
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Jadilah seperti bulu ketiak,
Meski terhimpit, terjepit dan tertekan,
Tapi ia tetap tumbuh subur.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
"Halo Wa.. hiks.. hiks.. hiks." Terdengar jelas suara Sagita yang terisak dari seberang telepon.
Mendengar suara Sagita yang terisak, refleks Dewa pun mengubah posisinya menjadi duduk.
Meski sekarang Dewa membenci Sagita, tapi tak bisa di pungkiri sisa cinta dalam hati Dewa untuk Sagita masih ada dan itu membuat Dewa menjadi khawatir dengan Sagita.
"Kamu kenapa?" Tanya Dewa.
"Aku kangen kamu Wa. Aku sadar gak baik merindukan laki-laki yang sudah beristri, tapi.. tapi aku gak mampu mengeluarkan kamu dan kenangan kita dari pikiran aku Wa." Jawab Sagita sambil terisak.
__ADS_1
Sama Git, aku juga. Jujur, aku belum bisa ngelupain kamu. Tapi kamu udah merusak kepercayaan aku. Kalau pun hubungan kita diteruskan, itu hanya akan menyakiti kita berdua, karena pasti kita akan ribut, ribut dan ribut karena aku yang selalu curiga sama kamu. Ucap Dewa dalam hati.
"Wa, kamu denger aku kan?" Tanya Sagita karena Dewa tak mengeluarkan suara apapun.
"Git, hubungan kita udah berakhir. Dan itu, karena kamu bukan karena aku. Jadi aku harap walaupun itu susah, kamu harus bisa lupain aku. Karena aku juga sedang belajar melupakan kamu dengan menata hidup baru bersama istri aku." Balas Dewa.
"Iya Wa, aku sadar, aku yang salah, aku minta maaf untuk itu. Tapi Wa, bisa gak kita ketemu untuk yang terakhir kalinya, untuk mengakhiri hubungan kita dengan benar, agar aku gak terus-terusan merasa bersalah sama kamu karena sudah mengkhianati kamu."
Dewa diam memikirkan ajakan Sagita.
"Aku pikir-pikir dulu. Kalau emosi aku udah stabil, baru aku kabarin kamu kapan dan dimana kita ketemuan untuk yang terakhir kali menyelesaikan hubungan kita dengan baik."
"Makasih yah Wa. Aku tunggu kabar dari kamu. Aku harap kamu secepatnya ngabarin aku, biar aku bisa tidur nyenyak dan bisa melanjutkan hidup tanpa rasa bersalah."
"Ya sudah, aku tutup yah teleponnya. Salam untuk istri kamu." Ucap Sagita.
"Mmmm.." balas Dewa.
Sagita pun mengakhiri panggilan teleponnya dengan Dewa.
Setelah panggilan telepon dengan Sagita berakhir, Dewa pun beranjak dari duduknya dan pergi dari halaman belakang. Naik ke lantai atas dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Sedangkan di unit apartemennya, Sagita tersenyum licik setelah panggilan teleponnya dengan Dewa berakhir.
"Kalau aku gak bisa buat kamu balik sama aku, paling gak aku harus hancurin rumah tangga kamu Wa. Aku gak rela si tengil itu yang jadi pengganti aku!!" Geram Sagita sambil menggenggam erat ponsel yang ada di tangannya.
• • • • •
Dikamar Dewa-Xena.
Ceklek. Dewa membuka pintu kamarnya dengan pelan dan masuk ke dalam kamar.
Dewa berjalan mengendap-endap masuk keruang tidur yang semua lampu masih menyala.
Mata Dewa membulat sempurna begitu dirinya melihat penampakan Xena yang sudah tidur dengan gaya terlentang dan abstrak tanpa selimut yang menutupi tubuhnya.
Tanpa selimut yang menutupi tubuhnya? Jadi...
Yups, Dewa melihat jelas tubuh Xena yang sedang memakai lingerie cream. Dan yang membuat Dewa ternganga, saat ia melihat cadar berenda berwarna merah yang Xena pakai, karena saat ini bawahan lingerie yang Xena pakai naik sampai ke pinggang.
Setan mesum pun merasuk ke dalam tubuh Dewa dan membangkitkan gelora hasrat perjaka tua Dewa. Sadar tidak sadar, Dewa berjalan mendekati ranjang dan naik ke atas ranjang, mendekati Xena yang tidur dengan gaya eksotis.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...