Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 64


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Berimajinasi memang sangat menyenangkan, tetapi kita juga harus ingat bahwa kenyataan tak seindah apa yang ada di imajinasi kita.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Apartemen Sagita.


"Du du du du du... du du du du du..." Sagita bersenandung bahagia seperti orang yang baru menang treding dari kamar mandi menuju meja riasnya.


Ia menatap pantulan tubuhnya dari cermin.


"Mari kita mulai permainan yang sesungguhnya tengil!!" Monolog Sagita sambil tersenyum licik didepan cermin.


Sagita yang masih menggunakan bathrobe itu pun berjalan mengambil laptop dan ponselnya, lalu membawa kedua benda itu ke tempat tidur.


"Saat-nya kita mengedit." Monolog Sagita sebelum membuka laptopnya.


Sagita pun ponselnya ke laptop dengan menggunakan kabel data lalu membuka video dirinya dan Dewa yang sedang main kuda-kudaan bohongan.


"Kira-kira di part mana yang harus aku ambil gambarnya?" Gumam Sagita sambil matanya fokus ke layar laptop.


"Mmm.. oke aku akan ambil di bagian ini." Ucap Sagita lalu menjeda video itu dan mengambil gambar Dewa yang sedang menindihnya.


Sagita pun melanjutkan rekaman video-nya.


"Lalu yang ini." Sagita kembali mengambil gambar di bagian saat dirinya ada diatas Dewa.


Setelah selesai mengambil gambar dengan pose Sagita ada di atas Dewa, Sagita pun melanjutkan rekaman videonya.


"Oke, ini yang terakhir." Dan pose terakhir yang Sagita ambil gambarnya adalah pose saat Dewa ada di belakangnya.


Tak puas hanya membuat potongan gambar, Sagita pun mengedit rekaman video itu, memotong bagian yang memperlihatkan kalau video itu hanya rekayasa Sagita dan menyisakan part-part saat dirinya dan Dewa sedang main kuda-kudaan.


Karena Sagita cukup ahli dalam hal edit mengedit, tidak sampai satu jam Sagita pun berhasil mengedit video asli yang berdurasi empat puluh lima menit menjadi sepuluh menit.


Setelah selesai mengedit video, Sagita pun menyimpan video yang sudah ia edit kedalam flasdisk dan mencetak potongan-potongan gambar yang ia ambil dari rekaman video.


Rencananya flashdisk itu akan Sagita kirim pada Xena sedangkan potongan gambar itu akan Sagita kirim kerumah orangtua Dewa.

__ADS_1


• • • • •


Pukul 14.00


Xena baru saja sampai di apartemennya bersama Dewa.


Baru saja dirinya masuk kamar dan meletakkan tas-nya di meja belajar, tiba-tiba bel apartemen berbunyi.


"Hish, siapa sih!!" Gerutu Xena seraya berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuju pintu.


Xena tak langsung membuka pintu apartemen, ia melihat dulu di layar monitor siapa yang memencet bel apartemen.


Dan terlihatlah kurir yang berdiri didepan pintu apartemennya.


"Perasaan aku gak ada mesen apa-apa." Guman Xena.


"Apa jangan-jangan Kak Dewa yah yang mesen barang?" Gumamnya lagi.


"Duh.. barangnya apaan nih? Jangan-jangan COD lagi. Mampus aku kalau COD terus harga barangnya mahal." Belum apa-apa Xena sudah takut duluan.


Karena takut barang yang diantar itu adalah barang COD belanjaan Dewa dengan harga yang mahal, Xena pun memilih untuk tidak membukakan pintu.


Tapi sayangnya hati nuraninya tidak sejalan dengan otak piciknya. Mendengar suara bel pintu berkali-kali membuat Xena mau tak mau membukakan pintu.


"Selamat siang. Dengan Nona Xena." Tanya si kurir.


"Oh.. bukan, saya adeknya." Jawab Xena berbohong.


"Oh.. ini Mbak, ada paket untuk Nona Xena." Ucap si kurir sambil memberikan paket itu pada Xena.


"Ini udah lunas?" Tanya Xena.


"Udah kok Mbak. Mbak-nya tinggal tanda tangan resi aja." Jawab si kurir.


Xena pun bernafas lega.


"Ngomong-ngomong isi paketnya apa yah Mas?" Tanya Xena sambil menandatangi resi tanpa melihat keterangan yang tercantum di depan paket.


"Kan ada tulisannya disitu Mbak." Jawab si kurir.


"Eh.. iya, lupa." Balas Xena.

__ADS_1


"Ya udah makasih yah Mas." Ucap Xena.


Kurir pun pergi dari depan pintu unit apartemen. Setelah kurir pergi, barulah Xena masuk kedalam apartemen dan berjalan menuju ruang televisi.


Pengirim : Ratu Dalam Hati Suami-mu.


Kepada : Nona Xena.


Barang : Alat Kejut Jantung.


Begitulah spesifikasi yang tertera di depan paket.


"Apaan sih ini!! Aneh-aneh aja deh!!" Dumel Xena saat melihat nama si pengirim dan nama barang yang tercantum.


"Tapi ngomong-ngomong siapa yang ngirim ini?" Xena pun jadi penasaran dengan isi paket itu apalagi nama si pengirim tertulis Ratu Dalam Hati Suami-mu.


Sesampainya diruang televisi, Xena langsung membuka paket itu. Dan terlihatlah sebuah flashdisk bergambar hello kitty didalam sebuah kotak yang berukuran sedang.


"Flashdisk?" Lirih Xena.


"Ratu Dalam Hati Suami-mu?" Lirih Xena lagi saat mengingat nama si pengirim.


Xena pun mulai memecahkan teka-teki tentang nama si pengirim.


"Apa jangan-jangan ini dari Sujigong yah?!" Tebak Xena.


"Terus buat apa dia ngirim flashdisk? Gak mungkin kan buat nyimpen tugas-tugas aku? Baik banget dia!!"


"Terus buat apa dong dia ngirim ini? Apa jangan-jangan....." Xena pun mulai curiga.


Dan untuk membuktikan tentang kecurigaannya, Xena pun beranjak dari tempat duduknya di sofa lalu berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Xena langsung mengambil laptopnya dan menyambungkan flashdisk itu ke laptop.


Xena pun membuka file yang ada di dalam flashdisk. Hanya ada satu file disana dengan nama file Malam Yang Tak Terlupakan.


Xena menelan salivanya susah payah. Membaca nama file-nya saja perasaan Xena sudah tidak enak.


"Buka gak yah.. buka gak yah..." lirih Xena dengan suara yang bergetar.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2