
ππ Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! ππ
Hai... Hai... Hai... emak2 solehot. Aku hadir lagi setelah beberapa hari liburan. Semoga tetap setia yah nunggu cerita Dewa-Xena.
ππ Sarangbeo ππ
β’ β’ β’ β’ β’
Setelah masakannya selesai, Nancy pun menyusul Arthur ke kamar.
"Loh kok belum mandi?" Tanya Nancy karena melihat Arthur sedang berbaring di sofa di depan ranjang.
"Lama banget kamu!!" Bukannya memberi jawaban pada Nancy, Arthur malah memprotes istrinya sambil mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aku kan selesein masakan aku dulu." Jawab Nancy seraya mendaratkan bokongnya di sebelah Arthur.
"Sekarang ceritain sama aku ada apa dengan Xena sama Dewa!" Ucap Arthur sudah sangat tidak sabaran.
"Dewa selingkuh." Jawab Nancy to the point.
Dewa mengkerutkan keningnya sambil memundurkan kepalanya sedikit mendengar kata-kata Nancy. Rasa-rasanya tidak mungkin kalau Dewa sampai selingkuh. Karena Arthur sangat tahu siapa Abang Sepupu-nya itu.
"Gak mungkin!!" Arthur menolak percaya.
"Kok gak mungkin? Ya mungkin aja lah!! Kan Dewa sama Xena nikah dadakan tanpa cinta. Bisa aja kan Dewa masih cinta sama mantannya. Terus mantannya datang, goda-gadain Dewa, bujuk-bujuk Dewa buat balikan, terus karena Dewa juga masih cinta sama mantannya itu, akhirnya Dewa luluh dan nerima lagi mantannya itu. Kan banyak yang seperti itu."
"Tapi itu gak berlaku untuk Dewa, Cy. Aku tahu persis siapa Dewa. Dia itu bukan tipe laki-laki yang gampang tergoda. Walaupun ada penari stripβ’tis di depannya, dia gak bakal tergoda. Dia itu tipe laki-laki yang mendahulukan logika ketimbang napβ’su." Ucap Arthur.
"Apalagi cuma godaan mantan, mental lah itu sama Dewa." Kata Arthur lagi.
__ADS_1
"Tapi Xena bilang begitu, Thur!! Bahkan bukan cuma sekedar selingkuh pacaran-pacaran biasa gitu, tapi Dewa sama mantannya juga udah berhubungan intim."
"Ngaco kamu!! Ada bukti gak kalau Dewa begitu?!"
"Ada. Video!" Jawab Nancy dengan raut wajah yang sangat serius.
Melihat wajah Nancy yang sangat serius, keteguhan hati Arthur yang sejak tadi menolak percaya perselingkuhan Dewa, mulai terkikis sedikit demi sedikit.
"Masa sih Dewa begitu?!" Lirih Arthur pelan namun masih bisa di dengar oleh Nancy.
"Tadinya aku juga gak percaya, tapi Xena bilang ada video Dewa sama mantannya yang sedang begituan." Balas Nancy.
"Aku harus tanya Dewa nih!!" Ucap Arthur sambil mengangkat bokongnya dari sofa dan hendak mengambil ponselnya yang sedang ia charge.
"Gak usah. Kita gak usah ikut campur urusan rumah tangga mereka. Biar mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri."
"Kamu pikir Xena itu orang lain buat aku?! Xena kan juga sepupu aku!" Balas Nancy tak mau kalah.
"Kok kamu jadi nyolot gitu sih?!"
"Habis kamu duluan yang nyolot!! Aku kan tadi cuma bilang jangan campurin urusan mereka. Xena aja belum menanyakan tentang kebenaran video itu, kenapa kamu yang lebih kepo dari Xena!"
"Jadi kamu nyalahin aku ini?"
"Iya lah!!"
"Ya udah.. ya udah, aku minta maaf." Balas Arthur mengalah.
"Kok jadi kita sih yang adu mulut! Dari pada adu mulut, mending kita adu bibir aja." Goda Arthur sambil kembali mendaratkan bokongnya di sebelah Nancy untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
Nancy tidak menggubris godaan Arthur dan malah mengalihkan pandangannya dari Arthur.
"Udah dong, aku kan udah minta maaf." Bujuk Arthur sambil mendusel-dusel hidungnya di pundak dan leher Nancy.
"Iiikh.. geli." Rengek Nancy kegelian.
"Makanya jangan ngambek-ngambek." Balas Arthur.
"Dari pada kamu ngambek-ngambek, mending kita ngombak-ngombak di bath up." Goda Arthur lagi.
Nancy melirik Arthur sebentar dan langsung mengalihkan pandangannya lagi dari Arthur sambil tersenyum tipis.
"Yuk Sayang, lanjutin yang tadi ketunda." Ajak Arthur.
Nancy menganggukkan kepalanya pelan. Begitu melihat Nancy mengangguk, Arthur pun langsung bergerak cepat menggendong tubuh Nancy ala bridal style menuju kamar mandi.
β’ β’ β’ β’ β’
Meninggalkan Arthur dan Nancy yang sedang membuat ombak buatan, ada Dewa yang sedang duduk galau di ruang televisi di apartemennya.
Ia masih saja bimbang dengan keputusan yang diambil. Antara harus menjemput Xena yang Dewa yakini ada di rumah Arthur-Nancy untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya atau malah membiarkan Xena berada dirumah Arthur-Nancy dan membiarkan masalah ini berlarut-larut.
"Kenapa aku jadi galau begini? Bukannya ini memang yang aku mau, sebuah perceraian?!" Monolog Dewa.
Meski mulutnya berkata menginginkan sebuah perceraian, tapi tidak dengan hati Dewa. Hatinya mengatakan ingin meneruskan pernikahan ini dan menjalankan pernikahannya dengan Xena layaknya suami-istri yang sesungguhnya. Meski Xena sangat tengil dan bukan tipe wanita idamannya, tapi justri ketengilan Xena lah yang saat ini sangat Dewa rindukan.
β’ β’ β’ β’ β’
Bersambung...
__ADS_1