Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 71


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Seorang suami yang baik menyadari kalau istrinya bukanlah bidadari sebagaimana dirinya juga bukanlah malaikat.


Sebagaimana dirinya tidak sempurna, maka dari itu dia tidak pernah menuntut istrinya untuk sempurna.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Keesokan paginya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi Xena masih saja betah di dalam kamar tamu rumah Arthur-Nancy.


"Xena belum bangun?" Tanya Arthur seraya menarik kursi makan lalu mendaratkan bokongnya disana.


"Belum."


"Gak kamu bangunin?"


Nancy menggelengkan kepalanya.


"Bangunin sana, emangnya dia gak kuliah?"


"Udah lah biarin aja, mungkin dia masih mau menata hatinya dulu. Kuliah pun kalau pikiran gak ke pelajaran buat apa."


"Ya tapi tetap harus di bangunin, suruh sarapan dong Cy, kalau dia sakit, kan kita juga yang repot."


"Ya udah, aku bangunin dulu." Balas Nancy lali beranjak dari ruang makan menuju ke kamar yang ditempati Xena.


Ceklek. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Nancy langsung membuka pintu kamar yang di tempati Xena.


Mendengar pintu kamar terbuka, Xena yang sebenarnya sudah bangun dari pukul enam tadi langsung berpura-pura tidur lagi.


"Xen, bangun!! Sarapan dulu yuk." Nancy membangunkan Xena sambil mencolek-colek lengan Xena.


Xena tak merespon.

__ADS_1


"Udah gak usah pura-pura tidur!! Emangnya Kakak gak tau apa kalau kamu tidur beneran kayak gimana! Ayo cepetan bangun, di tungguin Arthur tuh di meja makan!"


Mendengar itu Xena langsung membuka matanya.


"Memangnya kalau aku beneran tidur kayak gimana?" Tanya Xena begitu membuka matanya.


"Kalau kamu beneran tidur, lubang hidung kamu gak bakalan ngembang. Sedangkan tadi lubang hidung kamu ngembang." Jawab Nancy.


Spontan Xena langsung memegangi lubang hidungnya.


"Udah yuk bangun. Cuci muka sama sikat gigi dulu!! Kakak tunggu di ruang makan!" Kata Nancy lagi lalu keluar dari kamar Xena.


Setelah Nancy keluar, Xena pun mendudukkan dirinya.


Entah kenapa ia malas sekali beranjak dari tempat tidur. Tapi kalau ia tidak segera ke ruang makan, pasti Nancy mengamuk. Mau tak mau Xena pun menurunkan kakinya ke lantai dan berjalan dengan malas menuju kamar mandi. Tak perlu mandi, cukup cuci muka dan gosok gigi saja sesuai saran dari Nancy.


• • • • • •


Kini Arthur, Nancy dan Xena sudah berada di meja makan.


"Gak selera makan Kak." Jawab Xena lemas.


"Kok jadi lemes gitu sih? Mana Xena yang tengil yang tiap hari kerjanya bikin pusing Dewa?!" Sindir Arthur.


"Patah hati boleh Xen, tapi harus tetap makan, menata hati kan juga butuh tenaga." Timpal Nancy.


"Iya, iya. Nanti kalau ini udah habis, aku tambah lagi." Balas Xena.


"Jadi kamu udah siap ketemu sama Dewa untuk ngomongin masalah ini?" Tanya Arthur.


"Aku-nya sih udah siap Kak, tapi kayaknya Kak Dewa-nya memang gak mau lagi ketemu sama aku. Mungkin Kak Dewa udah kebelet banget pengen cerai dari aku."


"Hush, jangan berpikiran negatif dulu akh." Balas Nancy.


"Gimana gak punya pikiran negatif Kak, masa iya aku gak pulang gak dicariin?!"


"Ya kan ponsel kamu, kamu nonaktifkan dari kemaren." Balas Nancy.

__ADS_1


"Tapi tadi malem sempat aku aktifkan Kak, tapi gak ada satu pun pesan dari Kak Dewa yang nanyai keberadaan aku!!"


"Dia bukannya gak mau ketemu sama kamu, dia juga lagi shock sekarang karena video itu." Timpal Arthur keceplosan.


Mendengar kata-kata Arthur, sontak Nancy dan Xena kompak memberikan tatapan mengintimidasi Arthur.


Bagaimana tidak mengintimidasi karena dari kata-kata Arthur, Nancy yakin kalau tadi malam, diam-diam Arthur pasti sudah memberitahu Dewa tentang keberadaan Xena. Padahal. Nancy sudah melarang Arthur untuk tidak memberitahu Dewa kalau Xena ada disini.


"Mampus!!! Gue keceplosan lagi!!" Gumam Arthur dalam hati.


"Kamu kasih tau Dewa kalau Xena disini?" Tanya Nancy.


Arthur hanya menyengir kuda sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kamu gimana sih!! Kan udah aku bilang jangan bilang-bilang Dewa kalau Xena disini!!" Omel Nancy.


"Tuh kan, udah tau aku disini aja Kak Dewa tetap gak mau nyusulin aku." Celetuk Xena dengan wajah sedihnya.


"Bukannya gak mau Xen, dia juga lagi menata hatinya, dia juga shock dengan video itu."


"Shock karena perzinahannya dengan mantannya akhirnya terkuak, gitu kan?!" Balas Xena ketus.


"Bukan gitu Xen. Kalau dari video yang aku lihat, kayaknya Dewa ini di jebak sama Sagita."


"Kamu udah nonton video-nya?" Tanya Nancy.


Arthur menganggukkan kepalanya.


"Dewa yang kirim tadi malam." Jawab Arthur santai.


"Iiikh.. kok kamu gak bilang-bilang sama aku sih!!! Aku tuh juga penasaran tau gak sama video-nya!!" Geram Nancy sambil mencubit-cubit kecil lengan Arthur.


"Iya, iya, iya, nanti aku kasih tunjuk video-nya, sekarang sarapan dulu." Balas Arthur.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2