
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Teman palsu itu seperti bayangan,
Mengikutimu saat cerah dan meninggalkanmu saat gelap.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Apartemen Dewa.
Pukul 19.00
Kini Xena dan Dewa sedang berada di meja makan.
Dududu.. dududu..
Xena bersenandung bahagia sambil menyendokkan nasi untuk Dewa.
"Mau makan pake lauk apa Kak?" Tanya Xena.
"Pake nanya lagi!!! Orang cuma ada ikan gurame sama sayur brokoli, kecuali ada lima menu makanan, baru loe nanya gitu!" Jawab Dewa ketus.
"Galak banget, aku kan cuma nanya. Manatau aja Kakak gak suka ikan gurame sama sayur brokoli." Balas Xena.
"Gak usah jawab!! Cepetan gue udah laper!!"
Xena pun menyendokkan lauk pauk kedalam piring Dewa lalu memberikan piring yang sudah berisi nasi lauk pauk pada Dewa dan tak lupa Xena juga menuangkan air minum untuk Dewa.
Setelah melayani suami-nya, baru lah Xena mengambil makanan untuk dirinya.
__ADS_1
Lagi dan lagi, Xena kembali bersenandung sambil menyendokkan nasi dan lauk pauk ke piringnya.
Dan itu membuat Dewa tak henti-hentinya melirik tajam Xena.
Setelah mengisi piringnya, Xena pun mulai menyantap hasil masakannya. Senyum Xena terus merekah disaat sedang menikmati makanannya.
"Gue perhatiin kayaknya dari tadi loe seneng banget?" Tanya Dewa dengan ekspresi wajah julid.
"Ya seneng lah Kak, karena kita bisa duduk bersama di meja makan berdua. Dan Kakak nikmatin masakan aku." Jawab Xena.
"Siapa yang nikmatin!! Gue biasa aja kok. Gue masak masakan loe juga terpaksa karena uang gue yang di pake buat belanja!!"
"Eh.. ngomong-ngomong uang belanja, uang belanja yang Kakak kasih tadi kurang. Untung aja tadi ada temen aku yang bayarin, jadi gak malu-maluin deh."
Mendengar kata teman, otak Dewa langsung terhubung dengan sosok laki-laki yang ada di story Xena.
"Teman apa teman? Kok mau bayarin belanjaan loe?" Sindir Dewa.
"Temen Kak, lagian aku tuh tadi bilangnya minjem aja, nanti kalau Kakak udah ngasih kekurangannya baru aku kirim ke dia."
"Kan aku belanjanya untuk kebutuhan kita bersama bukan untuk kebutuhan aku aja."
"Salah loe, kan loe bilangnya mau belanja huat kebutuhan dapur doang, kenapa jadi belanja buat tiga kebutuhan, dapur, apartemen dan pribadi loe!!"
"Ya udah kalau Kakak gak mau, nanti aku bilang sama temen aku. Toh juga tadi temen aku bilang gak usah di bayar juga gak pa-pa kok kalau misalnya Kak Dewa gak mau nambahin kekurangannya." Balas Xena memanas-manasi.
Rahang Dewa kembali mengeras.
"Ya udah nanti gue ganti!! Enak aja loe mau ngejatuhin gue di depan temen loe!!" Balas Dewa.
Mendengar itu jelas saja Xena tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
• • • • •
Setelah selesai makan malam, Dewa dan Xena pun pindah ke ruang tengah.
Sesuai janji Dewa, Dewa pun mengirimkan uang sebesar lima juta rupiah lagi ke rekening Xena.
Bipbip.. bipbip.. Bunyi notifikasi m-banking di ponsel Xena.
"Udah gue transfer, cepetan bayar utang loe sama temen loe itu!!" Ucap Dewa.
Cepat-cepat Xena mengecek m-bankingnya.
"Banyak banget ngirimnya? Kan kurangnya cuma satu juta tiga ratus ribu rupiah?"
"Sisanya pake uang jajan loe. Besok loe udah mulai kuliah kan?"
"Beneran? Kakak bilang mau ngasih uang jajan aku harian?"
"Bawel yah loe!! Itu uang jajan loe satu bulan!! Ribet gue kalau harus nyediain uang cash mulu hanya untuk uang jajan loe!!" Balas Dewa.
"Sekarang cepetan deh loe, bayar utang loe sama temen loe itu!!" Kata Dewa lagi.
"Iya bawel!!" Balas Xena.
Xena pun mulai mengirim pesan pada Bima dan mengatakan akan mengganti uang Bima dan mau tak mau Bima menerima uang yang ingin Xena transfer padanya saat itu juga.
Uang sebesar enam juta tiga ratus ribu rupiah pun berhasil di transfer kerekening Bima.
Tapi bukannya mereka selesai berbalas pesan, ini malah mereka terus lanjut berbalas pesan. Bukan hanya melalui chat, tapi mereka berbalas pesan dengan voice note.
Mendengar Xena dan Bima saling berbalas voice note sambil ketawa-ketiwi jelas saja itu membuat Dewa jadi kebakaran bulu kuduk dan bulu-bulu lainnya.
__ADS_1
• • • • •
Bersambung...