
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Mau tidak mau, semua akan berubah.
Ingin tidak ingin, semua pasti akan berpisah.
Siap tidak siap, semua pasti berakhir.
Ibarat sendal swalow yang baru di beli dan hilang saat sholat Jumat. Begitu jugalah kita harus bisa mengikhlaskan apa yang hilang dari diri kita.
💋 💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Melihat wajah adik sepupunya yang kusut, Nancy tahu apa yang sedang di pikirkan adik sepupunya itu.
"Hei... kok malah disini, ayo ke ruang keluarga." Ajak Nancy seraya menepuk pundak Xena.
"Kak Acy aja deh, perut aku mules. Aku mau buang air besar dulu." Bohong Xena lalu pergi meninggalkan Nancy. Xena berjalan menuju tangga dan naik ke lantai atas menuju kamar Dewa yang ada di lantai atas.
Nancy menghela nafasnya kasar, ingin mengejar Xena, tapi Nancy tahu Xena butuh waktu sendiri saat ini. Nancy pun berjalan keruang tamu menyusul Arthur dan anggota keluarga suaminya itu.
• • • • •
Ruang Keluarga.
"Jadi, apa yang di tanyakan polisi sama kamu? Polisinya gak mengintimidasi kamu kan?" Tanya Mama Dewa yang sudah sangat penasaran. Apalagi terlihat jelas wajah Dewa seperti orang tertekan.
Dewa menggelengkan kepalanya.
"Gak Ma. Polisinya baik kok, mereka juga nanya sesuai dengan prosedur." Jawab Dewa.
"Ya mereka cuma nanya, hubungan Dewa sama Sagita apa, dan apa tujuan Dewa nelpon Sagita dan dimana Dewa saat nelpon Sagita. Ya.. pokoknya nanya-nanya begitu lah Ma." Kata Dewa lagi.
"Tapi polisi gak mencurigai kamu kan?" Tanya Papa Dewa.
Dewa menggelengkan kepalanya.
"Gak Pa. Mereka udah nemuin satu orang yang mereka curigain. Tadi juga Dewa di tanya sama polisi apa Dewa mengenal orang itu, tapi Dewa gak kenal." Jawab Dewa.
Semua anggota keluarga yang mendengar cerita Dewa menghela nafasnya lega.
__ADS_1
"Lalu kapan Sagita akan di makamkan?" Tanya Mama Dewa.
"Tunggu selesai otopsi Ma, untuk mengetahui penyebab kematian Sagita." Jawab Dewa.
"Orangtua Sagita sudah datang?"
Dewa menggelengkan kepalanya.
"Yang datang hanya Kakak-nya Sagita. Katanya Papa Sagita terkena serangan jantung waktu mendengar kabar itu, jadi sedang dalam perawatan di rumah sakit, Mama-nya juga shock berat, berkali-kali pingsan jadi gak mungkin melakukan perjalanan naik pesawat." Jawab Dewa.
"Kasihan. Orangtua mana yang tidak shock mendengar anaknya meninggal dengan cara yang tidak wajar." Lirih Mama Dewa.
"Terlepas dari semua kesalahan yang dia buat sama kamu, Sagita itu perempuan baik. Jadi sangat tidak layak dia meninggal dengan cara seperti itu." Kata Mama Dewa lagi.
"Iya Ma." Balas Dewa dengan suara yang berat.
Meski Sagita pernah mengkhianati dirinya dan terakhir menjebak dirinya, tapi kenangan indah selama empat tahun lebih pacaran dengan Sagita kembali membekas di hati Dewa.
Bagaimana pun kelakuan buruk Sagita itu juga karena dirinya. Seandainya selama pacaran Dewa lebih romantis dan banyak meluangkan waktu untuk Sagita dan bukan hanya sibuk mengumpulkan uang untuk biaya menikah dan bulan madu, mungkin Sagita tidak akan mengkhianati dirinya. Dan kalau saja setelah putus dengan Sagita, Dewa tidak menggunakan Sagita sebagai tumbal untuk memprovokasi Xena, mungkin saat ini Sagita sudah menemukan orang yang bisa melindunginya dari orang-orang jahat.
Padahal apa yang terjadi pada Sagita adalah takdir. Jauh sebelum kita semua lahir kedunia, Tuhan lebih dulu menentukan jalan hidup kita, lahir dari keluarga seperti apa, dengan fisik yang bagaimana, berjodoh dengan siapa, kerja dimana, bahkan meninggal dengan cara apapun itu semua sudah di gariskan oleh yang Di Atas.
