Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 45


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Jangan berharap pada manusia, karena manusia bisa berubah seiring berjalannya waktu.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Kembali ke mall.


Bima sudah selesai membeli ponselnya dan sekarang mereka sedang berjalan sambil mendorong troli belanjaan Xena menuju pintu keluar.


"Kenapa kamu cekikikan sendiri?" Tanya Bima saat melihat Xena cekikikan sendiri.


"Gak pa-pa." Jawab Xena.


"Gak pa-pa tapi ketawa-ketiwi sendiri." Balas Bima.


"Oh iya, kamu laper gak?" Tanya Bima.


"Gak."


"Kok gak? Laper dong, kan udah jam makan siang."


"Aku masih kenyang."


"Ya iyalah kenyang, orang tadi makan bakso udah kayak orang kesurupan." Lirih Bima pelan tapi masih bisa di dengar oleh Xena.


"Apa kamu bilang?!" Tanya Xena dengan wajah garang.


"Gak ada!" Balas Bima salah tingkah.


"Temenin aku makan siang yuk, laper nih."


"Makan siang aja sendiri."

__ADS_1


"Tega banget jawabnya, padahal aku udah bantuin kamu jadi model kamu untuk manas-manasin suami kamu. Jadi model buat manas-manasin suami orang itu resikonya tinggi loh. Bisa aja aku di pukulin sama suami kamu terus di cap perebut bini orang. Di bayar enggak, di pukulin iya!!" Gerutu Bima.


"Terus mau kamu apa? Mau aku bayar?"


"Iya. Tapi bayarnya dengan kamu nemenin aku makan siang dan aku anter pulang, gimana? Gak mahal kan? Gak sebanding malah sama resiko yang akan aku tanggung."


Xena diam sejenak.


"Ya udah deh ayo." Balas Xena sambil hendak memutar troli yang ia dorong.


"Eh.. mau kemana?"


"Katanya mau aku temenin makan siang."


"Ya makan siangnya gak disini."


"Terus dimana?"


"Ya kita cari makan siang di luar mall ini lah. Emangnya kamu gak bosen apa ada di mall ini terus?"


"Gimana kalau kita makan di restoran western?"


"Tapi makan siang disana kan gak pake nasi."


"Katanya kamu masih kenyang."


"Jadi kalau aku masih kenyang gak boleh mesen makan gitu? Jadi maksudnya aku cuma nemenin kamu makan siang aja gitu?"


Bima terkekeh kecil, padahal ia hanya memancing Xena saja.


"Ya udah, terus kamu mau kita makan dimana? Mau makan bakso lagi?"


"Gak, gak, gak!! Ngebayangin bakso aja aku udah eneq."


"Gimana kalau kita makan ayam geprek yang mau ke apartemen aku?"

__ADS_1


"Oke, boleh." Jawab Bima.


"Kamu tunggu disini dulu, biar aku ambil mobil." Kata Bima lagi.


Dan akhirnya Bima dan Xena pun keluar dari gedung mall, padahal sekarang Dewa sedang dalam perjalanan menuju mall tempat Xena berbelanja.


• • • • •


Kini Dewa dan Sagita sudah berada di dalam mall.


Sesampainya di dalam mall, Dewa langsung pergi ke kedai ice cream yang ada di strory Xena.


Kosong. Tak ada lagi Xena disana.


"Kamu cari siapa sih Wa?" Tanya Sagita. Akhirnya Sagita memberanikan membuka suaranya, karena sepanjang perjalanan dari showroom ke mall, Dewa melarang keras Sagita membuka suaranya.


Nama-nya juga sedang di bakar api cemburu, suara angin saja akan terdengar seperti bisikan setan, apalagi suara mantan.


"Xena! Tuh bocah di kasih uang belanja bukannya belanja kebutuhan dapur malah dia pake buat jajanin brondongnya!" Jawab Dewa.


"Brondongnya? Istri kamu aja masih muda, kalau istri kamu punya brondong, berarti anak SMP dong brondongnya istri kamu."


Dewa langsung menatap tajam Sagita.


"Ya bener dong Wa, kenapa kamu jadi ngeliatin aku kayak gitu?"


"Tau akh!!" Balas Dewa yang tak mau meributkan hal yang tidak penting. Karena sekarang yang penting adalah mencari Xena.


Tak ingin putus asa, Dewa pun menyusuri mall untuk mencari Xena. Sambil menyusuri mall sambil Dewa menghubungi Xena tapi sayangnya Xena tak juga menjawab panggilan Dewa malah kini Xena menonaktifkan ponselnya.


Karena tak kunjung menemukan Xena di mall itu, akhirnya Dewa pun menyerah dan memilih untuk mengisi perutnya bersama Sagita di salah satu restoran cepat saji di mall itu.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2