Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 21


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Ternyata pura-pura bodoh itu menyenangkan,


Kau tidak tahu saja, sebelum kau jadi ular, aku sudah 5x ganti kulit.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Pukul 19.30


Dewa baru sampai di rumah orangtuanya.


Dengan santai Dewa masuk kedalam rumah dan masuk ke ruang tengah menghampiri Xena dan orangtuanya yang sedang menunggu kepulangan Dewa.


"Dari mana aja sih kamu, jam segini baru pulang?!" Tanya Papa Dewa.


"Cek pembukuan Pa." Balas Dewa santai.


"Cek pembukuan!! Ini kan masih awal bulan!!"


"Kan pembukuan bulan kemaren dari showroom di tempat lain belum Dewa cek."


"Kamu udah makan? Makan dulu sana." Ucap Mama Dewa.

__ADS_1


"Udah Ma, tadi sebelum kesini Dewa singgah makan di warung tenda pecel ayam di dekat showroom."


"Pergi makan di luar gak ngajak-ngajak istri!! Kamu lupa kalau kamu udah punya istri sekarang?!" Sindir Papa Dewa.


"Kalau Dewa lupa, gak mungkin lah Pa, Dewa pulang kesini. Pasti Dewa langsung terus ke apartemen." Balas Dewa.


"Uuuh.. so sweet.." lirih Xena pelan tapi masih bisa di dengar oleh Dewa dan orangtua Dewa.


Mendengar itu, Dewa hanya memutar bola matanya malas lalu mendaratkan bokongnya di samping Xena.


"Ma, Pa, Dewa sama Xena balik ke apartemen yah." Izin Dewa.


"Kok cepet banget? Baru juga satu malam kalian nginap disini!" Protes Papa Dewa.


"Iya boleh Sayang." sahut Mama Dewa.


"Gak pa-pa Pa, biar aja mereka pulang ke apartemen. Mungkin Dewa lagi mau mengeksplor di segala ruang apartemennya. Kalau disini kan cuma bisa di kamar. Itu pun gak bisa puas karena gak bisa ngeluarin suara keras-keras. Ya kan Wa?"


"Gara-gara si bocil, gue jadi di cap bringas sama nyokap gue!!" Dumel Dewa dalam hati.


Meski ngedumel dalam hati, tapi Dewa tidak membantah tudingan Mama-nya.


"Ekhem.. ya, kira-kira begitu lah Ma." Lirih Dewa canggung. Ia terpaksa mengiyakan tudingan Mama-nya agar mereka bisa cepat pulang ke apartemen.


"Ya udah kalian boleh pulang. Tapi sering-sering dateng kesini yah." Ucap Papa Dewa.

__ADS_1


"Iya Pa." Jawab Dewa dan Xena kompak.


"Oh ya Wa, Papa udah urus masalah kuliah Xena di kampus X, lusa dia sudah bisa kuliah. Kamu anter Xena yah sampe keruang kelasnya." Ucap Papa Dewa.


"Harus sampe ke ruang kelasnya?" Tanya Dewa.


"Ya harus!!! Kalau nanti Xena nyasar di kampus itu gimana? Xena kan istri kamu, keselamatan Xena udah jadi tanggung jawab kamu." Balas Papa Dewa.


"Iya Pa, iya."


"Jangan iya-iya aja. Nanti Papa tanya sama abang ipar kamu, bener apa gak kamu nganter Xena sampe ruang kelasnya!!"


"Iya Pa, iya." Balas Dewa penuh penekanan.


"Ya udah Dewa sama Xena pulang ke apartemen dulu yah." Pamit Dewa sambil mengangkat bokongnya dari sofa dan diikuti Xena.


Dewa dan Xena pun mencium punggung tangan kedua orang tua Dewa sebelum meninggalkan ruang tengah.


"Hati-hati yah nyetirnya. Tetap fokus. Tahan sampe apartemen." Pesan Mama Dewa saat Dewa mencium punggung tangannya.


Dewa menghela nafasnya kasar mencoba menahan rasa malu dan rasa kesal atas tudingan Mama-nya.


"Tuh denger kata Mama." Goda Xena.


Xena, Xena, Xena, tidak ada kapoknya kamu itu yah.

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2