Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 35


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Saat kamu mencapai kesuksesan,


maka teman-temanmu akan lihat siapa sebenarnya kamu.


Tapi, ketika kamu jatuh kamu akan lihat siapa saja temanmu yang akan menertawakan.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Setelah lima kali nada dering panggilan masuk berbunyi, akhirnya nada dering itu tak lagi berbunyi tanda kalau Dewa sudah tak lagi menghubungi Xena.


Ada dua alasan kenapa Dewa tak lagi menghubungi Xena. Yang pertama karena Dewa menerima tamu dan yang kedua karena tensi Dewa sudah naik. Begitulah pikir Xena.


Xena pun kembali melanjutkan bermain cacing.


Setelah kurang lebih satu jam menunggu mall buka, akhirnya mall pun terbuka. Xena pun berhenti bermain cacing dan masuk ke dalam mall.


"Duh, satu jam lebih main cacing-cacing, jari-jari aku jadi pegel. Makan bakso ah biar seger lagi." Gumam Xena sambil berjalan memasuki mall.


Xena pun berjalan menuju outlet menjual bakso yang sudah buka. Maklum saja karena mall baru di buka, jadi masih banyak outlet yang tertutup.


"Nah itu dia." Monolog Xena saat melihat salah satu outlet bakso sudah terbuka.


Xena pun berjalan menuju outlet itu.


"Selamat pagi, ada yang bisa di bantu?" Sapa kasir.


"Saya pesan bakso iganya satu sama minumannya teh manis dingin yah."


"Bakso iga-nya mau ukuran kecil, sedang atau besar?"

__ADS_1


"Yang besar." Jawab Xena tanpa pikir panjang.


"Mau makan disini atau di bungkus?"


"Makan disini."


"Baik. Silahkan menunggu kurang lebih sepuluh menit yah."


Xena pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan mencari tempat duduk dan tempat duduk pilihan Xena adalah tempat duduk yang ada di pojokan.


Sepuluh menit kemudian.


Pelayan pria pun datang menghampiri Xena sambil membawa nampan yang berisi satu mangkok bakso iga ukuran besar dan satu gelas teh manis dingin.


"Satu mangkok bakso iga porsi besar dan satu gelas teh manis dingin." Ucap pelayan pria itu.


"Iya." Balas Xena.


Pelayan pria itu meletakkan satu mangkok bakso dan satu gelas teh manis dingin di atas meja Xena.


Xena pun mulai menikmati bakso iga ukuran besar dengan sangat lahap.


Tanpa Xena sadari kalau sejak tadi pelayan pria tadi memperhatikan cara Xena menikmati baksonya.


Cara makan Xena yang begitu lahap dan tidak ada jaim-jaim'nya, membuat si pelayan pria senyam-senyum sendiri.


Karena menurutnya sudah langka perempuan seperti Xena, makan tampil apa adanya.


"Mas!!" Xena memanggil pelayan pria yang sedang berdiri di meja kasir.


Si pelayan pria yang sejak tadi memperhatikan Xena itu pun langsung menghampiri Xena.


"Iya Mbak."

__ADS_1


"Tambah satu mangkok lagi Mas."


Mata si pelayan pria itu membulat sempurna mendengar permintaan Xena. Si pelayan kaget karena satu ukuran besar saja sudah sangat banyak, tapi ini Xena minta tambah lagi.


"Mas... tambah satu mangkok lagi." Ulang Xena karena si pelayan malah mematung di tempatnya.


"Eh.. iya Mbak. Mau ukuran apa?"


"Ukuran besar lagi."


Makin membulat saja mata si pelayan.


"Baik Mbak." Jawab si pelayan pria.


Pelayan pria itu pun pergi meninggalkan meja Xena.


"Kecil-kecil banyak juga makannya." Gumam si pelayan pria itu sambil berjalan menuju dapur untuk menyiapkan pesanan Xena.


Tak sampai sepuluh menit si pelayan pun datang menghampiri Xena sambil membawa pesanan Xena lalu meletakkan pesanan Xena ke atas meja.


"Mas, teh manis dinginnya satu lagi yah mas." Ucap Xena saat si pelayan itu sedang meletakkan satu mangkok ke atas meja Xena.


"Sama es telernya deh Mas." Kata Xena lagi.


"Yakin Mbak masih muat perutnya?" Tanya si pelayan meragu.


"Wih... jangan sepele Mas. Mau taruhan?!" Tantang Xena.


"Boleh. Kalau Mbak bisa ngabisin semua ini tanpa sisa, biar saya yang bayar semua makanan Mbak ini."


"Oke siapa takut." Balas Xena.


Pelayan pria itu pun duduk di kursi yang ada di depan Xena sambil memperhatikan Xena makan.

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2