Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 60


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Jika kau mundur, berarti kau lemah.


Jika kau menghindari, berarti kau salah.


Jika kau lari, berarti kau pengecut.


Jadilah manusia yang berani untuk menghadapi masalah.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Sepuluh menit kemudian.


Dewa pun datang kembali ke tempat duduknya.


"Udah enakan?" Tanya Sagita.


"Gak keluar. Tapi mules." Jawab Dewa sambil mendaratkan bokongnya ke kursi.


"Jangan-jangan kamu udah ketularan kebiasaan aku lagi, mules di tempat dingin." Balas Sagita.


"Cih!! Ya gak lah!! Mungkin karena aku kebanyakan makan ubi." Balas Dewa ketus.


"Terus ubi yang kamu pesen ini gimana?" Tanya Sagita karena ubi bakar yang baru Sagita pesan untuk Dewa sudah tersaji diatas meja.


"Ya di makan lah. Masa mau di balikin ke penjualnya." Jawab Dewa.


Dewa memegangi perutnya yang masih terasa mulas.


"Punya minyak kayu putih gak?" Tanya Dewa.

__ADS_1


"Ada." Jawab Sagita lalu mengeluarkan minyak kayu putih dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Dewa.


"Nih sekalian minum obat mules aku. Untung tadi aku beli dua." Sagita menawarkan obat mulas yang sebenarnya adalah obat tidur.


"Gak usah pake ini aja." Tolak Dewa.


"Jangan ngeyel Wa!! Masa mau kamu tahan-tahan mules kamu. Udah cepet minum!!" Paksa Sagita sambil memberikan satu butir obat yang sudah Sagita buka bungkusnya agar Dewa tidak tahu kalau obat yang Sagita berikan adalah obat tidur ke tangan Dewa.


"Aku minta air minum hangat dulu." Ucap Sagita sambil mengangkat bokongnya dari kursk dan berjalan menghampiri penjual ubi untuk meminta air minum hangat.


Tak sampai lima menit Sagita pun kembali.


"Ini minumnya." Sagita menyodorkan segelas air minum hangat pada Dewa.


Tanpa rasa curiga, Dewa yang sudah tidak tahan dengan rasa mulas yang bergejolak di perutnya pun meminum obat yang Sagita berikan.


GLEK.. Obat yang Sagita berikan pun masuk dengan sempurna kedalam tenggorokan Dewa dengan bantuan air putih hangat.


Melihat itu, Sagita tersenyum licik.


🎶 Dewa bobok.. oh... Dewa bobok..


Kalau udah bobok, di bobok'in Gita... 🎶


Sambil menunggu obat tidur bereaksi atas tubuh Dewa, Sagita bersenandung dalam hati. Dengan tatapan mata seperti seorang penyihir yang sedang menantikan mantra-nya bekerja.


Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, akhirnya Dewa mulai menunjukkan tanda-tanda mengantuk.


"Hoaaam..." dalam waktu satu menit sudah tiga kali Dewa menguap.


"Kok aku ngantuk gini yah?" Gumam Dewa dalam hati.


"Aku cuci muka dulu deh." Gumam Dewa lagi lalu berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Mau kemana kamu? Perut kamu masih mules?" Tanya Sagita, kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu.


"Mau ke toilet, mau cuci muka. Ngantuk banget." Jawab Dewa.


"Perut kamu gimana?"


"Masih mules sih, tapi lumayan enakan lah." Dewa pun berjalan meninggalkan Sagita.


Tapi baru beberapa langkah Dewa merasa rasa kantuknya semakin berat, sampai-sampai membuat pandangannya menjadi gelap dan langkahnya terasa melayang hingga membuatnya terhuyung ke belakang.


Untungnya Dewa cepat-cepat memejang meja kosong disampingnya.


Melihat Dewa yang oleng, Sagita pun berdiri dari tempat duduknya dan berlari menghampiri Dewa.


"Kamu kenapa Wa?" Tanya Sagita, kura-kura sedang piknik alias pura-pura sedang panik.


"Mata aku berat banget Git. Aku gak kuat sama rasa ngantuk ini." Jawab Dewa.


"Ya udah, kamu istirahat di mobil aja yah. Mungkin kamu capek banget, ditambah udara disini yang mendukung untuk tidur." Balas Sagita.


Dewa menganggukkan kepalanya menyetujui saran Sagita.


Sagita pun membantu Dewa berdiri dan membopong Dewa keluar dari kedai menuju mobil Dewa.


Sagita mendudukkan Dewa di kursi penumpang depan lalu memundurkan tempat duduk agar Dewa bisa berbaring dengan nyaman.


Setelah membaringkan Dewa, Sagita pun memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi.


Sagita tak langsung menjalankan mobil Dewa, ia harus menunggu sampai Dewa benar-benar tertidur pulas.


Setelah kurang lebih lima belas menit menunggu dan dirasa Dewa sudah tertidur pulas, Sagita pun menjalankan mobil Dewa menuju penginapan yang sudah ia pesan melalui aplikasi Pintu Merah.


Aduuuh... deg deg'an deh ih..

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2