
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Sejatinya nitijen julid hanya suka menilai buruk orang lain, tapi tidak suka jika dirinya di nilai buruk orang lain. Suka mengkritik tapi tidak suka dikritik orang lain.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
KLEEK. Dewa menyalakan lampu kamar dengan kasar.
"Xena!!! Bangun loe!!" Teriak Dewa.
Tapi Xena tetap kekeh berpura-pura tidur.
SSREEEET...
Dewa menarik kasar selimut yang menutupi tubuh Xena.
"Xena bangun!!" Teriak Dewa.
"Eugh..." Xena pura-pura melenguh sambil merentangkan kedua tangannya.
"Kak Dewa." Lirih Xena.
"Apa maksud loe ini?" Tanya Dewa sambil menyodorkan ponselnya ke wajah Xena.
"Oh.. gara-gara ini Kak Dewa ngamuk." Gumam Xena dalam hati.
"Loe bilang mau kirim ke Mama kenapa jadi kirim ke media sosial? Pake ngetag satu keluarga gue lagi!!" Bentak Dewa.
__ADS_1
"Astaga... kayaknya waktu aku ngepost itu aku gak sadar deh Kak." Kilah Xena.
"Alasan!! Bangun loe!!! Loe harus gue hukum karena udah buat gue malu di sosial media!!" Kata Dewa sambil menarik tangan Xena.
Xena pun langsung menyentak tangan Dewa yang menarik tangannya, lalu beranjak dari atas ranjang dari sisi yang sebelahnya dan begitu kakinya menginjak lantai, Xena langsung berlari sekencang-kencangnya ke kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, Xena langsung mengunci pintu kamar mandi dan menghela nafas lega.
"Hampir aja." Lega Xena.
DOR.. DOR.. DOR..
Dewa menggedor pintu kamar mandi.
"Xena buka pintunya!! Atau gue dobrak nih!!" Ancam Dewa.
"Dobrak aja!!! Kan Kakak juga nanti yang ngeluarin uang untuk bagusinnya!!" Jawab Xena.
"Gue gak becanda Xen, loe buka sendiri pintunya atau gue dobrak!! Kalau sampe gue dobrak, jangan salahin gue kalau gue berbuat kasar sama loe!!" Ancam Dewa lagi.
Apa Xena takut? Oh.. jelas tidak.
"Ya udah dobrak aja!!" Tantang Xena. Xena pikir itu hanyalah gertakan sambal dari Dewa.
BRUUK.. BRUUK.. Dewa berusaha mendobrak pintu kamar mandi.
"Mampus aku!! Kak Dewa beneran lagi sama kata-katanya." Lirih Xena.
Dengan sekuat tenaga, Xena pun menahan pintu kamar mandi agar Dewa tidak berhasil mendobrak pintu.
__ADS_1
Sambil Xena menahan pintu dengan kedua tangannya, sambil Xena memikirkan cara untuk membuat Dewa mati kutu kalau sampai Dewa berhasil mendobrak pintu kamar mandi.
"Aha!! Aku punya ide." Lirih Xena.
Xena pun mulai merealisasikan ide yang terbersit di kepalanya.
Xena melepaskan tangannya dari pintu dan membuka kunci pintu kamar mandi dan membuka kaos dan hot pants yang ia pakai sekarang hingga memperlihatkan gunung Xenabung yang masih tertutup dengan pelindung kain serta Xenangkangan yang masih tertutup dengan tirai segitiga.
BRAAAK. Pintu pun terbuka.
Mata Dewa langsung membulat saat melihat penampakan Xena.
Emosi yang tadi membara langsung menguar seketika saat melihat penampilan Xena.
Spontan Dewa memutar tubuhnya.
"Pake baju loe!! Loe pikir gue gak berani ngapa-ngapain loe kalau loe berpenampilan kayak gitu?! Gue ini cowok normal yah!!" Bentak Dewa.
"Gak mau!! Aku gak mau pake baju aku sebeluk Kak Dewa berhenti mempermasalahkan ini!!" Balas Xena.
"Oh.. loe nantangin gue?! Jangan salahin gue yah kalau hasrat kelaki-lakian gue meronta dan meminta hak gue sebagai suami secara paksa!!"
"Iya gak pa-pa, aku gak takut!! Kita kan emang suami-istri!! Emang udah seharusnya kan aku ngelayanin suami aku diranjang." Balas Xena tak mau kalah.
"Kak Dewa mau berapa ronde, aku siap melayani!!" Kata Xena lagi.
Geram dengan Xena yang tak mau kalah, Dewa pun memutar tubuhnya dan berniat menantang Xena balik.
Dewa sudah tidak memperdulikan gengsinya yang selama ini menahan hasrat setiap berdekatan dengan Xena. Toh Xena sendiri yang menantang Dewa untuk menggagahinya.
__ADS_1
• • • • •
Bersambung...