Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 18


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Beli sisir beli kaca,


Bisa nyindir tapi gak bisa ngaca..


😜😜


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


"Xena sayang... menantu Mama..." teriak Mama Dewa sambil memasuki ruang tidur bersama Mbak Marni di belakangnya sambil membawa nampan yang berisi segelas susu coklat.


"Mama.." lirih Xena.


"Good Morning Sayang."


"Good Morning Ma."


"Gimana tadi malem?" Pertanyaan Mama Dewa sangat ambigu untuk Xena.


"Hah?" Xena menganga.


"Maksud Mama tidur kamu."


"Oh.. Nyenyak kok Ma."


"Ini Mama bawain kamu susu untuk calon ibu hamil. Biar encu-nya Dewa bisa jadi generasi emas." Ucap Mama Dewa sambil mengambil satu gelas susu itu lalu memberikannya pada Xena.


Mata Xena membulat.


"Susu calon ibu hamil? Beternak encu aja belum." Gumam Xena dalam hati.

__ADS_1


"Kok bengong? Ini ambil, terus di minum sampe habis."


"Nanti aja deh Ma, Xena belum sikat gigi."


"Justru karena kamu belum sikat gigi makanya harus diminum sekarang. Biar makin subur tuh lahan tempat tinggal encu karena jigong kamu."


"Ck.. Mama ngaco ikh! Mana ada jigong bisa bikin subur."


"Kebanyakan protes kamu. Udah cepetan minum." Paksa Mama Dewa.


Xena menghela nafasnya kasar. Mau tak mau ia pun meminum susu calon ibu hamil yang sudah Mama mertuanya buatkan.


Glegek... glegek... glegek.


Satu gelas susu cokelat calon ibu hamil pun habis Xena tenggak. Xena memberikan gelas kosong pada Mbak Marni.


"Nah ini baju ganti kamu. Sekarang kamu mandi, kita sarapan bareng." Ucap Mama Dewa sambil memberikan pakaian ganti untuk Xena.


"Ini kan baju Xena, Ma."


"Tapi kok bisa ada sama Mama?"


"Oh.. tadi jam setengah lima Dewa pulang ke apartemen kalian,terus balik lagi kesini nitipin baju ini."


"Terus Kak Dewa mana sekarang?"


"Udah pergi ke showroom."


"Oh.." Xena membulatkan mulutnya.


"Ya udah mandi sana. Mama tunggu di bawah. Jangan lama-lama mandinya, Papa mertua kamu juga nungguin kamu, ada yang mau di omongin sama kamu katanya." Ucap Mama Dewa sambil beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari dalam kamar.


Setelah Mama mertua-nya keluar dari dalam kamar, Xena langsung lompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar mandi, Xena langsung memuntahkan isi perutnya. Rasa susu calon ibu hamil begitu amis dan hingga membuatnya mual. Maklum, Xena tidak suka minum susu sekalipun itu susu cokelat.


Tapi demi menghargai perhatian yang sudah di berikan Mama mertua, jadi Xena tahan rasa mual yang sudah Xena rasakan saat baru mencium aroma susu.


• • • •


Lima belas menit kemudian.


Kini Xena sudah berada di ruang makan bersama Papa dan Mama Dewa, keluarga baru Xena.


"Xen, Papa udah ngurus kuliah kamu di kampus X, jadi lusa kamu udah bisa masuk di kampus itu. Nanti Papa suruh Dewa untuk nganter kamu sampe keruang kelas." Ucap Papa Dewa sambil mereka menikmati sarapan mereka.


Uhuk.. uhuk..


Xena tersedak mendengar ucapan Papa Dewa.


Bukan karena sang Papa mertua sudah mengurus kuliahnya, tapi karena kalimat terakhir Papa mertuanya lah yang membuat Xena tersedak.


Mama Dewa langsung menyodorkan air minum ke hadapan Xena.


Xena pun mengambil air minum itu lalu menenggaknya sampai habis.


"Iiikh.. Papa, memangnya Xena anak TK yang baru masuk sekolah apa, pake dianter sampe kelas segala." Balas Xena setelah dirinya merasa lega dari tersedaknya.


"Bukannya gitu, Papa takutnya kamu nyasar aja. Nanti bukannya kekelas malah ke kantin." Seloroh Papa Dewa.


"Ish Papa, tau aja kalau Xena tukang cabut waktu SMA." Balas Xena malu-malu.


"Dan satu lagi. Karena kamu istri Dewa, jadi soal nafkah dan uang jajan kamu itu urusan Dewa. Tapi kalau soal kuliah, Papa yang akan bayarin kuliah kamu sesuai kesepakatan kita waktu lamaran."


Waktu dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung untuk melamar Xena, Dewa secara terang-terangan bicara pada orangtuanya menolak membiayai kuliah Xena dan menafkahi Xena, bukan karena Dewa tidak mampu atau pelit, tapi karena Dewa kesal dengan Xena yang memfitnah-nya telah berbuat yang tidak-tidak pada Xena di depan orang tua Nancy dan Arthur. Dan berujung pada pernikahan yang tidak Dewa inginkan.


Namun setelah perdebatan yang cukup sengit di dalam mobil, akhirnya kesepakatan pun tercapai dengan hasil Dewa hanya menafkahi dan memberi uang jajan untuk Xena sedangkan soal kuliah, Papa Dewa lah yang akan bertanggung jawab untuk itu.

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2