Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 53


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Se-glowing-glowingnya kamu di sosial media,


Akan ada foto KTP yang menjelaskan semuanya.


😂😂


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Inget Xena, inget!!! Kamu udah punya suami!!


Baru saja Xena ter-Bima-Bima, tiba-tiba malaikat berbisik mengingatkan status Xena.


Xena pun menggelengkan kepalanya untuk mengeluarkan pesona Bima dari otaknya.


"Apaan sih Bim..!!" Ucap Xena sambil mengalihkan pandangannya sesaat lalu menyendokkan makanannya ke mulut.


"Xen..." tiba-tiba Bima memegang tangan Xena.


Spontan Xena menarik tangannya dari tangan Bima lalu mendongakkan wajahnya melihat Bima.


"Kalau kamu gak bahagia bersama suami kamu, bilang sama aku. Aku siap nerima kamu." Ucap Bima.


"Kamu ngomong apa sih!! Yang bilang aku gak bahagia siapa? Aku bahagia kok. Kalau kamu lihat aku sama Kak Dewa kayak Tom & Jerry, karena memang begitu love language kami." Balas Xena.


"Iya deh percaya." Balas Bima sambil tersenyum kecut.


Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan suasana yang agak sedikit canggung.


• • • • •


Pukul 19.00


Apartemen Dewa.


Xena sudah selesai masak makan malam untuk dirinya dan Dewa. Tapi sayangnya sampai jam segini Dewa belum pulang.

__ADS_1


"Kak Dewa mana sih, kok gak pulang-pulang? Apa dia ngambek yah? Atau jangan-jangan lagi sama Sagita?" Monolog Xena bertanya-tanya dalam hati.


Xena pun mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Dewa tapi baru saja Xena mau melakukan panggilan ke nomor Dewa, tiba-tiba pintu apartemen berbunyi seperti ada orang yang menekan kode password pintu.


Xena yang sedang menunggu diruang tamu langsung berlari ke ruang makan dan cepat-cepat mengambil piring dan mengisi lauk pauk kedalam piringnya. Tujuannya agar Dewa tidak berpikir kalau dirinya menunggu Dewa untuk makan bersama.


Ceklek. Pintu terbuka dan benar feeling Xena kalau Dewa yang datang.


Dewa pun masuk ke dalam apartemen.


"Malam Kak." Sapa Xena sambil menyendokkan nasi kedalam mulutnya saat Dewa melewati ruang makan.


Dewa tak menjawab dan malah melengos pergi menuju kamarnya dan membuka pintu kamarnya dengan kasar.


BRAAAK.. Dewa menutup pintu kamarnya kasar.


"Laki-laki kok suka-nya ngambek." Gerutu Xena lalu melanjutkan makannya lagi.


Tiga puluh menit kemudian.


Xena sudah selesai makan, piring kotornya pun juga sudah ia cuci, Xena pun duduk diruang tengah sambil menonton televisi.


"Kak Dewa kok gak keluar-keluar?" Monolog Xena.


Satu menit, tiga menit, lima menit, Xena menimbang-nimbang apa ia harus masuk ke kamar dan menyuruh Dewa makan.


Dan di menit kesepuluh Xena pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju sofa.


Tok.. Tok.. Tok..


"Kak, makan dulu." Ucap Xena sambil mengetuk pintu kamar.


Tak ada sahutan dari dalam kamar.


Tok.. Tok.. Tok..


"Kak Dewa." Panggil Xena sekali lagi.


Sedangkan di dalam kamar, Dewa sengaja tidak keluar-keluar kamar berharap Xena memanggilnya keluar kamar.

__ADS_1


Dan disaat Xena memanggilnya, Dewa pun berpura-pura melakukan panggilan video dengan Sagita, Dewa ingin membuat Xena kesal seperti dirinya yang sedang kesal pada Xena hari ini.


"Kak Dewa, aku masuk yah." Ucap Xena sebelum membuka pintu kamar Dewa karena Dewa tak kunjung menyahut.


Ceklek. Xena membuka pintu kamar.


"Kak Dewa.." panggil Xena sambil berjalan memasuki ruang tidur dengan hati-hati, takutnya Dewa sedang dalam mode reog.


Mendengar Dewa yang sedang menelpon, Xena tak melanjutkan langkahnya masuk ke ruang tidur dan malah menguping dari balik tembok.


Iya Sayang, besok aku temanin kamu shopping. Besok satu hari full waktu ku untuk kamu.


Begitu lah kata-kata yang Xena dengar dari mulut Dewa.


Memangnya istri kamu gak marah kalau waktu kamu full buat aku?


Balas suara wanita yang ada diseberang telepon, yang Xena yakini itu adalah Sagita.


Untuk apa dia marah, dia kan tau kalau aku cintanya sama kamu. Balas Dewa.


Ya udah kalau gitu, besok aku ke showroom kamu yah. Balas Sagita.


Gak usah Sayang, biar aku aja yang ke apartemen kamu. Balas Dewa.


Tapi aku kesana habis anter si Tengil yah, Sayang. Kata Dewa lagi.


Oke Sayang ku. Aku tunggu yah besok. Love You. Balas Sagita.


Love You Too. Muaaah. Balas Dewa.


Muaaah. Balas Sagita.


Panggilan Dewa-Sagita pun berakhir.


Dewa melirik ke arah tembok tempat Xena bersembunyi dan tersenyum penuh kemenangan.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2