Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 67


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Bahagia itu ketika kita mendapatkan kenyamanan berdasarkan dari apa yang kita rasakan, bukan berusaha memaksakan diri untuk merasakan kenyamanan berdasarkan kata orang.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Kini Dewa sudah berada di rumah orangtuanya.


"Papa mana Mbak?" Tanya Dewa saat dirinya masuk ke teras rumah pada salah satu asisten rumah tangga di rumah orangtuanya yang sedang menyiram tanaman.


"Ada di dalam Den, kayaknya di ruang televisi." Jawab asisten rumah tangga itu.


Dewa menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar untuk mengumpulkan kekuatan sebelum masuk kerumah setelah itu barulah Dewa berjalan memasuki rumah.


"Pa.." sapa Dewa begitu dirinya sampai di ruang televisi.


Papa dan Mama Dewa menoleh lalu berdiri dari tempat duduk mereka di sofa. Papa Dewa pun berjalan menghampiri Dewa dengan mengepalkan tangannya, melihat wajah emosi suaminya, Mama Dewa pun cepat-cepat mengejar suaminya dan memegang tangan suaminya agar suaminya menahan emosinya.


Dan cara Mama Dewa itu pun berhasil membuat Papa Dewa bisa menahan emosinya pada Dewa. Begitu sampai di hadapan Dewa, Papa Dewa hanya memberi tatapan tajam Dewa dengan rahang yang mengeras.


"Ikut Papa!!" Perintah Papa Dewa tegas lalu berlalu dari hadapan Dewa menuju ruang kerjanya.


Setelah kedua orangtuanya berlalu, mata Dewa pun mengelilingi ruang televisi untuk mencari keberadaan Xena.


"Xena mana? Kok gak ada." Lirih Dewa.


"Dewa!!!" Teriak Papa Dewa yang sudah sampai di depan ruang kerja-nya.

__ADS_1


Dewa pun cepat-cepat berjalan menyusul kedua orangtuanya ke ruang kerja.


• • • • •


Kini mereka sudah berada diruang kerja Papa Dewa.


"Duduk!!" Perintah Papa Dewa.


Dewa pun mendaratkan bokongnya di sofa panjang di depan tempat kedua orangtuanya duduk.


"Apa maksud ini semua?!" Papa Dewa langsung melempar foto-foto Dewa dengan Sagita yang sedang main odong-odong ke meja yang ada di tengah-tengah mereka.


Mata Dewa membulat sebulat-bulatnya begitu melihat foto-foto itu. Dewa kaget bukan karena foto-foto itu, karena versi video-nya saja Dewa juga sudah melihat. Yang membuat Dewa kaget, karena Dewa tidak menyangka kalau Sagita begitu berani mengirim foto-foto itu pada kedua orangtuanya.


"Boleh Dewa kasih penjelasan?" Tanya Dewa.


"Memang itu yang pengen Papa denger dari kamu!! Makanya Papa panggil kamu kesini!!" Jawab Papa Dewa dengan nada yang meninggi.


"Kamu!!!" Papa Dewa menggeram sambil melotot.


"Kita denger dulu Pa." Mama Dewa mencoba meredam emosi suaminya.


"Tapi Dewa berani sumpah Pa, kalau tujuan Dewa sama Sagita kesana bukan untuk macem-macem kayak di foto itu. Jadi kemaren Dewa sakit perut dan Sagita ngasih Dewa obat mulesnya dia, kan Sagita punya kebiasaan mules-mules kalau ditempat dingin, jadi Dewa percaya kalau itu obat mules. Tapi habis minum obat itu, Dewa ngerasa ngantuk yang berlebihan dan yang terkhir Dewa ingat, pandangan Dewa itu menggelap waktu Dewa mau ke toilet, habis itu Dewa gak inget apa-apa lagi, bangun-bangun udah jam sembilan malam." Dewa melanjutkan penjelasannya.


"Tuh kan Pa, gak mungkin Dewa seperti itu!! Perempuan itu pasti udah ngejebak Dewa!!!" Ucap Mama Dewa.


"Perempuan kurang ajar!!!" Geram Papa Dewa yang sependapat dengan istrinya.


"Kamu juga, kenapa pergi dengan mantan pacar kamu ke puncak!! Kamu gak sadar kalau status kamu udah jadi suami orang, hah!!" Bentak Papa Dewa.

__ADS_1


Meski Papa Dewa percaya dengan penjelasan Dewa, tetap saja Papa Dewa tidak setuju kalau anak-nya itu pergi ke puncak dengan wanita lain yang bukan istrinya hanya berduaan saja.


Seandainya Dewa tidak pergi hanya berdua dengan Sagita, sudah pasti penjebakkan ini tidak akan terjadi, kecuali Sagita sudah melakukan persekongkolan dengan orang lain yang bersama mereka itu.


"Maaf Pa. Sebenarnya selama ini Dewa meminta bantuan Sagita untuk buat Xena cemburu sama Dewa, Dewa mau buat Xena nyerah sama pernikahan ini. Karena kalau Dewa yang minta cerai pasti Xena akan bersikukuh mempertahankan rumah tangga kami, dan Papa dan Mama juga pasti gak akan setuju kalau Dewa menceraikan Xena. Makanya Dewa pikir, dengan Dewa bersekongkol dengan Sagita, Xena akan benci sama Dewa dan menyerah dengan pernikahan kami." Akhirnya Dewa mengakui tentang rencananya pada kedua orangtuanya.


"Kamu tuh bodoh atau bagaimana sih Wa!! Bisa-bisanya kamu punya pikiran kayak gitu!! Sekarang kalau udah kayak gini gimana? Kalau Xena sampai tahu masalah ini dan bener-bener minta cerai sama kamu gimana?!" Bentak Papa Dewa.


"Huaaaaa..." tiba-tiba Mama Dewa menangis histeris.


"Mama gak mau kamu bercerai dengan Xena, Wa. Mama cuma mau Xena yang jadi menantu Mama!! Apalagi kalau kamu menggantikan Xena dengan perempuan ular itu, Mama gak ikhlas Wa!! Pokoknya Mama cuma mau Xena!!" Racau Mama Dewa sambil menangis.


"Jadi Xena gak ada kesini?"


"Maksud kamu Xena udah tahu tentang ini?" Papa Dewa malah balik bertanya.


Dewa menganggukkan kepalanya.


"Sagita juga ngirim ini ke Xena tapi dalam bentuk video." Jawab Dewa.


Mendengar itu pandangan Mama Dewa langsung menggelap. Mama Dewa pun pingsan seketika.


Melihat istrinya pingsan, Papa Dewa pun langsung membaringkan istrinya di sofa.


"Ambil minyak kayu putih sama air hangat Wa, cepetan!!" Perintah Papa Dewa yang sudah panik.


Dewa pun mengangkat bokongnya dan berlari keluar dari dalam ruang kerja Papa-nya untuk mengambil minyak kayu putih dan air hangat untuk Mama-nya.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2