
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Manusia boleh berencana,
Tapi saldo rekening juga lah yang menentukan.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Setelah kurang lebih dua puluh menit Xena keluar membeli sarapan, kini Xena sudah kembali ke apartemen Dewa dengan satu kantong plastik hitam yang berisi lontong sayur dan nasi uduk untuk dirinya dan Dewa.
Saat Xena hendak berbelok ke dapur, ternyata Dewa juga baru keluar dari dalam kamar.
"Ada kan lontong sayur pesanan gue?" Tanya Dewa sambil berjalan mengekori Xena yang sudah berbelok ke dapur.
"Ada." Jawab Xena dengan wajah merengut.
"Kenapa loe? Kok merengut gitu?" Tanya Dewa heran. Karena pagi ini ia belum meminta Sagita untuk membuat Xena cemburu.
"Aku kesel sama penjualnya."
"Bisa kesel juga loe? Kirain cuma bikin orang kesel aja tau-nya!"
"Iiikh.. Kak Dewa aku serius."
"Ya udah loe kesel kenapa?"
FLASHBACK ON.
Kini Xena sudah berada di tempat penjual sarapan yang ada di seberang gedung apartemen.
"Mas, lontong sayurnya masih ada?" Tanya Xena.
"Masih Mbak."
__ADS_1
"Kalau nasi uduknya?"
"Masih juga Mbak."
"Saya beli lontong sayur satu sama nasi uduknya satu yah Mas."
"Baik Mbak."
Karena pembeli sedang ramai, mau tak mau Xena harus menunggu sampai si penjual menyelesaikan pesanan pembeli sebelum Xena.
Sambil menyiapkan pesanan, si penjual sesekali menoleh ke arah Xena.
"Tinggal dimana Mbak?"
"Di apartemen itu Mas?"
"Baru tinggal apartemen depan?"
Xena menganggukkan kepalanya.
"Tinggal sama orangtua?"
Xena menggeleng.
Mendengar itu, si penjual kembali melirik Xena tapi lirikan kali ini seperti tidak percaya dengan kata-kata Xena.
"Suami? Wong masih bocah gini kok, udah punya suami. Ngibul aja!!" Cibir si penjual dalam hati. Wajar saja kalau si penjual mengira Xena masih bocah karena selain wajah Xena yang masih muda, baju tidur yang Xena pakai saat ini bermotif frozen.
Di tambah lagi dengan belek khatulistiwa dan aliran iler yang mengering, mana ada seorang perempuan yang sudah bersuami dan tinggal di apartemen yang tergolong mewah tidak mementingkan penampilan seperti Xena. Kira-kira begitulah pemikiran si penjual melihat Xena.
"Masa sih Mbak? Kok gak kelihatan yah kayak udah nikah." Balas si penjual dengan tutur bahasa yang sangat manis. Padahal dalam hati si penjual sudah mencibir Xena.
Ya begitulah manusia, manis di luar, busuk didalam.
"Mas gak percaya? Apa perlu saya panggil suami saya?"
__ADS_1
"Bukannya gak percaya Mbak, tapi dari muka Mbak itu kayak gadis baru lulus SMP." Balas si penjual.
Xena memutar bola matanya malas mendengar kata-kata si penjual.
Mungkin untuk sebagian orang jokes yang di lempar si penjual seperti sedang memuji. Tapi untuk sebagian orang lain lagi, belum tentu dan bisa saja akan sakit hati dengan jokes seperti itu. Dan Xena termasuk ke dalam orang yang tidak suka dengan jokes si penjual.
"Pasti suaminya udah umur empat puluhan yah Mbak?" Tanya si penjual.
Xena menggeleng.
"Oh... soalnya dulu saya punya temen, baru tamat SMA nikah sama yang udah umur empat puluhan. Terus saya tanya kok mau nikah sama yang jauh lebih tua. Eh.. dia bilang, biar kalau dia udah gak cantik lagi suaminya gak akan selingkuh kan kalau temen saya itu udah tua pasti mata suaminya udah rabun atau gak udah almarhum." Balas si penjual sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Berart Mbak nikah sama suami Mbak gara-gara si Edi yah?" Tebak si penjual.
"Si Edi siapa?" Tanya Xena balik.
"Edi, Eh... jadi. Tau lah Mbak maksud saya."
Xena yang tau apa maksud kata-kata si penjual pun langsung emosi.
"Hish!!! Sembarang aja ngomong!!!" Protes Xena dengan nada suara yang meninggi.
"Kalau jualan, ya jualan aja Mas, gak usah kepoin urusan orang lain!! Kalau Mas mau ngejulid, mending jadi presenter acara gosip sana!!!" Lanjut Xena.
"Laki-laki kok mulutnya lentur banget, kayak emak-emak kompleks!!" Kata Xena lagi.
"Ma-maaf Mbak kalau Mbak tersinggung. Saya gak ber-"
"Maaf, maaf, maaf!!! Harusnya sebelum minta maaf itu mikir!!! Itu makanya Tuhan ngasih otak di atas bukan di bawah, tujuannya agar sebelum mengucapkan sesuatu itu di pikir dulu!!" Potong Xena.
"Mana pesenan saya!!!" Pinta Xena.
Si penjual yang sudah ketir dengan amukan Xena pun buru-buru membuatkan pesanan Xena.
FLASHBACK OFF.
__ADS_1
• • • • •
Bersambung...