Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 68


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Katanya sih...


Kalau ada orang yang hobinya ngomongin, mengkritik dan nyalah-nyalahin orang lain, dan giliran di kritik langsung marah, itu artinya proses evolusi dia dari monyet ke manusia belum selesai dan tidak sempurna. Ooops..


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Setelah mengoleskan minyak kayu putih ke leher dan kening Mama Dewa serta menaruh minyak kayu putih untuk di hirup Mama Dewa, akhirnya Mama Dewa pun sadar. Setelah sadar, Papa Dewa pun memberikan air putih hangat untuk sang istri.


"Mama gak Papa?" Tanya Dewa khawatir.


Mama Dewa tidak menjawab dan malah mengalihkan pandangannya dari Dewa.


"Kamu gak khawatirin Mama kamu, yang harusnya kamu khawatirin itu istri kamu!! Sekarang cepat kamu temui Xena, kasih penjelasan ke dia. Minta maaf atas semua yang sudah kamu lakukan!! Itu pun kalau kamu mau mempertahankan rumah tangga kamu, kalau kamu mau rumah tangga kamu berakhir seperti keinginan kamu, gak usah cari Xena, biar Papa yang bantu proses perceraian kalian!!" Ucap Papa Dewa tegas.


Dewa terdiam dan menunduk.


"Ayo Ma, kita pindah ke kamar aja." Ajak Papa Dewa sambil membantu sang istri duduk.


"Sini, Dewa aja yang gendong Mama." Cepat-cepat Dewa mendekati Mama-nya.


"Minggir kamu!! Mama gak sudi disentuh sama laki-laki katarak mata sama katarak hati kayak kamu!! Di kasih istri cantik, baik, lucu, gemesin, bukannya di jaga, di pikirin cara buat bahagiain dia, ini malah disia-sia'in, di sakitin, di pikirin cara buat pisah!!" Cibir Mama Dewa sambil menyentak tangan Dewa yang sudah memegang lengan-nya.


Dewa tak berkutik.


"Ayo Pa." Ucap Mama Dewa sambil melirik sinis Dewa. Dewa pun mundur beberapa langkah untuk memberi jalan pada Mama dan Papa-nya lewat.


Papa dan Mama Dewa pun keluar dari dalam ruang kerja meninggalkan Dewa yang sedang merenungkan kata-kata Papa-nya.


Apa ia harus mencari Xena dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Xena sebagai wujud dirinya ingin mempertahankan rumah tangga-nya dengan Xena.

__ADS_1


Atau, membiarkan masalah ini dan menunggu Xena mengirim gugatan cerai padanya seperti yang ia inginkan selama ini.


• • • • •


Meninggalkan Dewa yang sedang bimbang, ada Xena yang sedang menghabiskan ice cream yang dia beli di mini market dekat rumah Nancy.


Sudah dua kotak ice cream Xena habiskan, dan sekarang Xena sedang memakan kotak ice cream yang ketiga diruang makan rumah Nancy. Itupun yang sedang Xena makan sekarang adalah stok ice cream milik Nancy.


(Disini Nancy belum hamidun yah. Makanya cerita Nancy-Arthur aku stop dulu, biar barengan alurnya.)


"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya Nancy.


Xena tidak menggubris pertanyaan Kakak sepupu-nya itu dan malah terus menyendokkan ice cream ke mulutnya.


Kesal karena Xena tidak menggubrisnya, Nancy pun menarik kotak ice cream itu dari hadapan Xena.


"Iikh Kak Acy!! Sini balikin ice creamnya!!" Protes Xena.


"Cerita dulu, kamu kenapa? Ada masalah sama Dewa? Kamu berantem sama Dewa?"


Airmata itu menggenang dan hampir tumpah membasahi wajah Xena.


Melihat Xena yang seperti itu, Nancy semakin yakin kalau Xena sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


"Kalau ada masalah itu jangan di pendam Xen, gak akan jadi berlian!! Yang ada jadi penyakit!!" Tegur Nancy.


"Kk-ak.. hiks.. De-wa.. hiks.. di-a.. hiks.. se-ling.. hiks.. kuh, Kak..." kata Xena sambil menanngis.


"Dewa selingkuh? Yang bener kamu? Kamu udah cari tahu kebenarannya?" Tanya Nancy.


"Aku beneran Kak.. hiks.. aku punya... hiks.. video.. hiks.. Kak Dewa sama.. hiks.. selingkuhannya.. hiks."


"Video apa?"

__ADS_1


"Video mereka...." Xena tak meneruskan kata-katanya, tapi Xena meneruskannya dengan menepuk-nepuk tangannya hingga berbunyi plak.. plak.. plak.


Mata Nancy membulat lebar.


"Yang bener kamu Xen? Masa sih Dewa kayak gitu?" Tanya Nancy masih tidak yakin.


"Aku beneran Kak."


"Mana aku mau lihat video-nya."


"Aku gak bawa. Ketinggalan di apartemen."


"Terus kamu udah minta penjelasan sama Dewa tentang video itu?"


Xena menggelengkan kepalanya.


"Aku terlanjur emosi, makanya aku pergi kesini. Aku mau nenangin pikiran dan menata hati aku dulu Kak disini baru aku tanyain kebenarannya sama Kak Dewa."


"Terus kalau Dewa mengakui semua itu gimana?"


"Ya mau apalagi, yah aku mundur lah Kak. Kak Dewa udah begituan sama perempuan lain, masa aku mau pake bekas-nya si Sujigong itu." Jawab Xena.


Nancy menghela nafasnya kasar.


"Ya udah, kamu tenangin aja diri kamu dulu disini, nanti kalau pikiran kamu udah jernih, hati kamu udah kuat, baru kamu pulang dan tanyakan pada Dewa." Ucap Nancy.


"Eh.. tapi jangan pulang deh. Harus dia yang jemput kamu kesini. Kalau dia jemput kamu kesini, itu artinya dia gak ngelakuin seperti yang ada di video yang kamu lihat dan bisa aja kalau video itu cuma rekayasa atau Dewa di jebak. Paham kamu kan maksud Kakak?"


Xena menganggukkan kepalanya paham, tadinya memang begitu jalan pikiran Xena. Ia baru akan pulang ke apartemen kalau Dewa yang menjemputnya dan ternyata pikiran Nancy sama dengan jalan pikiran Xena.


Mmm.. kira-kira Dewa bakalan jemput Xena gak yah???


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2