Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 23


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Tertawa bisa jadi obat terbaik,


Tapi kalau kamu tertawa tanpa alasan yang jelas, itu tandanya kamu butuh obat.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Mie instan dengan telur setengah matang ala Xena pun terhidang di meja makan.


Setelah menghidangkan dua mangkuk mie instan ke meja, Xena pun berjalan menuju kamar Dewa.


Ceklek. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Xena langsung membuka pintu itu.


Begitu masuk ke dalam kamar, Xena langsung berjalan menuju kamar mandi karena mendengar suara-suara di dalam kamar.


Xena pun berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu Dewa keluar dari dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi.


Dewa yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sambil melihat pantulan dirinya di depan cermin. Sambil mengeringkan rambut, Dewa sambil bersiul-siul sebagai bentuk dirinya yang sedang senang.


"Loe yang udah buat pernikahan kayak mainan, jadi loe nikmatin aja permainan balasan dari gue." Monolog Dewa di depan kaca.


Setelah dirasa rambutnya sudah tidak terlalu basah, Dewa pun berjalan menuju pintu dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Dewa sama sekali tidak kepikiran kalau Xena sedang menunggu di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek. Dewa membuka pintu kamar mandi sambil bersiul-siul.


"Setan tengil, setan tengil, setan tengil." Latah Dewa saat ia membuka pintu karena melihat sosok Xena yang berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam dan tangan yang terlipat di depan dada, persis seperti penagih hutang yang menunggu si pengutang keluar dari persembunyiannya.


Xena menggertakan giginya kesal karena latah Dewa.


"Loe ngapain sih disitu!! Bikin kaget gua aja!!" Bentak Dewa.


"Seneng banget?!" Tanya Xena dengan tatapan mengintimidasi.


"Seneng kenapa? Biasa aja!!" Balas Dewa.


"Udah sana keluar loe!! Gue mau pake baju!!" Usir Dewa.


Bukannya keluar, Xena malah tersenyum licik.


"Gak usah pake baju!! Ayo sini!!" Ucap Xena sambil menarik tangan Dewa dan berjalan menuju pintu kamar.


"Ish apaan sih loe!!! Lepas!! Lepas gak!!" Ronta Dewa sambil menyentak tangan Dewa.


Xena pun menghentikan langkah kaki-nya lalu memutar tubuhnya menghadap Dewa tanpa melepaskan tangannya dari tangan Dewa.


"Lepas apa? Handuknya mau aku lepas? Sini aku lepasin!!" Ucap Xena sambil satu tangannya mencoba menarik lilitan handuk Dewa.


PLAAK. Refleks Dewa memukul tangan Xena.


"Sembarangan!! Maksud gue lepasin tangan loe dari tangan gue!!" Ucap Dewa.

__ADS_1


"Udah kok. Tapi tangannya Kak Dewa aja yang bales genggam tangan aku." Balas Xena sambil membuka genggamannya dari tangan Dewa.


Dan benar saja, Dewa tidak sadar saat Xena menarik tangannya, tangannya malah membalas genggaman tangan Xena.


Sontak Dewa langsung melepaskan genggaman tangannya dan menyentak tangan Xena, tapi Xena langsung menarik tangan Dewa lagi lalu meneruskan langkah kakinya menuju pintu.


"Ayo ikut aku, cepetan!!!" Ucap Xena.


"Mau ngapain sih!!! Gue pake baju dulu!!"


"Udah di bilang gak usah pake baju!! Nunggu Kak Dewa pake baju, keburu bengkak mie-nya." Balas Xena.


"Mie apaan?" Tanya Dewa.


Xena tak menjawab dan terus berjalan menuju ruang makan.


"Tuh, aku udah buatin makan malam buat kita. Cuma ada mie instan di lemari penyimpan makanan, makanya aku cuma masak mie instan."


"Gue udah makan malam Xen."


"Iya aku tahu. Tapi Mama mertua minta foto kita yang lagi mesra-mesraan. Jadi aku pikir, malem-malem makan mie instan berdua ditambah dengan Kak Dewa yang cuma pake handuk, itu adalah momen termesra yang pantes buat di foto dan dikirim ke Mama mertua." Balas Xena berbohong.


"Bohong loe!! Mana mungkin nyokap gue minta foto kita lagi mesra-mesraan!! Jangan ngibul loe!! Udah omes, tukang ngibul lagi!!" Balas Dewa menolak percaya dengan alasan Xena.


Apa Xena akan mengaku kalau dia memang berbohong atau malah makin ngotot dengan kebohongannya itu???


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2