
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Kamu mungkin tidak bisa menyiram bunga yang layu dan berharap akan mekar kembali, tapi kamu bisa menanam bunga yang baru dengan harapan yang lebih baik dari sebelumnya.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Malam harinya.
Pukul 19.00
Kondisi kesehatan Dewa sudah membaik, bagaimana tidak membaik kalau penyebab Dewa sakit karena stress memikirkan masalahnya dengan Xena.
Tapi karena masalahnya dengan Xena sudah berakhir, kesehatan Dewa pun berangsur pulih, hanya saja dia masih cepat mengantuk. Mungkin karena efek obat tidur yang di berikan Sagita.
Setelah selesai makan malam, Dewa dan Xena duduk santai di ruang televisi.
"Kok duduk disitu? Disini dong." Ucap Dewa sambil menepuk sisi do sebelah kirinya karena saat ini Xena duduk di sofa panjang yang lain.
"Gak akh disini aja." Jawab Xena.
Karena Xena tidak mau duduk disebelahnya, Dewa pun mengalah dan pindah duduk di sebelah Xena.
"Ngapain disini? Itu sofa kosong semua kok. Ini malah dempet-dempetan disini kayak naik angkot aja!" Dumel Xena.
"Aku mau deket-deket istri aku." Jawab Dewa sambil gelen•dotan di lengan Xena.
"Kemaren-kemaren aja gak mau deket-deket aku. Jangankan deket-deket, denger suara aku aja kayak udah denger musik ondel-ondel." Sindir Xena.
"Itu kan kemaren-kemaren!! Udah akh jangan bahas yang kemaren-kemaren, kan kita udah janji gak akan bahas masalah itu lagi dan membuka lembaran baru."
"Dasar bucin." Ejek Xena.
"Gak pa-pa. Yang aku bucinin juga istri aku yang imut-imut ini kok." Balas Dewa sambil mencubit pipi Xena gemas.
"Kak..." tiba-tiba saja Xena teringat akan Sagita.
"Mmm.. kenapa?"
"Kakak gak marah sama mantan Kakak si Sujigong itu karena udah jebak Kakak?" Tanya Xena.
Mendengar nama Sagita, perlahan Dewa melepaskan gelen•dotannya dari lengan Xena.
"Marah lah. Tapi sampe sekarang Sagita gak bisa di hubungin." Jawab Dewa.
__ADS_1
"Udah coba cari ke apartemennya?"
Dewa menganggukkan kepalanya.
"Tapi dia gak ada disana." Jawab Dewa.
"Mungkin dia udah tau kalau aku bakal jadiin dia rempeyek, makanya dia sembunyi." Kata Dewa lagi.
"Kakak gak nyoba nyari di rumah orangtuanya?"
"Orangtuanya gak tinggal di Jakarta Xen, orangtuanya tuh tinggal Surabaya. Cuma sekali-sekali datang ke Jakarta dan kalau udah ke Jakarta bisa tinggal sebulan sampe dua bulanan gitu." Jawab Dewa.
"Ya aku gak ada waktu lah datengin orangtua-nya Sagita ke Surabaya. Kemaren itu fokus aku cuma ke kamu aja, mikirin keputusan apa yang harus aku buat untuk pernikahan kita. Karena dari awal aku deket sama Sagita kan niatnya mau bikin kamu nyerein aku. Tapi setelah aku pikir panjang dan aku tanya hati aku, aku gak mau pernikahan kita berakhir, aku mau terus ngelanjutin pernikahan ini dengan membuka lembaran yang baru." Kata Dewa lagi.
"Terus kenapa Kakak gak jemput aku kemaren? Kan Kakak tau aku dirumahnya Kak Acy." Tanya Xena.
"Kemaren aku udah mau jemput kamu dan langsung nyelesein masalah ini, tapi gak tau kenapa mata aku berat banget, badan aku juga gak enak banget." Jawab Dewa.
"Kamu sendiri kenapa pulang sebelum aku jemput?"
