
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Mendapatkan ketenangan itu tidak mudah,
Bahkan banyak orang kaya yang menghabiskan uangnya hanya untuk mencari ketenangan.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
DUAAAAR...
Bagai tersambar petir di siang hari, Bima terkaget-kaget dengan pengakuan Xena.
"Hah... SUAMI???!!! Gak mungkin!!! Pasti cuma alasan dia aja untuk nolak aku." Gumam Bima dalam hati.
Meski kaget, tapi begitu melihat wajah Xena dengan seksama lagi, Bima jadi tidak yakin dengan apa yang di katakan Xena.
"Masa sih kamu udah punya suami? Kok aku gak percaya yah?" Balas Bima.
"Ya udah kalau kamu gak percaya. Emangnya aku punya kewajiban untuk buat kamu percaya!!" Balas Xena ketus.
"Udah akh, aku belanja dulu." Kata Xena lagi sambil berlalu dari hadapan Bima.
Bima tak mengejar Xena, ia membiarkan Xena pergi dari hadapannya dan berjalan menuju supermarket. Meski membiarkan Xena berlalu, tapi bukan berarti Bima menyerah untuk lebih dekat dengan Xena. Bima pun mengikuti Xena dari belakang sambil terus memperhatikan Xena.
• • • • •
Di dalam supermarket.
Sesampainya di dalam supermarket, Xena mengambil troli lalu berjalan menuju tempat bahan-bahan makanan.
Ia mulai memilah-milih daging sapi lalu memasukkannya ke troli, kemudian ia bergeser ke tempat daging ayam, Xena pun mengambil dua kotak daging ayam yang sudah fillet dan dua kilo daging ayam utuh lalu memasukkannya ke dalam troli.
Kemudian Xena pun bergeser ke tempat ikan.
Ia mengambil dua ekor ikan gurame yang masih hidup dengan bantuan SPB supermarket dimana dua ekor ikan gurame itu berbobot enam kilogram.
Melihat kerang, Xena pun bergeser ke tempat kerang dan mengambil dua kilogram kerang.
"Enak nih kalau di asam manis." Gumam Xena saat SPB menimbang kerang yang Xena beli.
Saat Xena sedang asyik berbelanja untuk kebutuhan dapur, dari tempat lain, Bima.yang sejak tadi memperhatikan Xena heran dengan bahan-bahan mentah yang Xena beli.
"Banyak banget belanjaannya. Udah beli daging sapi, daging ayam, ikan, sekarang kerang. Dia buka warung makan? Sebanyak itu belanja-nya?!" Gumam Bima dalam hati.
__ADS_1
Dirasa cukup dengan bahan-bahan mentah untuk keperluan entah berapa minggu, Xena pun melanjutkan belanjanya dengan berjalan sambil mendorong troli menuju tempat sayur-sayuran dan bahan-bahan pokok.
"Kak Dewa suka makan brokoli gak yah?" Monolog Xena saat melihat brokoli yang sangat segar.
"Suka-suka gak suka, harus suka!!" Monolognya lagi.
Xena pun mengambil dua bonggol brokoli dan memasukkannya ke dalam troli.
Setelah mengambil brokoli, Xena mengambil wortel, kentang, kembang kol, kol, tomat, bawang merah, bawah putih, cabai merah, cabai rawit, paprika, daun bawang dan daun seledri.
Dirasa cukup dengan bahan-bahan pokok, Xena pun bergeser ke tempat bahan-bahan penunjang masakan.
Ia mengambil penyedap rasa, saus tiram, kecap asin, kecap manis, saos sambal. Lalu bergeser lagi mengambil kornet sapi, spaghetti, saos instan untuk membuat spaghetti. Setelah itu Xena bergeser ke tempat frozen food, ia mengambil nugget karakter hewan, huruf dan angka, lalu mengambil sosis dari ukuran kecil-panjang, besar-panjang dan besar-pendek.
Lagi dan lagi, dari tempatnya Bima hanya geleng-geleng kepala melihat belanjaan Xena.
Setelah dari tempat frozen food, rencananya Xena ingin membayar terlebih dulu belanjaan bahan makanan itu lalu lanjut belanja kebutuhan apartemen dan kebutuhan pribadinya.
Tapi sayangnya troli yang sudah penuh dan berat membuat Xena kesusahan mendorong troli.
Dan disaat itu lah Bima muncul bak superhero lokal.
