Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 52


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Semua Ada Waktunya!!


Jangan membandingkan hidup mu dengan hidup orang lain.


Tidak ada perbandingan Matahari dengan Bulan, karena mereka bersinar pada waktunya.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Pukul 13.00


Mata kuliah Xena untuk hari ini pun usai.


Begitu juga dengan Bima yang sudah selesai dari pukul 11.00 tadi.


Tapi karena ingin mengantar Xena pulang, Bima pun sampai rela menunggu Xena selama dua jam.


"Xena." Panggil Bima sambil berjalan mendekati Xena yang baru keluar dari pintu.


"Kamu belum pulang? Katanya udah selesai mata kuliahnya dari jam sebelas tadi?"


"Tadi ada urusan dikit sama dosen pembimbing." Jawab Bima berbohong.


"Oh.." Xena hanya membulatkan mulutnya.


"Laper gak? Makan dulu yuk." Ajak Bima.


"Ayo." Balas Xena.


"Mau makan di kantin apa mau makan diluar?"


"Di kantin aja lah, biar langsung pulang."

__ADS_1


"Ya udah ayo." Mereka pun berjalan menuju kantin.


Sesampainya di kantin, Bima dan Xena pun langsung memesan makanan dan minuman.


"Udah kamu duduk aja sana, biar aku yang bawa makanannya." Ucap Bima.


"Ya udah." Balas Xena sambi mengeluarkan dompet dari dalam tas-nya.


"Eh.. gak usah. Biar aku aja yang bayar." Cegah Bima saat tahu Xena akan mengeluarkan uang.


"Masa kamu terus sih yang bayarin aku, aku kan gak enak."


"Gak pa-pa. Orang makanan kamu juga cuma dua puluh ribu. Jatuh dong harga diri aku ngebiarin kamu bayar makanan yang harganya cuma dua puluh ribu. Udah sana duduk."


"Ya udah, makasih yah." Balas Xena lalu pergi mencari tempat duduk untuknya dan untuk Bima.


Tak lama setelah Xena duduk, Bima pun datang dengan di bantu Ibu kantin membawa pesanan untuknya dan Bima.


"Habis ini kamu mau langsung pulang?" Tanya Bima sambil menikmati makanan pesanannya.


"Gak mau ikut aku ke kedai bakso tempat pertama kita ketemu?" Tanya Bima.


"Ngapain kamu kesana? Mau kerja?" Xena malah balik bertanya.


"Orang nanya malah balik nanya. Gak sopan tau!! Jawab dulu pertanyaan aku, mau ikut aku gak?"


"Mmm... gak deh. Suami aku lagi sensi, nanti kalau aku ikut kamu, dia ngomel-ngomel lagi kayak tadi." Jawab Xena.


"Sekarang giliran kamu yang jawab pertanyaan aku. Kamu kerja di outlet bakso yang kemaren?" Tanya Xena.


Bima menganggukkan kepalanya.


"Kalau boleh tau gaji disitu berapa sih?" Tanya Xena lagi. Ia masih penasaran karena melihat barang-barang yang Bima pakai.


"Ya UMR sih. Kenapa, kamu mau kerja disana?"

__ADS_1


Xena menggelengkan kepalanya.


"Aku cuma heran aja, masa dengan gaji UMR, kamu bisa punya barang-barang mahal malah punya black card."


Bima tersenyum tipis mendengar kata-kata Xena.


Berarti Xena pikir Bima bekerja disana sebagai pelayan.


"Bisa aja sih kalau kamu jadi anak yang punya kedai bakso." Jawab Bima. Dari jawaban Bima secara tidak langsung Bima membuka identitas nya pada Xena.


Butuh satu menit untuk Xena menelaah kata-kata Bima. Sampai akhirnya mata Xena membulat saat tahu apa maksud kata-kata Bima.


"Jadi kamu anaknya yang punya outlet bakso?" Tanya Xena dengan mata membulat dan mulut yang menganga.


"Biasa aja kali ekspresinya." Jawab Bima sambil mengusap wajah Xena.


"Jadi bener?" Tanya Xena sekali lagi.


"Iya. Kenapa? Gak cocok yah?"


"Cocok kok. Tapi kok kemaren kamu jadi pelayan?"


"Ya karena gabut. Sebenernya aku kalau kesana cuma duduk-duduk, lihatin pelanggan yang makan, lihat laporan keuangan. Ya begitulah. Tapi pas kita ketemu kemaren, aku tuh lagi bosen, lagi pengen aja gitu jadi pelayan. Eh... gak taunya ketemu perempuan spesial kayak kamu."


"Cih.. spesial!! Emangnya aku pake telur, spesial!!" Cebik Xena.


"Emang gak pake telur sih, tapi pake cinta. Pertama kali aku ngeliat kamu, aku ngeliat masa depan aku dalam diri kamu."


Blush.. wajah Xena merah merona mendapat gombalan maut Bima.


Akh.. babang Bima, eneng Solehot kan juga mau di gombal bang....


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2