Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 65


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Jangan malu tampil karena kamu orang miskin, yang harusnya malu itu kalau kamu miskin tapi berlagak sok kaya.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


"Buka gak yah.. buka gak yah..." lirih Xena dengan suara yang bergetar.


Xena menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar sebelum membuka file-nya.


KLIK.. File pun terbuka.


Mata Xena membulat lebar dan mulutnya juga menganga sambil ia tutupi dengan kedua telapak tangannya.


"K-Kak De-wa.." lirih Xena terkaget-kaget saat melihat potongan-potongan video yang sudah direkayasa Sagita.


"Jadi ini alasan Kak Dewa gak mau pulang pas aku suruh pulang?" Katanya lagi. Tak terasa air mata keluar dari kelopak matanya.


Meski awalnya pernikahan mereka hanya karena Xena yang ingin balas dendam pada Dewa, tapi tetap saja status Xena adalah istri Dewa. Melihat suaminya sedang bermain odong-odong dengan wanita lain, hati istri mana yang tidak sakit. Apalagi di lubuk hati Xena yang terdalam sudah memiliki setitik rasa cinta untuk Dewa.


Mungkin karena setiap hari bersama dan perang mulut, makanya tanpa Xena sadari rasa itu tumbuh dengan sendirinya.


Xena menutup kasar laptopnya lalu berdiri dari tempatnya duduk dan mengambil tasnya. Xena pun keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju pintu unit apartemen.


Dengan segenap rasa sakit hati di dada, Xena keluar dari dalam unit apartemen Dewa. Sepanjang ia berjalan dari depan apartemen sampai di lift Xena terus menangis, bahkan begitu sampai di dalam lift pun dan lift dalam keadaan sepi, tangis Xena pun pecah sepecah-pecahnya.


"Kak Dewa jahat!! Kalau benci sama aku gak gini juga cara-nya Kak!!" Racau Xena sambil menangis.


Ting. Pintu lift terbuka.


Cepat-cepat Xena menyeka air mata yang sudah membasahi wajahnya dan tak lupa ingus yang sudah meler-meler dari dua lubang hidungnya lalu keluar dari dalam lift dengan langkah yang terburu-buru.


Sesampainya di luar gedung, Xena langsung berlari menuju ke pangkalan tukang ojek konfensional.


Melihat ada ojek yang baru sampai di pangkalan, tanpa ba bi bu be bo, Xena langsung naik ke atas motor.


"Ayo Mang jalan." Perintah Xena.


"Jalan kemana Neng?" Tanya tukang ojek.

__ADS_1


"Iyah yah, aku harus kemana?" Gumam Xena dalam hati.


"Kerumah Kak Nancy aja." Jawab Xena. Setelah Xena pikir-pikir ia tidak ingin mertuanya tahu tentang masalah ini sebelum dirinya dan Dewa saling bicara.


Tapi karena hari ini Xena masih syok, Xena memilih untuk menenangkan pikirannya dulu.


"Astaga Neng, Nancy itu saha?" Tanya tukang ojek.


"Iiihh.. masa Mamang gak tahu saha itu Kak Nancy?!"


"Ya gak tahu lah Neng, kan bukan saudara atuh." Balas tukang ojek.


"Oh iya yah.." lirih Xena baru sadar.


"Ke jalan xxx Mang." Ucap Xena memberikan alamat rumah Nancy dan Arthur.


"Oke Neng. Nih pake helm-nya." Balas tukang ojek sambil memberikan helm untuk Xena pakai.


Setelah Xena memakai helm-nya barulah tukang ojek menjalan kan motor Super X-nya yang batok dan cup-cup'nya sudah pada bergoyang-goyang.


• • • • •


Pukul 15.30


Sejak melihat Xena dingin padanya, perasaannya menjadi tidak enak, ia jadi merasa bersalah pada Xena.


Dan demi membuat Xena kembali tengil padanya, Dewa pun pulang tidak dengan tangan kosong, ia membawakan satu buket ayam goreng cepat saji untuk Xena.


"Xen...Xena.." panggil Dewa begitu dirinya masuk kedalam apartemen.


"Apa dia belum pulang kuliah yah?" Gumam Dewa karena Xena tidak menjawab panggilannya dan hidungnya juga tidak mencium aroma Xena ada di apartemennya.


Dewa pun berjalan menuju ruang makan dan meletakkan satu buket ayam goreng cepat saji lalu berjalan menuju kamar Xena.


Tok.. Tok.. Tok.. Dewa mengetuk terlebih dulu pintu kamar Xena.


"Xen.. Xena.. loe di kamar?" Panggil Dewa sambil menempelkan telinganya di pintu untuk mendengar apakah ada sahutan dari dalam kamar Xena.


Hening. Dewa tak mendengar apa-apa dari dalam kamar Xena.


"Xen, gue buka yah pintunya." Kata Dewa lagi lalu memutar handle pintu.

__ADS_1


Ceklek. Pintu terbuka.


Kamar Xena kosong.


"Anak itu belum pulang?" Gumam Dewa saat melihat kamar Xena kosong.


Dewa pun berjalan menuju kamar mandi untuk memastikan kalau Xena memang belum pulang.


Tok.. Tok.. Tok.. Dewa mengetuk pintu kamar mandi.


"Xen, loe di dalem?" Panggil Dewa.


Tapi Dewa tak mendengar ada sahutan dari dalam kamar mandi.


Karena tak ada yang menyahut, Dewa pun membuka pintu kamar mandi.


Ceklek. Kosong, Xena juga tak ada di kamar mandi.


"Beneran belum pulang dia." Gumam Dewa.


"Kok jam segini belum pulang dia? Apa jangan-jangan berduaan dulu sama si Bima itu?!" Gumam Dewa bertanya-tanya sambil berjalan menuju pintu kamar Xena.


Namun langkah kakinya terhenti saat Dewa tak sengaja melihat laptop Xena yang tertutup setengah.


"Tapi laptopnya ada. Apa tadi pagi dia gak bawa laptop tadi pagi ke kampus yah?" Gumam Dewa.


Dewa yang penasaran pun membuka laptop Xena yang dimana masih ada flasdisk yang menyangkut di laptop.


"Apa ini?" lirih Dewa saat melihat nama file Ratu Dalam Hati Suamimu.


Dewa pun membuka file itu.


Sama dengan Xena, mata Dewa juha membulat sempurna begitu melihat isi file itu.


"Gita!!!!!!" Geram Dewa. Ia tahu pasti kalau ini semua ulah Sagita.


Dewa pun mengeluarkan ponselnya.


Orang pertama yang ingin Dewa hubungi sekarang adalah Xena. Dewa yakin kalau Xena sudah melihat videonya dengan Sagita yang sedang main odong-odong.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2