
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Jika seorang pria benar-benar mencintaimu, maka tidak akan ada wanita lain yang bisa masuk ke dalam pikirannya maupun celana-nya.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Showroom Dewa.
Kini Dewa sudah berada di ruang kerjanya di showroom miliknya.
Duduk dengan elegan di kursi kebesarannya sambil melihat laporan hasil penjualan dan pengeluaran hari kemaren dari beberapa showroom dan bengkel miliknya di laptop.
KRIIING... KRIIING...
Saat sedang serius membaca dan menelaah laporan, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, tanda panggilan masuk.
Ia tak lagi memakai nada dering idol K-Pop yang sangat terkenal, karena nada dering itu hanya khusus untuk memancing Xena mengintip ponselnya.
Dewa melirik sesaat ponselnya yang ia letakkan disamping laptopnya.
SI TENGIL 👊. Begitulah nama yang tertera di layar ponsel Dewa.
Si Tengil yang di maksud, siapa lagi kalau bukan Xena.
Dewa mengabaikan panggilan telepon dari Xena dan membiarkan nada dering itu terus berbunyi.
Tak lama nada dering berhenti. Tanda waktu menyambungkan panggilan sudah berakhir.
Namun baru tiga puluh detik berhenti, nada dering panggilan masuk itu pun kembali berbunyi.
"Mau ngapain lagi sih nih bocah!!" Gerutu Dewa.
Dewa lupa kalau dia belum mentransfer uang yang ia tadi janjikan pada istri yang ia panggil bocah itu.
Namanya juga bocah, sebelum permintaannya di penuhi, si bocah akan terus mengganggu orang yang sudah berjanji padanya.
__ADS_1
Dewa menghela nafasnya kasar sebelum menggeser tombol hijau.
"Apalagi?" Ucap Dewa.
"Mana uang belanja-nya katanya mau ditransfer. Aku nungguin tau gak!!"
"Sorry gue lupa. Ya udah, loe matiin teleponnya, biar gue transfer."
Xena pun mengakhiri panggilan teleponnya.
"Gue harus transfer berapa yah?" Gumam Dewa sambi berpikir nominal yang akan ia transfer ke rekening Xena.
"Lima juta aja deh. Kan cuma beli kebutuhan dapur doang." Gumam Dewa lagi.
Dewa pun membuka aplikasi m-bankingnya dan mentransfer uang sebesar lima juta rupiah ke nomor rekening Xena.
Setelah transaksi berhasil, Dewa pun mengirim pesan untuk Xena sekedar memberitahukan kalau ia sudah memenuhi janjinya pada Xena.
Dewa : Udah gue transfer yah lima juta. Itu untuk kebutuhan dapur sebulan.
Xena : Oke. Tapi ini cuma uang belanja aja yah, bukan sama uang jajan aku.
Balas Xena.
Tiga detik kemudian.
Dewa : Iya bawel!! Kalau untuk uang jajan loe, nanti gue kasih harian aja!
Balas Dewa.
Tiga detik kemudian.
Xena : Kok harian? Kakak pikir aku bocah SMP apa!!
Balas Xena.
Dewa : EMANG!!! Tukang lontong aja bilang kalau loe masih B.O.C.A.H!!
__ADS_1
Xena : Hish!! Bocah-bocah gini udah bisa bikin bocah yah!!
"Cih... bikin bocah!!! Nanti baru di buka kancingnya satu udah ngejerit!!" Dumel Dewa membaca balasan pesan dari Xena.
Dewa : Cuci otak loe sana!! Kecil-kecil udah mesum!! Kuliah loe yang bener, biar gak sia-sia uang bokap gue keluar!! Udah jangan ganggu gue, gue mau kerja!!
Setelah membalas pesan dari Xena, Dewa kembali meletakkan ponselnya di atas meja.
Xena pun tak membalas pesan dari Dewa.
Mata Dewa pun kembali tertuju pada layar laptopnya.
Tiba-tiba...
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kaca ruangan Dewa terketuk.
"Masuk." Ucap Dewa.
SPG yang bekerja di showroom Dewa pun membuka pintu ruang kerja Dewa.
"Ada apa?"
"Ada Pak Gideon di bawah Pak."
"Oh ya. Suruh tunggu, biar saya ke bawah."
"Baik Pak."
SPG itu pun menutup kembali pintu ruang kerja Dewa.
Tak lama setelah SPG itu pergi, Dewa pun beranjak dari kursi kebesarannya dan keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Pak Gideon, konsumen setia-nya.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1