"Sini aku aja yang dorong." Ucap Bima dari belakang Xena sambil mengambil alih troli dan mendorongnya.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Xena sambil mengekori Bima dari belakang.
"Ya mau bantuin kamu lah, mau ngapain lagi coba!" Jawab Bima santai.
"Ish... gak usah!! Aku kan udah bilang aku tuh udah punya suami, kalau suami atau keluarga suami aku ngeliat, nanti mereka pikir aku selingkuh!!" Omel Xena.
Bima pun berhenti mendorong troli.
"Niat aku tuh cuma mau bantuin kamu Xena. Nanti kalau ada keluarga suami kamu atau bahkan suami kamu yang lihat, nanti aku yang ngejelasin ke mereka." Balas Bima.
"Udah lah gak usah bawel. Ambil troli baru sana dan lanjutin belanja kamu." Kata Bima lagi.
Xena masih diam di tempatnya, ia masih ragu untuk menerima bantuan Bima.
"Udah sana cepetan!! Malah bengong." Kata Bima lagi.
Mau tak mau, ikhlas tidak ikhlas, Xena pun mengambil troli kosong dan mulai melanjutkan belanjanya.
"Jaga jarak yah!!!" Pinta Xena.
"Iya." Jawab Bima sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Xena pun mulai berbelanja kebutuhan untuk dirinya seperti sabun mandi, body care, skincare, pembalut, dan lain-lain. Setelah itu barulah Xena berbelanja untuk kebutuhan apartemen, seperti cairan cuci piring, cairan pembersih lantai, cairan pembersih kerak kamar mandi dan wastafel, pengharum ruangan dan lain-lain.
Setelah dirasa semua kebutuhan untuk dirinya dan kebutuhan apartemen sudah masuk semua di dalam troli, Xena pun mendorong trolinya menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya.
Belanjaan di troli yang Xena bawa pun sudah selesai di scan, sekarang giliran belanjaan yang ada troli yang Bima bawa.
Deg.. deg.. deg.. deg.
Jantung Xena berdegup dengan sangat kencang saat melihat angka yang sudah tembus di angka 4 juta, padahal belum semua isi troli yang berisi bahan makanan itu selesai di scan.
Hingga akhirnya, sampai lah angka di layar monitor kasir di angka empat juta delapan ratus ribu rupiah, Xena pun menjerit.
"Stop mbak, stop!!! Sampe disitu aja. Sisanya saya kembaliin aja." Ucap Xena.
"Loh kenapa Xen?" Tanya Bima.
Xena pun berjinjit untuk mendekatkan mulutnya ke telinga Bima.
"Uang aku gak cukup, suami aku cuma ngasih lima juta." Bisik Xena.
"Cih... pelit banget suami kamu!! Masa belanja sebanyak ini cuma ngasih lima juta!!" Cibir Bima.
Sebenarnya bukan salah Dewa juga, karena Dewa hanya mengirimkan uang untuk kebutuhan dapur saja, itupun Dewa pikir Xena hanya akan belanja kebutuhan dapur untuk kebutuhan seminggu.
Tapi nyatanya Xena malah belanja kebutuhan dapur untuk tiga bulan. Bagaimana tidak tiga bulan, kalau belanjaan Xena sebanyak itu padahal dirinya hanya berdua dengan Dewa. Ditambah lagi Xena juga belanja untuk kebutuhan pribadi Xena dan kebutuhan apartemen.
"Lanjutin aja Mbak." Kata Bima pada kasir.
"Tapi aku uang aku gak cukup Bima!!"
"Nanti aku yang tambahin!!" Balas Bima.
Semua belanjaan Xena pun sudah selesai di scan. Total yang harus Xena bayar adalah enam juta tiga ratus ribu rupiah.
Xena pun mengeluarkan kartu debitnya dan hendak memberikannya pada kasir. Namun belum sampai kartu debit Xena sampai di tangan kasir, Bima sudah lebih dulu menyodorkan kartu hitam pemikat wanita pada kasir.
"Pake ini aja Mbak." Ucap Bima.
Mata Xena membulat. Bukan karena Bima membayarkan belanjaannya melainkan karena melihat kartu hitam pemikat wanita yang Bima sodorkan itu.
"Sebenarnya dia siapa? Kok bisa punya kartu hitam? Tadi ponselnya yang tiga boba, sekarang dia punya kartu hitam!!" Gumam Xena dalam hati dengan ekspresi wajah tercengangnya.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1