iya, kan barang-barangnya Xena udah dateng kemaren sore." Pekik Dewa begitu dirinya sudah ingat.


"Apa Xena yang tidur disitu?" Monolog Dewa bertanya-tanya. Ia masih kurang yakin kalau Xena langsung menempati kamar tidurnya.


Untuk memastikannya, Dewa pun berjalan menuju kamar tamu, tapi sayangnya pintu kamar tamu itu terkunci. Makin yakin saja Dewa kalau yang di dalam kamar tamu itu adalah Xena.

__ADS_1


Tak ingin mengganggu Xena, Dewa pun kembali berjalan menuju kamarnya. Tapi sebelumnya, ia memadankan terlebih dulu lampu-lampu yang masih menyala di setiap ruangan.


Keesokan paginya.


Pukul 08.00


Bunyi alarm dari ponsel Dewa berhasil membuat Dewa terbangun, padahal alarmnya sudah berbunyi dari pukul enam tadi tapi baru di pukul delapan bunyi alarm itu berhasil membuat Dewa bangun.


Maklum saja, masih ada sisa efek obat tidur dalam tubuh Dewa.


"Jam berapa nih?!" Ucap Dewa sambil meraba nakas yang ada disebelahnya untuk mengambil ponselnya.


"Hah.. jam delapan!!" Pekik Dewa sambil mendudukkan tubuhnya.


"Kok Xena gak bangunin gue sih!!!" Dewa malah menyalahkan Xena.


Dewa pun beranjak dari atas ranjang dan keluar dari dalam kamar. Ia ingin mengomeli Xena karena tidak membangunkannya.


Ternyata saat Dewa baru keluar dari kamar, Xena sudah bersiap ingin pergi kekampus.


"Xen.. kok-"


"Aku pergi kuliah dulu. Sarapannya udah aku buat!!" Potong Xena dengan ketus tanpa menoleh kearah Dewa lalu berjalan menuju pintu apartemen dengan wajah dingin.


Dewa yang tadinya ingin mengomel jadi mengurungkan niatnya. Melihat wajah Xena yang datar dan dingin Dewa cukup tahu diri kalau saat ini pasti Xena sedang marah karena dirinya tidak memberitahu Xena kalau akan pulang telat.


Tapi anehnya, hati Dewa sedih melihat si tengilnya berubah menjadi dingin padanya.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


💋💋 Berhubung anak aku lagi sakit, jadi aku up satu bab dulu hari ini. 🙏🙏 💋💋


__ADS_2