"Karena setelah aku pikir-pikir kalau aku lama-lama pergi dari kamu, pasti si Sujigong itu kesenangan, makanya aku pulang walaupun Kak Dewa gak jemput." Jawab Xena.
"Aku ini istri sah, masa kalah sama pelakor!!" Kata Xena lagi.
"Unch.. unch.. unch.. jadi makin cinta deh sama gadis tengil ku ini." Ucap Dewa sambil memeluk erat Xena.
"Sama, aku juga udah gak sabar pengen kasih pelajaran sama dia!! Bisa-bisanya dia ngejebak aku pake cara murahan itu!!" Timpal Dewa tak kalah geram.
"Tapi ngomong-ngomong, waktu si Sujigong ngerjain Kakak, Kakak sama sekali gak ngerasa gitu?" Tanya Xena penasaran.
Dewa menggelengkan kepalanya.
"Kalau aku ngerasa, udah aku..." Dewa menggantung kata-katanya untuk membuat Xena penasaran.
"Udah Kakak apain?" Dan benar saja, Xena pun penasaran.
"Udah Kakak nikmatin gitu?" Tanya Xena lagi dengan wajah kesal.
"Ya gak lah!!! Kalau aku ngerasa, udah aku seret dia langsung ke kantor polisi, tuduhan pelecehan sek•sual!!" Balas Dewa.
"Cih..!!" Decih Xena sambil memutar bola matanya malas.
"Gak lah Xen. Aku bukan tipe laki-laki kayak gitu. Aku gak bisa melakukan hubungan intim dengan perempuan kalau aku gak punya perasaan apa-apa sama dia. Mau dia joget-joget tanpa sehelai benang pun, aku gak akan bisa berhasrat sama dia.
"Masa? Bukannya Kakak pernah bilang kalau laki-laki bisa melakukan itu tanpa cinta?!"
__ADS_1
"Iya. Memang banyak laki-laki yang seperti itu tapi kecuali aku."
"Kakak laki-laki normal gak sih? Jangan-jangan Kakak gak normal lagi? Curiga aku!!"
"Enak aja normal yah!! Mau di tes? Ayo kita tes!!"
"Gak, gak, gak!! Percaya kok percaya." Balas Xena ketir.
• • • • •
Pukul 21.30.
"Hoaaam..." entah sudah berapa kali Xena menguap karena mengantuk. Ingin sekali Xena masuk ke kamarnya untuk tidur, tapi Dewa melarang karena film yang sedang mereka tonton belum selesai.
"Kak, aku tidur duluan yah. Udah ngantuk banget ini Kak." Rengek Xena.
"Bentar lagi Xen. Tuh liat tinggal 10 menit lagi durasinya. Sabar yah." Balas Dewa.
"Kalau kamu mau tidur, tidur aja di pangkuan aku." Kata Dewa lagi sambil menepuk pahanya.
Xena menggelengkan kepalanya lemah, karena sudah sangat mengantuk. Xena lebih memilih menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
Sepuluh menit pun berlalu. Film action yang mereka tonton pun berakhir.
Mendengar sound penutup film itu, spontan Xena yang sedang tidur-tidur ayam langsung membuka matanya.
"Udah selesai kan filmnya?" Tanya Xena.
"Udah." Jawab Dewa seraya mematikan televisi.
Xena pun cepat-cepat berdiri dari tempat duduknya.
"Aku ke kamar dulu yah Kak." Pamit Xena lalu berjalan menuju kamar-nya.
"Kok kesitu?" Tanya Dewa karena Xena berjalan menuju kamar-nya bukan kamar Dewa. Dan sekarang sudah resmi menjadi kamar mereka berdua.
"Ya kan ini kamar aku." Balas Xena.
Dewa pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati Xena.
"Mulai hari ini kita tidur sekamar. Kamar aku udah jadi kamar kita, dan kamar kamu akan menjadi kamar tamu." Ucap Dewa lalu menarik tangan Xena menuju kamar mereka.
Xena tak melawan, ia pasrah saja saat Dewa menarik tangannya.
• • • • • •
__ADS_1
Bersambung...