Hanya satu yang bisa merubah jalan hidup yang sudah Tuhan gariskan, Doa. Hanya dengan berdoa dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan Pemberi Garis Kehidupan, kita bisa meminta apa yang sangat kita inginkan.
Mata Dewa berkeliling mencari Xena. Ia baru sadar dari sekian banyaknya orang yang ada di ruang keluarga tak ada satupun istrinya disana.
"Loh, Xena mana?" Tanya Dewa.
Semua anggota keluarga pun menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Xena. Sama seperti Dewa mereka juga baru sadar kalau tidak ada Xena disana.
"Xena ke kamar. Katanya sih sakit perut." Jawab Nancy.
"Dewa ke atas dulu yah, nyusul Xena." Pamit Dewa seraya mengangkat bokongnya dari sofa dan keluar dari ruang keluarga.
• • • • •
Ceklek.
Dewa membuka pintu kamarnya dengan sangat perlahan lalu berjalan memasuki ruang tidur.
Tidak ada Xena disana, tapi mendengar suara dari kamar mandi, Dewa pun tahu kalau Xena sekarang sedang berada dalam kamar mandi.
__ADS_1
Dewa berjalan mendekati kamar mandi.
Begitu sudah sampai di depan pintu kamar mandi, Dewa mendengar isakan tangis dari dalam kamar mandi.
Ceklek. Dewa membuka pintu kamar mandi tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Xena yang sedang duduk di penutup closet langsung cepat-cepat menyeka air matanya.
Xena tidak benar-benar sedang buang air besar. Ia hanya duduk disana sambil menangis.
"Kamu kenapa Sayang?" Tanya Dewa yang sempat melihat Xena menangis.
"Aku kenapa? Aku gak pa-pa kok." Jawab Xena seraya berdiri dari duduknya lalu melintas didepan Dewa dan berjalan menuju wastafel.
Dewa mengikuti Xena dari belakang dan langsung memeluk Xena dari belakang.
"Aku Sayang kamu Xen, apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku. Kalau aku salah, kalau waktu aku kurang untuk kamu, tegur aku, kasih tau aku kalau kamu butuh waktu aku lebih banyak untuk kamu, jangan malah pergi ninggalin aku dan selingkuhin aku." Ucap Dewa sambil membenamkan wajahnya di pundak Xena.
Xena melepaskan tangan Dewa yang melingkar di pinggangnya lalu memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Dewa.
"Kok Kak Dewa tiba-tiba ngomong gitu?" Tanya Xena.
"Karena aku takut kehilangan kamu Xen." Jawab Dewa seraya memeluk tubuh Xena lagi.
"Aku takut saat nanti kamu selingkuh, aku gak bisa memaafkan kamu. Dan aku takut apa yang menimpa Sagita terjadi pada mu." Ucap Dewa.
"Aku sayang banget sama kamu Xen, aku cinta, aku gak mau kehilangan kamu." Kata Dewa lagi seraya mengeratkan pelukannya di tubuh Xena.
Mendengar kata-kata Dewa, Xena yang sempat merasa Dewa masih mencintai Sagita, kini semua prasangkanya itu menguar dari dalam hatinya.
Mungkin benar dalam hati Dewa masih ada nama Sagita, tapi itu wajar, karena Dewa dan Sagita menjalin hubungan bukan sehari, seminggu atau sebulan, melainkan empat tahun lebih, dan menghapus jejak masa lalu dari hati dan pikiran bukanlah perkara yang mudah. Butuh waktu yang sangat lama untuk menghapus jejak itu, tergantung bagaimana kegigihan Dewa menghapus jejak masa lalu-nya dengan Sagita dan Xena selaku pasangan baru Dewa ikut aktif dalam menghapus jejak masa lalu Dewa dengan Sagita.
Karena semua tidak ada yang instan. Biarpun mie bertulis 'mie instan' tapi kita tetap harus memasaknya terlebih dahulu.
Begitupun dengan hubungan Dewa dan Xena. Meski Xena sudah berhasil menjerat hati Dewa dengan ketengilannya, tapi Xena juga harus membersihkan dan menata hati Dewa hingga dalam hati Dewa hanya ada satu nama, Xena.
TAMAT.
Makasih buat readers yang udah kasih like, komen, hadiah dan vote-nya buat Dewa dan Xena.
Kita ketemu lagi di novel othor yang selanjutnya yah. Kapan itu? Tunggu aja, karena othor juga belum tahu kapan. 😂😂😂
__ADS_1
💋💋 Sarangbeo 💋💋