Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 22


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Pembenci hanyalah pengagum yang sedang bingung kenapa semua orang menyukai mu.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Apartemen Dewa.


Kini Dewa dan Xena sudah sampai di unit apartemen Dewa.


"Aku tidur di kamar ini kan?" Tanya Xena sambil menunjuk kamar Dewa, karena kamarnya masih belum diisi barang-barang.


"Mmmm..." jawab Dewa.


"Tapi loe tunggu disini dulu. Gue mau mandi dulu." Ucap Dewa.


"Kakak pikir aku bakalan ngintipin Kakak mandi apa?!" Protes Xena.


"Otak loe kan mesum!" Balas Dewa.


"Cih.." decih Xena sambil memutar bola matanya malas.


"Ya udah sana cepetan mandi!!" Perintah Xena.


"Bentar!!" Balas Dewa sambil memainkan ponselnya, lebih tepatnya mengirim pesan pada Sagita.


Dewa : Git, lima menit lagi bales pesan aku ini, seolah-olah kita baru ketemuan dan makan malam bareng. Paham kamu kan?


Begitu lah isi pesan Dewa untuk Sagita.

__ADS_1


Setelah pesan centang biru, Dewa pun meletakkan ponselnya di nakas yang ada diruang tengah lalu berjalan menuju kamarnya.


Sengaja ia meninggalkan ponselnya disana agar Xena mengetahui ada pesan masuk dari Sagita.


Sesampainya di dalam kamar Dewa tersenyum licik.


"Permainan dimulai." Monolog Dewa.


Di luar kamar.


Lima menit kemudian ponsel Dewa pun berdering dengan sangat kerasnya. Padahal hanya notifikasi pesan, tapi Dewa sengaja menyetel lagu Anpanman dari BTS sebagai notifikasi pesan masuknya.


Apalagi alasannya kalau bukan untuk membuat Xena penasaran dan melirik ponselnya.


Dan benar saja, notifikasi pesan masuk ponsel Dewa membuat Xena penasaran dan beranjak dari tempat duduknya.


Sagita ❤.


"Kok masih pake love?" Lirih Xena tak terima.


Merasa penasaran dengan isi pesan yang di kirim Sagita, Xena pun mencoba membuka ponsel Dewa.


Xena pun mengusap layar ponsel Dewa keatas, berharap Dewa tidak memakaikan kata sandi untuk membuka ponsel.


Doa Xena terkabul, Dewa tidak memakai kata sandi untuk membuka ponselnya.


Xena pun membuka aplikasi chat dimana Sagita mengirim pesan untuk Dewa.


Sagita ❤ : Dewa Sayang, makasih yah untuk makan malam-nya dan makasih kamu udah mau luangin waktu kamu buat aku. I love you.


Begitulah isi pesan Sagita untuk Dewa.

__ADS_1


Mata Xena membulat dan mulutnya menganga lebar membaca pesan Sagita.


"Katanya udah putus, tapi ini kok...." Xena menggantung kata-katanya, ia terlalu syok.


Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar Dewa terbuka.


Cepat-cepat Xena meletakkan ponsel Dewa ke tempat nya semula lalu pura-pura berjalan ke dapur.


Dewa tersenyum tipis melihat reaksi Xena. Karena sedari tadi dirinya mengintip Xena dari pintu.


Tau Dewa keluar dari kamar, Xena pun memutar tubuhnya.


"Udah selesai mandinya?" Tanya Xena pura-pura tidak melihat pesan dari Sagita.


"Belum. Gue nyari ponsel gue daritadi. Eh.. disini ternyata." Jawab Dewa sambil mengambil ponselnya dari atas nakas lalu berjalan kembali menuju kamarnya meninggalkan Xena yang terus menatap tajam punggung Dewa.


"Apa Kak Dewa balikan yah sama mantannya itu?" Gumam Xena.


"Enak aja kalian balikan!!! Lihat aja, akan aku buat kalian putus untuk kedua kalinya!!!" Geram Xena.


Xena pun meneruskan langkahnya ke dapur.


Lalu membuka kulkas dan lemari tempat penyimpanan makanan, untuk mencari bahan makanan yang bisa ia masak.


Hanya ada mie instan di lemari tempat penyimpanan makanan. Xena pun mengeluarkan dua bungkus mie instan itu dan mengeluarkan dua telur, serta bawang-bawangan dari dalam kulkas.


Xena pun siap memasak.


"Emangnya si Nyai Ronggeng aja yang bisa makan malem sama Kak Dewa!! Aku juga bisa yah!!!" Sambil memasak, sambil Xena menggerutu.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2