
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Motivator tidak mampu membuat ku rajin bekerja,
Hanya cicilan dan tagihan yang mampu membuat ku rajin bekerja.
😂😂😂
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
"Bohong loe!! Mana mungkin nyokap gue minta foto kita lagi mesra-mesraan!! Jangan ngibul loe!! Udah omes, tukang ngibul lagi!!" Balas Dewa menolak percaya dengan alasan Xena.
"Oh.. Kak Dewa gak percaya? ya udah, telepon aja Mama mertua kalau gak percaya!!" Balas Xena.
Dewa diam.
Lima detik, sepuluh detik, lima belas detik Dewa tak kunjung menelpon Mama-nya.
"Ya udah sini aku yang telepon Mama." Ucap Xena dan hendak berjalan mengambil ponselnya di meja ruang tengah.
"Eits... gak usah!!!" Balas Dewa.
"Bahaya kalau dia nelpon Mama, nanti di suruh gaya yang aneh-aneh lagi!!" Gumam Dewa dalam hati.
"Katanya gak percaya?!" Sindir Xena.
"Percaya gue, percaya!!" Balas Dewa.
"Ya udah cepetan!!" Kata Dewa lagi.
Xena tersenyum penuh kemenangan lalu berjalan menuju ruang tengah dan mengambil ponsel-nya, setelah itu barulah Xena kembali ke ruang makan.
Xena pun meletakkan ponselnya diatas meja dengan menyenderkan ponsel di tempat sendok lalu menyalakan kamera-nya dan mengarahkan-nya ke arah mereka.
__ADS_1
"Duduknya deketan dong Kak!!" Pinta Xena.
Dengan polosnya Dewa mengikuti keinginan Xena. Ia menggeser kursi tempat ia duduk untuk berdekatan dengan Xena.
"Pose pertama kita suap-suapan, oke." Kata Xena.
"Mmmm." Balas Dewa terpaksa.
Xena pun mengaktifkan waktu pengambilan gambar.
"Ayo Kak. Tapi jangan lihat kamera yah." Ucap Xena setelah mengaktifkan waktu pengambilan gambar.
Xena dan Dewa pun buru-buru menyerok mie instan dengan garpu lalu mengarahkan ke mulut pasangan mereka. Xena mengarahkan ke mulut Dewa, begitupun sebaliknya.
1
2
3
"Foto ke dua, Kakak cium aku yah." Kata Xena.
"Gak mau!!" Tolak Dewa.
"Kok gak mau?! Kalau cuma foto suap-suapan doang mah, Mama gak bakalan percaya." Balas Xena.
"Ya udah, ya udah. Cepetan!!" Balas Dewa terpaksa.
Sekali lagi, Xena tersenyum penuh kemenangan.
Xena pun kembali mengaktifkan waktu pengambilan gambar.
"Ayo cepetan cium!!" Perintah Xena pada Dewa setelah selesai mengaktifkan pengambilan gambar.
Dewa menghela nafasnya kasar lalu mencium pipi Xena.
__ADS_1
Cekrek. Foto kedua dengan posisi Dewa mencium pipi Xena.
"Gantian Kak, aku yang cium Kakak." Kata Xena.
"Gak usah, gak usah!! Udah dua foto!!" Tolak Dewa.
"Masih kurang Kak!!" Balas Xena.
"Terus mau berapa banyak?!"
"Ya sebanyak-banyak lah." Balas Xena.
Dewa menghela nafasnya kasar.
"Ya udah lah terserah!!" Pasrah Dewa.
Xena pun kembali mengaktifkan waktu pengambilan gambar.
Cekrek. Foto ketiga dengan pose Xena mencium Dewa.
Cekrek. Foto keempat dengan pose mereka tertawa dengan tatapan Dewa yang penuh cinta pada Xena.
Cekrek. Foto kelima dengan pose mereka menyeruput mie instan yang sama dengan bibir yang hampir bertemu.
Sampai foto kelima, jantung Dewa dan Hudin masih aman. Namun di pose ke enam jantung Dewa dan Hudin sudah tidak karuan.
"Pose yang terakhir aku duduk di pangkuan Kakak, oke!!" Kata Xena.
"Gak, gak, gak!!" Tolak Dewa lantang.
Bahaya. Begitulah pikir Dewa, karena saat ini Dewa hanya memakai handuk saja, kalau sampai Xena duduk di pangkuannya, bisa-bisa Xena merasakan belalai gajahnya yang masih klemer-klemer.
Tapi bukan Xena namanya kalau mau mendengar penolakan dari Dewa.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...