Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 48


__ADS_3

πŸ’‹πŸ’‹ Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! πŸ’‹πŸ’‹


Membicarakan dosa orang lain tidak akan membuat mu menjadi orang suci.


πŸ’‹πŸ’‹ Sarangbeo πŸ’‹πŸ’‹


β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’


Sontak pelukan Xena membuat Dewa membuka matanya dan menahan nafasnya.


"Mampus gue!! Bergerak dikit, kalau bukan Xena yang bangun, si Hudin nih yang bangun." Gumam Dewa dalam hati.


Perlahan Dewa menghela nafasnya dengan sangat pelan dan hati-hati sampai akhirnya ia bisa menghela nafasnya lega dan Xena tidak bangun.


Baru saja bernafas lega, tiba-tiba tangan Xena merayap membuka celana Xena.


Mata Dewa kembali membulat dan spontan langsung menahan nafasnya.


"Stop Xen!! Stop!! Daerah bertegangan tinggi itu!!!" Pekik Dewa berdoa dalam hati.


Tapi sayangnya doa Dewa itu tidak di jabah yang maha kuasa, jemari Xena makin masuk kedalam tapi untungnya jemari Xena itu tidak meringsek masuk ke balik jeruji kain Dewa kalau tidak sudah di pastikan jari jemari Xena itu sudah masuk kedalam hutan belantara-nya.


Meski tidak meringsek masuk ke balik jeruji kain, tetap saja sensasi geli-geli basah yang di hasilkan rabaan tangan Xena membuat Dewa keringat dingin apalagi sekarang jari jemari Xena itu sudah sampai pada duo mochi-nya.

__ADS_1


Ingin menikmati tapi Dewa takut keenakan.


Perlahan Dewa menahan pergerakan tangan Xena yang sedang menguyel-uyel gemas duo mochi lalu menarik dan mengeluarkan tangan Xena dari dalam celana-nya.


"Huuuft..." Dewa pun kembali bernafas lega saat tangan Xena berhasil ia keluarkan dari dalam celana-nya dan tidak membuat Xena bangun.


Tapi sayangnya tidak dengan si Hudin, rabaan tangan Xena terlanjur membangunkan si Hudin yang sedang bobok ganteng.


"Duuuh Din!!! Loe baperan banget sih!! Baru disentuh aja udah bangun!! Tidur lagi Din, tidur!! Gak ada yang bisa diajak main disini!!" Lirih Dewa dengan suara yang sangat pelan.


Tapi si Hudin seolah tuli dan tidak mendengar kata-kata Dewa dan tetap bertransformasi menjadi Huluk. Besar, tegap, gagah dan keras.


"Oh... shiiit!!" Umpat Dewa saat merasakan tendangan Huluk yang berontak minta segera di keluarkan dari jeruji kain.


Dewa memejamkan matanya, menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai menyalurkan sugesti dari otaknya untuk meninabobkkan Huluk.


Tapi lima belas menit Dewa mencoba menenangkan Huluk melalui jalan pikirannya sampai Dewa keringat dingin, bukannya kembali meleyot menjadi Hudin, si Huluk malah makin keras menendang jeruji kain-nya.


Geram karena Huluk tak mau tidur, Dewa pun menarik kaki Xena yang masih melingkar di pinggangnya lalu menghempaskannya kasar.


Masa bodo kalau Xena bangun, yang penting bagi Dewa sekarang adalah menangkan Huluk. Begitulah pikir Dewa.


Tapi untungnya Xena sama sekali tidak bangun meski Dewa menghempas kaki-nya kasar.

__ADS_1


Setelah berhasil terlepas dari kuncian maut Xena, Dewa pun cepat-cepat bangun dari tempat tidur dan berlari ke kemar mandi sambil memegangi celananya yang sudah mancung.


Sesampainya di dalam kamar mandi tak usah ditanya lagi apa yang Dewa lakukan.


Yang pasti ia langsung mengeluarkan Huluk dari jeruji kain lalu mengambil Tante Dovie dan mulai mengajak Huluk bermain dengan Tante Dovie.


Setelah kurang lebih sepuluh menit, akhirnya Dewa keluar dari dalam kamar mandi.


"Nyesel gue masuk kamar!!! Gara-gara loe gue jadi main sabun tengah malam!!" Gerutu Dewa sambil menatap tajam Xena yang masih tidur nyenyak.


Yah jangan salahkan Xena, kan kamu yang mau masuk kamar dan tidur disebelah Xena.


Tak ingin dirinya kembali terjebak dalam kuncian maut Xena dan berujung dengan bermain sabun, Dewa pun memilih untuk keluar dari kamar dan kembali tidur di sofa.


β€’ β€’ β€’ β€’ β€’


Bersambung...


Hai Para Emak-Emak Solehot dimana pun kalian berada.


Aku mau nawarin nih untuk para Emak-Emak yang mau masuk WAG aku, bisa Japri ke nomor 08971520445 dengan hashtag #namakalian_#istri solehotπŸ’‹πŸ’‹


Yuk gabung di WAG "Rumah Istri Solehot"

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2