Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 32


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Belajar dari hari kemaren, hidup untuk hari ini dan berharap untuk hari esok.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Mendengar cerita Xena, bukannya ikut kesal atau sekedar iba, Dewa malah terbahak-bahak.


"Kok Kak Dewa malah ketawa? Kak Dewa gak marah gitu aku tuduh menikah gara-gara si Edi?" Protes Xena.


"Gak!! Kenapa gue harus marah kan yang di julid-in loe bukan gue." Balas Dewa.


"Lagian, kan loe yang ngotot mau nikah sama gue, jadi loe harus terima lah dengan omongan julid orang." Lanjut Dewa.


"Siapa juga yang ngotot mau nikah sama Kakak, gak ada yah!"


"Terus kita nikah ini karena apa kalau bukan karena loe yang ngotot gue nikahin, fitnah gue di depan keluarga Arthur dan Nancy?"


"Ya karena omongan Kak Dewa yang bilang mau tanggung jawab sama aku. Emangnya Kak Dewa lupa kalau di mall waktu itu setelah nyium aku bilang mau tanggung jawab sama aku!"


"Kan gue udah bilang itu cuma untuk manas-manasin mantan gue!!"


"Tapi gak pake bibir aku juga kali Kak!! Apalagi itu ciuman pertama aku, jadi Kakak memang harus tanggung jawab!!"


"Aargh udah lah, capek gue ngomong sama loe!!" Dewa yang kesal pun memilih untuk tidak meneruskan perdebatan yang unfaedah itu dan meneruskan menikmati lontong sayur yang tadi Xena.


Sama dengan Dewa, Xena pun melanjutkan menyantap nasi uduknya.

__ADS_1


Tiga menit baik Dewa dan Xena sama-sama diam, hanya suara sendok yang berdenting saja yang terdengar di ruang makan.


"Kak..." tiba-tiba Xena membuka suaranya.


"Mmmm..." balas Dewa malas. Ia pikir istri tengilnya itu akan kembali mengajak berdebat.


"Kak.."


"Apaan sih?"


"Mmm.. aku udah siap nerima nafkah batin dari Kak Dewa."


Uhuuk.. uhuuk.. uhuuk. Dewa tersedak mendengar kata-kata Xena.


Xena pun cepat-cepat memberikan air minum untuk Dewa.


Glegek.. glegek.. glegek. Dewa menenggak air minum yang diberikan Xena sampai tandas.


"Loh kan kita udah nikah, yah wajar lah kalau suami ngasih nafkah batin untuk istri!"


"Jangan mancing!! Nanti gus unboxing beneran nangis loe!"


"Kenapa harus nangis? Ya bagus dong, kalau sampe Kak Dewa ngasih nafkah batin ke aku, itu tandanya Kak Dewa udah mulai suka sama aku."


"Mabok nasi uduk loe!! Asal loe tau yah, laki-laki itu bisa bercinta tanpa ada rasa cinta!! Gak sama kayak perempuan!!" Balas Dewa.


"Udah gak usah mikir yang aneh-aneh lagi loe!! Masih bocah otaknya udah mesum!"


"Ya habis aku kesel aja sama omongan tukang lontong tadi!! Masa aku udah di sangka nikah karena si Edi tapi si Edi-nya gak ada. Ya mending di ada-in aja sekalian si Edi-nya!!" Balas Xena.

__ADS_1


"Makin ngaco loe!!" Dewa langsung meletakkan sendoknya dan beranjak dari tempat duduknya.


"Dari pada gue semakin stres dengan omongan loe yang semakin ngaco, mending gue pergi kerja sekarang!!" Oceh Dewa lalu pergi meninggalkan ruang makan.


"Eh.. tunggu Kak!" Teriak Xena sambil mengejar Dewa.


"Apaan lagi sih? Kalau ngomong ngaco lagi, gue masukin closet loe!!"


"Cih." Decih Xena sambil memanyunkan bibirnya.


"Transfer uang buat aku."


"Untuk apa? Loe kan baru masuk kuliah besok."


"Aku kan mau beli kebutuhan dapur Kak, masa iya apartemen bagus gini isi kulkasnya kosong."


"Ya udah nanti gue transfer, loe kirim aja nomor rekening loe." Balas Dewa.


"Nah gitu dong." Balas Xena sambil menoel dagu Dewa.


"Cih." Decih Dewa sambil menepis tangan Xena.


"Gue pergi dulu." Pamit Dewa.


"Langsung pulang yah Kak. Sarangbeo." Balas Xena sambil cekikikan.


Dewa hanya menghela nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2